Tepis Jebakan Batman, PKB: Jokowi Pilih Ma'ruf Lewat Pertimbangan
Wasekjen PKB Daniel Johan menyanggah pernyataan Wasekjen PAN Erwin Izharrudin, yang menyebut Joko Widodo (Jokowi) masuk 'jebakan batman' saat memilih Ma'ruf Amin sebagai cawapres. Daniel mengatakan, dipilihnya Ma'ruf tak ada hubungan dengan koalisi Gerindra cs.
Daniel menegaskan, Ma'ruf dipilih karena sudah dibahas dan dipertimbangkan Jokowi bersama ketua umum partai koalisi.
"Sama sekali tidak, keputusan itu diambil mandiri antara presiden bersama seluruh ketua umum partai koalisi kok, tidak ada hubungannya dengan keputusan koalisi yang lain," kata Daniel lewat pesan singkat, Sabtu (11/8/2018) malam.
Hal senada juga diungkapkan Koordinator Bidang Hukum DPP PKB Razman Arif Nasution. Razman mengatakan dipilihnya Ma'ruf sudah melalui pertimbangan yang matang. Dia memandang dengan menjadikan Ma'ruf sebagai cawapres, Jokowi akan menang mudah atas Prabowo-Sandiaga.
"Jokowi akan mudah memenangkan ini dikarenakan Pak Jokowi menggunakan, memakai, mengadopsi Ijtimak Ulama dengan menggandeng ulama. Justru Pak Prabowo yang menggandeng Sandiaga Uno yang dikemas seolah anak pesantren," kata Razman saat dihubungi terpisah.
Razman juga mengatakan, pilihan Jokowi menjadikan sosok ulama sebagai cawapres sebagai langkah tepat. Razman malah melihat isu 'jebakan batman' ini dimainkan sebagai efek atas dipilihnya Sandiaga sebagai cawapres Prabowo.
"Ini bisa saja permainan kubu sebelah karena mereka tak menemukan tokoh ulama yang kharismatik yang tak sesuai dengan mereka. Katakanlah ada perbedaan yang berat. Kita dapat informasi bahwa sosok Segaf Al-Jufri, Ustaz Abdul Somad, lalu ada AHY dan Bang Zulkifli Hasan juga, yang mana ini akhirnya dipilih Sandiaga Uno," ujarnya.
Dan ini dikemas, sehingga seolah kelihatan bahwa Sandiaga Uno ini seorang santri yang modern, anak pesantren. Ini kemasan saja. Kalau faktanya, mereka tak menemukan kader yang bisa memposisikan diri sesuai keinginan Ijtimak karena perbenturan kepentingan. Semantara Pak Jokowi punya banyak stok itu. Jadi tak bisa dikatakan masuk jebakan batman," imbuh Razman.
Razman menambahkan, dipilihnya Ma'ruf juga menjawab atas tuduhan-tuduhan yang ditujukan kepada Jokowi soal kriminalisasi ulama dan isu anti-Islam. Razman yang juga menjadi tim kuasa hukum Habib Rizieq Syihab mengungkit soal SP3 yang kasus kliennya itu di Polda Jabar dan Polda Metro Jaya.
"Sebenarnya dengan Pak Jokowi menunjuk Ma'ruf Amin, artinya beliau memahami Islam di Indonesia itu mayoritas dan jadi Islam rahmatan lilalamin," ucap dia.
Sebelumnya, Erwin menyebut Jokowi masuk 'jebakan batman' karena menurutnya persoalan yang dihadapi Indonesia adalah masalah ekonomi. Erwin menilai Jokowi salah karena memilih cawapres dari kalangan ulama.
Menanggapi hal ini, Razman mengungkit soal profil Ma'ruf yang punya pengalaman di legislatif dan pemerintahan. Dia mengungkit disertasi Ma'ruf yang mengangkat tentang ekonomi syariah. Selain itu, menurutnya, Jokowi juga punya ahli ekonomi lain di pemerintahannya.
"Saya baru baca profil Pak Ma'ruf. Ternyata dia pernah jadi ketua fraksi golongan Islam DPRD Banten, anggota DPR, MPR, pernah wantimpres. Dan disertasi doktor beliau ialah tentang ekonomi syariah, dan sekarang fenomena yang muncul di negara kita adalah ekonomi syariah. Dan saya kira itu tinggal mengemas saja. Dan beliau, Pak Jokowi kan punya banyak orang, kan ada Bu Sri Mulyani dan lain-lain. Jadi saya kira tidak ada masalah," bebernya.
|
0 komentar:
Posting Komentar