Film Panas, Cerita Panas, Berita Viral, Artis Seksi, Cewek Montok, Video Montok, Bola, Olahraga, Politik, Peristiwa, Otomotif, Bandar Bola, Terbaik, Agen Poker Teraman, Situs Casino, Togel, Bandar Online Terpercaya

Android4d Bo Togel Bonafit Terbaik Terpercaya Terjamin Aman   Wine4d Bandar Casino Togel Sgp Hk Sydney Australia Terpercaya Terbaik
Birtoto Bandar Togel Hk Sgp Sydney Turkey Teraman Terpercaya   Birtoto2 Togel Wap Terbaik Agen Toto Mesir Singapore Sydney Hk
Rajajp Bandar Togel Agen Togel Online   Diva4d Bandar Togel Situs Togel Agen Togel
kafetoto Bandar Togel Togel Online   Pasang Iklan Anda DISINI
Birasia Bandar Bola, Poker, Casino, Terpercaya Dan Teraman   Birpoker Agen Poker Indonesia Terbaik
Divapoker Agen Poker Online   Flamingo4d Situs Togel Terpercaya
Tampilkan postingan dengan label Spa Indoneia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Spa Indoneia. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Desember 2018

Cerita Sex Terbaru Kentot Mama Karena Tak Tahan Godaan Bodynya


Cerita Sex Terbaru Kentot Mama Karena Tak  Tahan Godaan Bodynya

Cerita Sex Terbaru Kentot Mama Karena Tak  Tahan Godaan Bodynya – Bermula dua satu minggu yang lalu ketika aku tak sengaja bangun pagi sekali, sekitar pukul lima lebih sedikit. Biasanya aku baru bangun sekitar jam sembilan, kebetulan aku masuk sekolah pada siang harinya. Tapi pagi itu entah kenapa rasa kantuk langsung hilang begitu aku membuka mata. Terpaksa aku keluar dari kamar, dan kulihat suasana rumah juga masih lengang dan sepi. Ayah tentu masih tidur, begitu juga dengan Raden, adikku yang duduk di kelas 2 SMP. Mungkin ibu sudah bangun karena harus menyiapkan sarapan pagi. Akhirnya aku memutuskan untuk berenang saja, kebetulan air kolam renang biasanya hangat pada pagi hari. Aku pun berjalan menuju kolam renang di belakang rumah. Terdengar suara orang sedang berenang. Aku pun penasaran dan mencoba mendekat, cuaca yang masih remang-remang membuat sosok yang sedang berenang itu terlihat samar-samar. Tetapi begitu sosok tersebut keluar dari kolam renang, aku kini dapat melihatnya dengan jelas karena lampu di pinggir kolam renang masih nyala.

Sosok tubuh seorang wanita keluar dari kolam renang. Yang membuatku terkejut karena sosok tersebut telanjang bulat. Payudaranya yang bulat dan terlihat masih kencang begitu indah dibasahi oleh air. Dan saat sosok itu menghadap ke arahku aku bertambah terkejut, menyadari kalau sosok tersebut adalah ibuku sendiri. Tubuh ibu yang montok dan mulus berkilat terpantul oleh sinar lampu. Kemaluan ibu terlihat bersih tanpa selembar rambut yang menempel di sana. Tapi aku dapat melihat bibir kemaluan ibu yang sudah menggelambir di sisi-sisinya. Melihat sosok ibu yang telanjang bulat dengan air membasahi tubuhnya, aku hanya sibuk meneguk ludah berulang kali. Sebelumnya aku tidak mempunyai pikiran apapun terhadap ibu. Tapi menyaksikan pemandangan erotis itu tanpa terasa pikiran kotor pun terbentuk di otakku. Aku sudah biasa melihat tubuh telanjang cewek, karena aku sering bercinta dengan pacarku. Tapi tubuh telanjang ibuku memberi rangsangan lain terhadap diriku.

Umur ibuku mungkin sudah tidak muda lagi, mendekati angka 35 tahun. Namun tubuh telanjangnya seakan menegaskan ibu tak kalah menggairahkannya dengan gadis 25-an. Aku langsung buru-buru menyingkir begitu ibu menuju tempatku berdiri. Aku pergi menuju dapur, dan kulihat ibu ngeloyor pergi ke kamar mandi. Kelihatannya ibu mau membersihkan diri. Rasa penasaran yang amat sangat membuatku mencoba mengintip dari lubang kunci kamar mandi. Tapi tidak dapat kutemukan sosok ibu. Aku pun pergi ke kamar dengan sejuta perasaan yang menggunung. Tiba-tiba saja terbersit keinginan untuk bercinta dengan ibu kandungku tersebut. Dan itulah mengapa aku masih terjaga pada malam hari ini. Hampir satu minggu ini kegiatanku adalah mengintip ibu pagi-pagi di kolam renang. Semakin lama keinginan untuk bercinta dengan ibu semakin kuat. Dan malam ini adalah kesempatanku, karena kebetulan ayah sedang pergi ke luar kota (berangkat tadi sore) selama tiga hari.

Saat jam menunjukan pukul 02:00 tepat, aku pun keluar dari kamar. Suasana rumah gelap dan sepi, aku berjalan pelan-pelan takut Raden bangun karena kamarnya di sebelahku persis. Tujuanku adalah kamar ibuku yang terletak di lantai bawah. Aku berharap cemas kalau pintu kamar ibuku dikunci, tapi aku langsung tersenyum senang karena pintu kamar ibu tak terkunci. Kamar ibu gelap karena lampu tidak dinyalakan, aku menekan saklar dan ruangan kamar pun terang benderang. Sosok ibuku kutemukan di kasur sedang tidur nyenyak sekali, seperti sleeping beauty. Pakaian yang dikenakannya adalah gaun tipis berwarna pink sebatas lutut. Gairahku langsung naik melihat ibu tidur terlentang dengan gaun tipis. Tubuhnya yang mulus menerawang dari balik gaun. Celana dalam dan BH ibu pun kelihatan. Dengan hati-hati aku mendekati tubuh ibuku. Aku sejenak memandangi wajahnya yang ayu, bibirnya yang tipis dan kecil, hidung ibu yang mancung dan rambut ibu yang hitam dan pendek seleher.

Tanganku gemetaran saat mencoba meraba kaki ibu mulai dari betis sampai pahanya. Aku takut ibu terbangun, tapi kulihat ibu tidur sangat nyenyak. Kusingkap gaun ibuku sampai sebatas perut, berkali-kali aku meneguk ludah menjerit tertahan dan bertambah keras berontak merasakan kepala batang kemaluanku di ujung lubang kemaluannya. Tapi aku tak peduli, aku paksakan batang kemaluanku untuk masuk ke dalam kemaluan ibu. Karena vagina ibu belum begitu basah dan ditambah batang kemaluanku yang lumayan besar, aku kesulitan menembus kemaluan ibu. Dengan susah payah aku akhirnya berhasil memasukkan batang kemaluanku seluruhnya ke dalam liang vagina ibuku. Aku membiarkan sejenak batang kemaluanku bersemayam di kemaluan ibu. Konsentrasiku terpecah pada gerakan ibu yang semakin keras memberontak. Kedua tangan ibu berusaha memukuliku dan mencakar serta menjambak rambutku.




Kuikat kedua tangan ibuku dengan kaus singletku. Sementara mulutnya kubungkam dengan sarung bantal. Kini aku bisa berkonsentrasi penuh pada kemaluan ibu yang sudah diisi oleh batang kemaluanku. Aku bergerak maju-mundur dengan lambat karena kemaluan ibu yang tidak menerima batang kemaluanku. Tapi aku tak peduli. Gerakan ibu yang terus berontak sedikit demi sedikit membantu pergerakanku. Aku dapat merasakan nikmatnya daya cengkeram vagina ibuku, begitu kuat dan enak. Lama kelamaan kemaluan ibu mulai mengeluarkan cairan sehingga batang kemaluanku lebih leluasa bergerak keluar masuk. Aku makin bersemangat dan mempercepat gerakanku. Leher ibuku yang jenjang dan mulus kuciumi dengan penuh nafsu sementara kepala ibuku terus menggeleng tanda menolak.

Aku mencabut batang kemaluanku dari kemaluan ibu, sekilas ibu agak terdiam. Aku langsung membalikkan tubuh ibu, dan dari arah belakang aku kembali menusukkan batang kemaluanku ke lubang vagina ibuku. Pantat ibu yang bulat dan padat memberi sensasi tersendiri saat aku memasukkan batang kemaluanku. Apalagi bunyi selangkanganku yang bertemu dengan pantat ibuku, begitu indah kedengarannya. Lama menyetubuhi ibuku dari belakang tak membuatku mencapai puncak klimaks, sementara kulihat ibu sudah capai untuk memberontak dan hanya terlihat pasrah dengan wajah yang memerah berlumuran air mata. Kuterlentangkan lagi tubuh ibuku, gaun bagian atas kupelorotkan ke bagian perut. BH ibu kurenggut dan kedua payudaranya menjadi sasaranku. Puting susu ibu kuhisap-hisap seperti waktu aku masih bayi, kadang kugigit dengan lembut. Permukaan payudara ibu kujilati samapai mengkilat. Aku turun ke bawah, kali ini kembali lidahku menjilati kemaluan ibuku yang sudah basah kuyup. Lidahku keluar masuk dengan cepat, sesekali klitoris ibuku kujilati dan kugigit. Perbuatanku itu semakin membuat kemaluan ibu bertambah basah dan menarik, rupanya ibu sedikit menikmati seks oral dariku. Kurasakan pantat ibu sedikit bergoyang saat lidahku sibuk dengan kemaluannya.




Setelah puas untuk pemanasan kedua, aku kembali memasukkan batang kemaluanku lagi ke dalam lubang kemaluan ibuku. Pantatku naik-turun dengan cepat, dan batang kemaluanku pun keluar masuk tanpa kesulitan. Yang mengherankan pantat ibuku kembali bergoyang seakan-akan membantu mengimbangi gerakan naik-turun pantatku. Kedua kaki ibuku pun menekuk bertumpu pada kedua kakiku. Kulihat wajah ibu, matanya sayu dan merah, wajahnya semakin merah dan kelihatan tambah cantik serta penuh nafsu. Nafas ibuku ngos-ngosan, apalagi karena mulutnya kubungkam dengan sarung bantal. Ibuku menyadari aku sedang memandangi wajahnya, mata ibu kelihatan aneh. Ada rasa marah dan nikmat terpancar dari matanya. Iseng kucabut sarung bantal dari mulut ibuku. Kupikir ibuku akan teriak, ternyata yang keluar dari mulut kecilnya hanya desahan. Aku bertambah semangat dan langsung menciumi bibir tipis ibuku. Lidah ibuku menyelusup masuk ke mulutku begitu bibir kami bertemu. Kami berciuman lama sekali, dan pergerakan pantat kami tak juga berhenti. Bahkan kini aku dapat merasakan daya cengkeram kemaluan ibu semakin kuat, dan goyangan pantat ibu semakin keras.

Suasana ini membuatku akhirnya merasakan puncak kenikmatan yang kuinginkan. Aku menenggelamkan batang kemaluanku dalam-dalam di lubang vagina ibu saat air maniku muncrat. Tubuh ibu juga menegang dan mengejan seperti orang kena ayan beberapa kali. Kami berpelukan sesaat menikmati puncak kenikmatan dan beberapa kali batang kemaluanku merasakan berdenyutnya vagina ibuku yang basah kuyup dibanjir air maniku.

Ruangan kamar hening agak lama, aku tak juga beranjak dari tubuh ibuku. Batang kemaluanku pun masih bersemayam dengan nyaman di kemaluan ibuku. Tiba-tiba kudengar ibu berbicara. “Robby, jika kamu lakukan ini sekali.. lagi, ” suara ibu sedikit mendesah akibat kelelahan. “Ibu akan bunuh kamu, kamu mengerti..” Aku cuma tersenyum, dan mencium lembut bibir ibu dan bangkit dari tubuhnya. Kulepas ikatan di tangannya, dan dengan santai pergi dari kamar ibuku.



Share:

Sabtu, 27 Oktober 2018

Cerita Sex Terbaru Ngintip Pembantu Kesepian Lagi Masturbasi


Cerita Sex Terbaru Ngintip Pembantu Kesepian Lagi Masturbasi

Aku selalu membayangkan betapa nikmatnya hidup ini kalau aku bisa bebas melakukan keinginanku tanpa ada yang melarang, dan satu hal yang selalu kuinginkan adalah aku bisa sehari-hari hidup tanpa memakai busana, alias telanjang bulat. Dan hal ini baru dapat kulaksanakan setelah aku akhirnya memiliki rumah kontrakan sendiri.

Sejak saat itu aku selalu membiasakan diriku hidup tanpa memakai busana, dan aku hanya menutupi tubuhku dengan sarung manakala aku berada di sekitar ruangan tamu, yang memang dapat terlihat dari arah luar melalui jendela kaca yang terhalang dengan vitrage.

pembantu masturbasi
cerita sex pembantu lugu masturbasi

Namun ternyata setelah 2-3 bulan aku menjalani hidup seperti ini serasa ada yang kurang, karena segala sesuatu harus kulakukan sendiri, mulai dari mencuci baju, menyetrika, memasak air, sedangkan untuk kebutuhan makan kulakukan dengan makan di warung. Aku mulai berpikir untuk mencari pembantu yang dapat membantuku untuk melakukan kegiatan sehari-hari untuk kebutuhan hidupku.

Kemudian aku memutuskan mulai mencari pembantu yang sesuai dengan kebutuhanku. Sebelum aku melanjutkan ceritaku, aku ingin berbagi dengan para pembaca, aku adalah seorang lelaki berumur 38 tahun yang mempunyai libido yang besar, namun aku tidak suka menyalurkannya di tempat-tempat yang sering dikunjungi para hidung belang, selain takut membayangkan hal-hal yang negatif yang harus kualami, aku juga kurang menyukai perempuan yang hanya menjajakan seks karena profesi dan juga karena uang.

Dan satu hal yang aneh dalam diriku adalah aku senang dengan perempuan yang masih remaja, walaupun aku tidak menolak bila berhubungan dengan wanita yang sudah matang, karena memang dalam permainan seks, mereka jauh lebih menghanyutkan dan mengasyikkan, namun bagiku selalu menimbulkan sensasi seks yang luar biasa apabila aku membayangkan diriku sedang mencumbu seorang gadis yang masih remaja, terlebih lagi gadis yang baru tumbuh.

Pada awalnya aku mulai mencari-cari gadis yang mau menjadi pembantu di panti-panti asuhan, namun karena prosesnya berbelit-belit, akhirnya aku memutuskan mencarinya sendiri di desa-desa, karena aku tahu jauh lebih mudah mencarinya di desa daripada keluar masuk dari satu panti asuhan ke panti asuhan yang lain.

Suatu hari, singkat cerita aku mulai menjelajah di salah satu desa di daerah Wonogiri. Aku memang sengaja berburu ke daerah itu karena terkenal akan Mbok bakul jamunya, dan aku membayangkan pasti gadis-gadis di desa itu pun terbiasa untuk mengkonsumsi jamu. Tentu aroma tubuh dan bentuk tubuh mereka akan berbeda, dan yang pasti akan menimbulkan gairah seksku.

Sesampainya di desa itu, aku mulai mencari rumah Bapak Kepala Desa, yang disambutnya dengan cara yang simpatik, setelah aku menjelaskan maksud dan tujuanku. Karena aku tidak mau tanggung-tanggung, kujelaskan secara rinci apa yang kuharapkan dengan gadis pembantu yang kuinginkan. Dan kutambahkan agar calon gadis pembantuku itu juga yang suka membuat jamu serta rajin mengkonsumsinya. Tidak lupa aku juga memperkenalkan diriku kepada Bapak Kepala Desa.

“Silakan Mas Budi tunggu sebentar, nanti bapak akan panggilkan Carik Desa untuk membantu mencarinya..”

“Terima kasih Pak untuk bantuannya, tolong saja kalau bisa jangan satu orang, 4 atau 5 orang supaya saya bisa memilihnya.”

“Tanggung beres Mas..” sahutnya tak kurang simpatiknya, dan langsung saja dia memberikan perintah kepada anak buahnya melakukannya sesuai dengan permintaanku, “Gole’ke se’ng ayu sisan, ojo ngisin-ngisini..! (carikan sekalian yang cantik, jangan malu-maluin..!)” tambahnya.

Dalam hati aku berpikir, baik juga bapak kepala desa ini, yang kemudian kutahu namanya Pak Mahmud. Dan aku bertekad untuk membalas budinya bila aku memang benar-benar menemukan gadis pembantu yang cocok dengan seleraku.

Selang beberapa lama, Carik Desa itu membawa 6 orang gadis. Kupandangi satu persatu, sambil kutanyakan namanya. Sampai akhirnya pada gadis yang terakhir, aku merasa cocok dengannya, wajahnya ayu namun sifatnya pemalu, tingginya sepundakku,

tubuhnya padat berisi, kulitnya kuning langsat, lehernya sedikit jenjang, denganrambut yang terurai sebahu, dan kulihat dari samping payudaranya masih baru tumbuh, namun agak mencuat ke atas sedikit. Dia tertunduk malu saat dia menyebutkan namanya, “Sumiati..” gumamnya.

“Pak Mahmud, bagaimana kalau saya memilih Sum saja, dia cocok dengan selera saya.”

“Wah, Mas rupanya punya selera dan mata yang tajam, Bapak sudah berpikir pasti Mas akan memilihnya, karena dia memang kembang desa sini.”

“Ah Bapak bisa saja, saya hanya melihat Sum anaknya bersih, dan sepertinya rajin bekerja.”

“Monggo Mas, biar nanti Bapak yang akan menjelaskan kepada orang tuanya, dan Bapak kenal sekali dengan Bapak dan Ibunya Sum, kapan Mas Budi akan kembali ke kota..?”

“Kalau memang bisa selesai sekarang saya tidak akan berlama-lama di sini, karena masih banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan di kota.”

“Baik kalau begitu, ayo Sum, kamu bersiap-siap untuk ikut dengan Bapak ini ke kota, kamu kan sudah bertekad untuk bekerja di kota, silakan pamit kepada orangtuamu, selanjutnya biar Bapak yang akan membantumu.”

“Oh ya Pak, tolong titip sekalian untuk orangtua Sum..!” dan aku mengeluarkan 2 buah amplop yang memang sudah kusiapkan sejak aku berangkat dari rumah, “Yang satu untuk orangtua Sum, dan yang satu lagi untuk Bapak, sebagai ucapan terima kasih saya kepada Bapak yang sudah membantu saya.”

Pak Mahmud dengan gembira menerima pemberianku, sambil terbungkuk-bungkuk beliau menerimanya sambil tidak lupa berulang-ulang mengucapkan terima kasih, karena dia tahu bahwa jumlah yang diterimanya bukanlah uang yang sedikit saat dia meraba tebalnya amplop yang kuberikan.

Dalam perjalanan ke kotaku, Sum hanya tertunduk malu, dia hanya mendekap tas bawaannya yang tidak seberapa, mungkin hanya berisi beberapa potong baju, karena aku sendiri sudah mengatakan kepadanya bahwa untuk kebutuhan pakaian yang akan dikenakannya akan kubelikan setibanya di kota nanti.


Sepanjang perjalanan kucoba untuk mulai akrab dengan dirinya, sambil tidak lupa kupasang musik instrumental yang bernuansa lembut. Perlahan-lahan kebekuan itu mulai mencair, dan Sum mulai menceritakan dirinya yang baru berumur 18 tahun.

“Hmm.. cocok dengan seleraku, gadis yang masih ranum, baru tumbuh, aku membayangkan mungkin buah dadanya baru tumbuh, dan pasti puting susunya pun masih sebesar pentil, ah bagaimana dengan kemaluannya.., apakah sudah ditumbuhi rambut..?” bayangan itu membawa imajinasiku semakin melambung tinggi.

Tidak terasa penisku mulai berdenyut dan bereaksi mengikuti irama lamunanku.

“Hati-hati Pak..! Kok nyetirnya sambil melamun..” katanya menyadarkanku dari lamunanku.

“Uups..,” aku menghindar dan kurem secara mendadak saat kulihat kerbau yang melintas di tengah jalan yang kulalui.

“Uh.., untung ada Sum, coba kalau tidak.. wah.. bisa konyol kita ya..? Sum kamu nggak usah panggil Pak kepada saya, panggil saja Mas Budi..”

“Iya Pak.., eh Mas..” awalnya Sum masih canggung untuk memanggil Mas kepadaku, namun lama-kelamaan dia mulai terbiasa, walaupun sifat pemalunya masih saja kental dalam dirinya, tetapi itu justru yang menimbulkan gairahku semakin meninggi.

“Sabar.. sabar..” kataku pada diriku sendiri, aku harus memulainya dengan perlahan-lahan, jangan sampai seluruh rencanaku hancur karena terlalu terburu-buru, dan aku sudah bertekad untuk menikmati hidup ini secara perlahan-lahan.

Sesampainya di rumah kontrakanku, aku menunjukkan kamar Sum di bagian tengah, karena rumah kontrakan-ku memang hanya terdiri dari 3 kamar. Yang di depan kupakai sebagai ruang kerjaku, yang satu lagi kupakai untuk ruang tidurku. Ruang tidurku dan ruang tidur Sum dipisahkan dengan kamar mandi.

Pada saat aku mengontrak rumah ini, aku sudah merombak bagian ruang tidurku, kutempatkan lemari gantung yang bila kubuka pintunya, aku dapat melihat ke kamar mandi dengan bebas, karena aku menempatkan one way mirror berukuran 1 x 1.2 meter di dalamnya.

“Nanti saja kamu mandinya Sum, tunggu saya, saya akan keluar sebentar, kamu beres-beres rumah saja, tolong sapu dan bersihkan rumah sepeninggal saya, kamu lihat sendiri banyak debu yang harus dibersihkan.” pesan saya padanya.

“Baik Mas..” katanya lembut.

Dan Sum tanpa canggung sudah melakukan tugas yang kuberikan dengan mengambil sapu di belakang. Kupacu mobilku menuju Departemen store di kotaku, lalu aku mulai sibuk memilih beberapa t-shirt Nevada yang ketat dengan bahan yang agak tipis, beberapa celana dalam yang bentuknya seksi, 2 potong handuk berukuran sedang, serta rok pendek yang kuperkirakan hanya sebatas paha bila dikenakan oleh Sum.

Dalam perjalan pulang, aku sudah membayangkan betapa nikmatnya memandangi tubuh Sum yang dibalut dengan t-shirt tanpa BH, serta rok pendek yang dikenakan, hmm.., tidaklupa aku membelikan sabun mandi Pquito untuknya, agar tubuhnya harum. Sengaja aku tidak membelikan BH satupun untuk dirinya, karena memang aku bermaksud agar Sum tidak memakainya sepanjang hari.

Setibanya aku di rumah, kulihat Sum sedang membersihkan kaca jendela depan rumah.

“Wah.., kamu rajin sekali Sum, terima kasih, tidak salah aku memilihmu.” sapaku padanya.

“Ah Mas bisa saja, ini biasa saya lakukan kalau saya ada di rumah.” katanya sambil terus melakukan pekerjaannya tanpa memperhatikanku.

Aku masuk ke kamar Sum, dan mulai aku membongkar tasnya. Seperti dugaanku, Sum hanya membawa 2 potong rok terusan dan 1 buah kutang kecil serta 2 buah celana dalam yang terbuat dari bahan murahan. Kuambil seluruhnya dan kubungkus dengan tas plastik, lalu kusembunyikan di lemari ruang tidurku.

“Sum.. kalau kamu sudah selesai membersihkan kaca jendela, mandi dulu, kemudian siapkan makanan yang kubeli tadi.” kataku setelah menyusun rencanaku.

“Iya Mas..” sahutnya sambil tetap membersihkan kaca jendela yang tinggal sedikit lagi.

Sesaat kemudian Sum masuk ke kamarnya, dan tampaknya dia bingung mendapatkan tasnya kosong, lalu memanggil diriku sambil membawa t-shirt, rok pendek, celana dalam yang seksi dan handuk.

“Mas.. Baju Sum kemana..?” tanyanya.

“Oh.. bajumu itu tidak baik untuk dipakai di kota, Mas akan malu kalau nanti ada teman-teman Mas kesini.., jadi Sum pakai saja baju yang sudah Mas belikan untukmu ya..?”

“Tapi..?” nampaknya Sum ragu-ragu untuk melanjutkan kata-katanya.
“Tapi apa Sum..?”

“Wah Sum.. kamu kan masih kecil.., tidak perlu kamu menggunakan kutang itu, kutang itu pun sudah jelek sekali, dan itu akan menghalangi pertumbuhan buah dadamu.., sudahlah kamu pakai saja kaos yang kubelikan tadi.” kataku mencoba menjelaskan.

“Tapi Sum malu Mas.., nanti akan kelihatan..” jawabnya malu.

“Iya tidak Sum, justru akan kelihatan indah sekali kalau tubuhmu hanya dibalut dengan kaos yang kubelikan, percayalah..! Coba saja ya..? Dan kamu ganti baju yang sekarang kamu pakai, mungkin sudah bau keringat.”

Akhirnya walau dengan berat hati, Sum masuk ke kamar mandi dengan membawa t-shirt serta rok pendeknya. Tidak lupa aku menjelaskan kepada Sum bagaimana caranya menggunakan shower dan bermandi dengan air hangat, karena memang kamar mandiku tidak memakai bak mandi. Setelah dia mengerti, aku tinggalkan dirinya.

Begitu Sum masuk kamar mandi, bergegas aku pun masuk kamar tidurku untuk siap-siap melihat pemandangan yang menggairahkan. Kubuka bajuku sehingga aku telanjang bulat, dan aku mulai membuka lemari gantungku. Dan pemandangan di depan mataku membuatku terpana, jantungku berdebar-debar saat Sum mulai membuka rok terusannya, sehingga dia hanya memakai kutang kecil dan celana dalam murahan.

Libidoku mulai menaik, aku terangsang dengan pemandangan di hadapanku. Sesaat kemudian Sum membungkuk untuk membuka celana dalamnya, dan aku melengguh ketika Sum akhirnya membuka kutang kecilnya, dalam keadaan telanjang bulat tanpa sehelai benangpun.

Kulihat tubuh Sum begitu padat berisi, tubuh seorang gadis yang baru tumbuh, buah dadanya masih belum menonjol betul, hanya segenggam telapak tangan saja. Seperti bayanganku, puting susunya masih belum begitu besar, berwarna merah muda kontras dengan warna kulit tubuhnya yang kuning langsat, namun itu justru sangat menggairahkan diriku.

Perutnya rata, namun saat kulihat di bagian bawah perutnya, ugh.., nampak bagian itu agak menonjol keluar, agak gemuk sedikit. Dan yang membuatku semakin berdebar dan bernafsu, kemaluan Sum belum lagi ditumbuhi oleh bulu, masih mulus, hanya ada beberapa lembar bulu, itu pun masih bulu yang halus.

Pemandangan di depan mataku membuatku semakin melambung tinggi dalam nafsuku, tanganku mulaimemainkan penisku yang sudah berdenyut-denyut dan bereaksi sejak tadi. Secara perlahan aku mulai mengocok penisku dengan tangan kananku, sementara tangan kiriku mulai membelai-belai sekujur tubuhku mulai dari perut dan berakhir di puting susuku.

Aku semakin menggelinjang saat jari jemariku memainkan puting susuku, sensasi yang luar biasa mulai menerpaku. Tidak puas dengan keadaan itu, aku mengambil penis karet dari lemari bajuku yang berukuran tidak terlalu besar yang kubeli saat aku pergi ke luar negeri.

Sengaja aku memilih yang berukuran tidak terlalu besar yang berdiameter hanya 2 cm, kulumuri dengan baby oil, dan kuletakkan di tempat dudukku. Penis karet yang kubeli itu dapat diletakkan dengan kondisi berdiri mengacung ke atas, karena bagian bawahnya dilengkapi dengan semacam piringan.

Aku mulai menempatkan diriku dengan anusku tepat di atas penis karet itu, sementara tangan kananku masih terus memempermainkan penisku dan tangan kiriku tetap mempermainkan puting susuku, kiri dan kanan. Aku mulai mendesah saat penis karet di tempat dudukku mulai menyentuh anusku, terasa bergetar menimbulkan perasaan yang sulit kuceritakan. “Sshh.. ahh..”

Sementara di kamar mandi, Sum mulai dengan menyalakan shower, dan air yang mengalir mulai membasahi rambutnya. Lalu perlahan-lahan tangannya mulai membersihkan dirinya dengan sabun mandi, dan aku semakin larut dalam nafsuku saat tangannya mulai membersihkan ketiaknya yang belum lagi ditumbuhi bulu.

Aku semakin menggelinjang dipenuhi oleh rasa nikmat di sekujur tubuhku. Sum mulai menggosok-gosok buah dadanya dengan cairan sabun di tangannya. Matanyaterpejam saat tangannya mulai meremas-remas buah dadanya sendiri.

Entah karena rasa nikmat yang dirasakannya atau memang hanya kebiasaannya. Yang jelas pemandangan itu membuatku semakin menggila dalam nafsuku. Sum masih asyik menggosok-gosok buah dadanya tanpa menyadari bahwa aku sedang menikmati tubuhnya yang ranum dan menggairahkan itu dari sebelah kamar.

Nafsuku semakin memuncak saat kulihat Sum mengambil shower dan mulai membersihkan kemaluannya. Dengan tangan kanannya, diarahkan air yang memancur dari shower itu tepat ke arah kemaluannya. Tangan kirinya mulai menggosok-gosok kemaluannya dengan cairan sabun. Nampak Sum sepertinya menikmati apa yang sedang dilakukannya.

Bibirnya yang seperti gendewa itu mulai terbuka, dan yang lebih membuatku berdebar adalah saat Sum mulai menggosok-gosokan shower itu langsung ke bibir kemaluannya, rupanya semburan air dari shower itu menimbulkan sensasi seks dalam dirinya yang selama ini belum pernah dia rasakan, terlebih lagi saat shower itu menyentuh kelentitnya yang masih sebesar kacang.

Sum terjengkit kenikmatan.., Sum mulai menyandarkan tubuhnya di dinding berhadapan dengan One way mirror di kamarku, sehingga semakin jelas aku dapat melihat pemandangan yang menggairahkan itu. Tubuhnya melengkung ke belakang, dan tangan kirinya mulai meraba-raba buah dadanya sambil sekali-sekali meremasnya.

Aku tidak dapat membayangkan bahwasanya Sum gadis yang lugu yang baru saja datang dari desa dapat melakukan hal itu. Mungkin sensasi itu baru ditemukannya saat dia mulai menikmati guyuran air hangat dari shower yang selama ini belum pernah dia alami.

Kocokan tangan kanan di penisku mulai kulakukan semakin cepat, dan tidak henti-hentinya aku memilin puting susuku kiri dan kanan. Aku semakin bergairah saat penis karet di tempat dudukku mulai memasuki lorong kenikmatan di anusku. Otot di sekitar anusku mulai bereaksi mengejut dan mengembang. Dan saat aku menurunkan tubuhku, penis karet itu masuk semakin dalam, gairahku memuncak.

Dan ketika seluruh penis karet sepanjang 12 cm itu menghunjam bagian belakang tubuhku, aku melengking, “Aaahh..!” baru kali ini aku merasakan hal itu, karena biasanya memang hanya sebatas ujungnya saja yang kumasukkan ke dalam anusku, hanya untuk menambah rasa nikmat saat aku beronani.

Kugoyangkan pantatku sedimikian rupa sehingga aku dapat merasakan penis karet itu berputar di dalamnya, sungguh menimbulkan rasa nikmat yang tiada taranya, dan tanganku tetap bermain dengan penis dan puting susuku.

Kulihat Sum mulai mempermainkan puting buah dadanya yang mengeras dengan jarinya sambil sesekali meremas buah dadanya. Sementara dengan tangan kanannya, shower itu tetap digesek-gesekkan ke kelentitnya. Tiba-tiba tubuh Sum melengkung ke depan, dan kulihat kedua pahanya menjepit shower dan tubuhnya bergetar.

Ah.., dia orgasme. Bayangkan.., gadis lugu dari desa berumur 18 tahun melakukan masturbasi sampai orgasme di kamar mandiku, sementara di sebelah kamar, aku menikmatinya sambil beronani juga. Kupercepat dan kupercepat kocokan tanganku di penisku, sampai akhirnya aku merasakan ada sesuatu yang akan meletup dan meledak dari dalam tubuhku.

Dan akhirnya, “Cret.. cret.. cret..” 7 kali semburan kurasakan air maniku tertumpah dari saluran penisku menyembur membasahi tempat dudukku dan pahaku, yang menimbulkankenikmatan yang tiada taranya, disertai dengan otot anusku yang mengejut memilin penis karet yang ada di dalamnya. Aku terduduk lemas sambil tetap melihat Sum yang mulai mengeringkan tubuhnya dengan handuk.

Agh.. aku membayangkan betapa nikmatnya kalau aku dapat menggumuli tubuh Sum yang masih ranum itu, namun aku masih mempunyai rencana lain, aku akan meletakkan penis karetku di kamar mandi suatu saat nanti. Dan aku mengharapkan dapat menikmati pemandangan yang lebih menggairahkan lagi saat aku membayangkan Sum akan bermain-main dengan penis karet itu.

Cepat-cepat kubereskan tempat dudukku, aku terjengkit dengan rasa nikmat saat kutarik penis karet dari anusku. Kubersihkan air maniku dengan tissue, dan saat aku keluar dari kamarku, kuterpana dan gairahku muncul kembali ketika melihat Sum dengan rambut yang tergerai tersisir rapi memakai t-shirt dan rok pendek yang kubelikan.

Tubuhnya yang padat berisi, dengan buah dadanya yang baru tumbuh, tercetak dengan jelas pada t-shirt yang ketat, nampak puting susunya masih mengeras, menimbulkan pemandangan yang menggairahkan bagi diriku.

“Gimana mandinya Sum.., enak..? Sudah segar kan..? Ayo atur makan, kita makan, aku sudah lapar..!”

“Iya Mas.., segar, terima kasih..”

“Wow.., kamu cantik sekali dengan baju barumu Sum, pasti banyak laki-laki yang menginginkanmu..”

“Aah Mas bisa saja..” katanya tersipa dan Sum tertunduk malu.

Saat kutulis cerita ini, aku masih dengan keadaan telanjang bulat sambil mempermainkan penisku, sementara Sum sedang mempersiapkan makan siang untukku, tentunya dengan tubuhnya yang terbalut t-shirt yang ketat dan rok yang pendek sebatas paha.

Sesekali kutengok dia, dari one-way mirror di kamar kerjaku, dan pemandangan yang paling kusuka adalah saat dia harus membungkuk, aku bisa melihat celana dalam yang seksi, berbentuk segitiga kecil membelah buah pantatnya, menerus ke depan ke arah bibir kemaluannya.

Ada komentar dan idea..? Supaya aku bisa melanjutkan apa yang harus kulakukan dengan Sum, supaya hidupku lebih bergairah lagi.

TAMAT



Share:

Rabu, 05 September 2018

Liga Inggris Nyaris Kehilangan Kaki, Luke Shaw Bangkit karena Mourinho

Liga Inggris Nyaris Kehilangan Kaki, Luke Shaw Bangkit karena Mourinho


MANCHESTER - Pemain Manchester United dan timnas Inggris Luke Shaw mengungkapkan hampir kehilangan kakinya saat menghadapi PSV Eindhoven di Grup B Liga Champions 2015/2016. Dia ditandu dan dibawa kerumah sakit setelah pemain PSV, Hector Moreno melakukan tekelan keras yang membuat kakinya patah.

Dalam pertandingan itu, Shaw yang berposisi sebagai bek kiri kerap merangsek ke jantung pertahanan lawan guna menambah daya gedor timnya. Dia selalu berhasil melewati dua-tiga pemain lawan. Langkah Shaw akhirnya terhenti ketika laga memasuki menit ke-15. Moreno mengganjal lajunya, yang menyebabkan kakinya patah.

Dia menjelaskan, kejadian itu merupakan momen yang paling sulit baginya. Cedera itu nyaris membuatnya gantung sepatu atau pensiun dari dunia sepak bola.

"Saat saya bermain di Belanda melawan PSV Eindhoven, saya mengalami banyak masalah dengan kaki saya. Itu momen yang sangat sulit dalam karier saya. Tidak ada yang tahu, tetapi saya benar-benar hampir kehilangan kaki. Saya tidak pernah tahu itu sampai enam bulan kemudian ketika dokter memberi tahu saya," kata Shaw dikutip dari ESPN, Rabu (5/9/2018)



"Pada saat itu, mereka berpikir tentang menerbangkan saya kembali ke Inggris. Jika saya akan terbang kembali, saya mungkin akan kehilangan kaki saya karena darah sudah membeku di kaki saya. Itu nyaris membuat saya pensiun," kenang pemain berpostur 185 cm tersebut.

"Saat itu saya tidak ingin mengetahui apa yang sedang terjadi dan membicarakannya terlalu banyak - dua bekas luka di sisi kakiku di mana mereka harus memotongnya terbuka dan menariknya keluar sehingga darah bisa keluar karena betapa parahnya cedera itu," beber mantan pemain Southampton tersebut.

Shaw pada pekan lalu masuk dalam daftar skuat Inggris untuk pertama kalinya dalam 18 bulan untuk pertandingan UEFA Nation League (Liga Bangsa-Bangsa) untuk menghadapi Spanyol, Sabtu (8/9/2018).


Dipanggil memperkuat Inggris merupakan awal yang kuat untuk musim ini. Di mana dia bermain setiap menit dari empat pertandingan pembukaan United setelah berjuang untuk masuk ke timnas pada musim lalu setelah sebelumnya pelatih United, Jose Mourinho kerap mengecam sikap Shaw.

Shaw percaya Mourinho benar telah mengkritik dia dan mengatakan pelatih asal Portugal telah menjadi kunci untuk kebangkitannya mendapat tempat di timnas.

Ditanya tentang bagaimana dia diperlakukan Mourinho, Shaw mengatakan: "Saya pikir dia frustrasi dengan saya karena dia tahu saya bisa berbuat lebih baik. Ketika saya kembali dipanggil timnas, ternyata Mourinho merupakan orang di balik keberhasilan saya. Dia benar telah mengkritik saya sehingga saya bisa menemukan performa terbaik saya."


Share:


BANDAR TOGEL ONLINE TERAMAN & TERPERCAYA


NAMA BO PASARAN TUTUP RESULT MINIMAL DP&WD TEMPAT DAFTAR
WINE4D Singapore
Hongkong
Sydney
+7Pasaran
17:15
22:00
12:45
WIB
17:45
23:00
14:00
WIB
DP:50rb
WD:50rb
Klik Disini
BIRTOTO Singapore
Hongkong
Sydney
+7Pasaran
17:15
22:00
12:45
WIB
17:45
23:00
14:00
WIB
DP:50rb
WD:50rb
Klik Disini
BIRTOTO2 Singapore
Hongkong
Sydney
+7Pasaran
17:15
22:00
12:45
WIB
17:45
23:00
14:00
WIB
DP:50rb
WD:50rb
Klik Disini
KAFETOTO Singapore
Hongkong
Sydney
+5Pasaran
17:15
22:00
12:45
WIB
17:45
23:00
14:00
WIB
DP:50rb
WD:50rb
Klik Disini
ANDROID4D Singapore
Hongkong
Sydney
+7Pasaran
17:15
22:00
12:45
WIB
17:45
23:00
14:00
WIB
DP:50rb
WD:50rb
Klik Disini
RAJAJP Singapore
Hongkong
Sydney
+5Pasaran
17:15
22:00
12:45
WIB
17:45
23:00
14:00
WIB
DP:50rb
WD:50rb
Klik Disini
DIVA4D Singapore
Hongkong
Sydney
+4Pasaran
17:15
22:00
12:45
WIB
17:45
23:00
14:00
WIB
DP:50rb
WD:50rb
Klik Disini
FLAMINGO4D Singapore
Hongkong
Sydney
+1Pasaran
17:15
22:00
12:45
WIB
17:45
23:00
14:00
WIB
DP:50rb
WD:50rb
Klik Disini

Copyright © Film Panas, Cerita Panas, Berita Viral, Artis Seksi, Cewek Montok, Video Bokep, | Blogger Design by Rio Ferdinand |