LONDON - Seorang sniper SAS (Special Air Service) Inggris membunuh seorang komandan ISIS dari jarak 1,1 mil (1,7 km) dengan satu tembakan. Tembakan jitu itu dianggap sebagai jarak terjauh yang pernah dilesatkan anggota pasukan khusus Inggris.
Penembakan yang menewaskan komandan kelompok Islamic State atau ISIS itu terjadi di Afghanistan. Pentolan kelompok ekstremis yang dibunuh itu sudah masuk daftar target militer Amerika Serikat dan Inggris.
Mengutip lapaoran Daily Star, semalam (12/8/2018), sniper yang merupakan sersan dan veteran perang di Irak dan Suriah membunuh teroris dengan satu putaran dari senapan mesin kaliber .50. Laporan itu tidak merinci tanggal dan lokasi penembakan.
Senjatanya dilaporkan telah dinonaktifkan dan dikirim kembali ke Hereford untuk menandai tembakan yang luar biasa.
Baca Juga : Gadis Kampung Tertipu & Akhirnya Hilang Keperlawanan
Baca Juga : Artis Indonesia yang Berhasil Di Rekam Bermain Cinta
Baca Juga : Cerita Misteri Aneh Rumah Bordil Super Mewah Di Indonesia
Baca Juga : Artis Indonesia yang Berhasil Di Rekam Bermain Cinta
Baca Juga : Cerita Misteri Aneh Rumah Bordil Super Mewah Di Indonesia
Sumber internal militer Inggris mengklaim bahwa tembakan jitu itu tercatat sebagai tembakan terpanjang yang pernah dilakukan oleh anggota pasukan elite.
"Senapan kaliber .50 memiliki rentang fenomenal dan sangat akurat meskipun (berumur) hampir 40 tahun," kata sumber tersebut.
"Sniper itu memasang penglihatan khusus ke senapan mesin dan mendapat pengintaian untuk memperkirakan kecepatan angin," lanjut dia.
"Dia juga memperhitungkan panasnya siang dan cahaya. Citra targetnya cukup 'berair' karena panas yang dilepaskan dari darat."
Baca Juga : Kumpulan Wanita Seksi, Montok yang lagi Hits Di Indonesia
Baca Juga : Cristiano Ronaldo Memiliki Banyak Wanita Seksi Di Dalam Rumah
Baca Juga : Aplikasi Hp yang Bisa Melihat Manusia Tanpa Busana Alias Bugil
Baca Juga : Cristiano Ronaldo Memiliki Banyak Wanita Seksi Di Dalam Rumah
Baca Juga : Aplikasi Hp yang Bisa Melihat Manusia Tanpa Busana Alias Bugil
"Komandan Islamic State sedang memberi pengarahan kepada orang-orangnya dan jelas menyukai suara suaranya sendiri karena dia berdiri diam selama sedikitnya 20 menit sementara para petempurnya duduk di tanah di depannya," imbuh sumber itu.
Para anggota ISIS berlarian setelah komandan mereka tewas seketika oleh tembakan jarak jauh itu.
Departemen Pertahanan Inggris menolak berkomentar. "Kami tidak mengomentari operasi pasukan khusus," kata departemen itu dalam pernyataan singkat.
|
0 komentar:
Posting Komentar