Bakal calon Wakil Presiden pada Pemilu 2019 mendatang, Sandiaga Uno, tersenyum mendengar hasil survei LSI Denny JA yang merilis pasangan calon Jokowi-Ma'ruf Amin ungguli Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Keunggulan itu di antaranya pada kantong massa emak-emak.
"Saya harus kerja lebih keras lagi. Terima kasih survei. Perjuangan kita masih delapan bulan ke depan," ujar Sandiaga usai solat Idul Adha di Monumen Perjuangan Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu 22 Agustus 2018.
Menurut mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini, dia telah melihat potensi untuk meraih suara emak-emak yang diklaim saat ini lebih banyak memilih Jokowi-Ma'ruf Amin.
"Yang menarik, ekonomi isu utama kita, ada tawaran ekonomi menarik untuk milenial dan emak-emak," tegasnya.
Sandi tidak mempermasalahkan hasil survei yang memposisikan dirinya dan Prabowo di bawah Jokowi-Ma'ruf Amin. Menurutnya masyarakat saat ini sudah semakin cerdas dalam memilih pemimpin.
"Masyarakat pandai, lebih bisa melihat apa yang dirasakan. Ya seperti itu tergantung bagaimana kedekatan kita. Survei tahun awal demokrasi kita digunakan untuk itu," ucapnya.
Selain itu Sandi mengakui isu ekonomi akan menjadi bagian dari proxy war. "Proxy war kan masuk dalam konteks ekonomi juga, bahwa negara dibuat tak berdaya karena ekonominya dilemahkan, lapangan kerja tidak diciptakan. Beban hidup semakin berat. Itu bagian dari perang yang enggak simetris lagi," paparnya.
0 komentar:
Posting Komentar