Serangan Bom Bunuh Diri di Pakistan, 5 Insinyur China Terluka
Setidaknya enam orang mengalami luka akibat serangan bom bunuh diri di Pakistan. Tiga di antara korban merupakan warga negara (WN) China.
Dilansir AFP, Minggu (12/8/2018), peristiwa ini terjadi di wilayah Dalbandin, Provinsi Balochistan. Ketiga WN China tersebut ialah insinyur yang bekerja di sebuah proyek pertambangan di wilayah tersebut.
Pejabat pemerintah dan polisi setempat mengatakan keenam korban terdiri dari tiga WN China, dua tentara paramiliter, dan sopir bus.
"Penyerang, menunggu di sebuah truk kecil di sepanjang rute... (diledakkan) kendaraan ketika bus yang membawa insinyur China mendekati dia," kata Dostain Dashti, seorang perwira polisi senior di wilayah itu.
Muhammad Ibrahim, sopir bus yang terluka mengatakan dirinya telah menghindari kerugian besar dengan membanting rem sebelum bus menabrak kendaraan penyerang.
"Seluruh bus akan terbakar jika saya tidak menggunakan rem," katanya kepada AFP dari tempat tidurnya di rumah sakit.
Pejabat senior pemerintah setempat, Saifullah Khaitran, mengatakan semua korban terluka dalam kondisi stabil.
Balochistan adalah rumah bagi pemberontakan etnis lama yang bertujuan mencari kontrol yang lebih besar atas sumber daya mineral yang melimpah di provinsi itu.
Para insinyur sedang mengerjakan proyek Saindak, kata Khaitran, sebuah usaha patungan antara Pakistan dan China untuk mengekstraksi emas, tembaga, dan perak dari daerah dekat perbatasan Iran.
Pemberontak etnis Baloch kemudian mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu.
"Kami menargetkan bus ini yang membawa insinyur China," kata juru bicara untuk Balochistan Liberation Army (BLA), Jihand Baloch, kepada AFP melalui telepon.
"Kami menyerang mereka karena mereka mengambil emas dari wilayah kami, kami tidak akan mengizinkannya," sambungnya.
Balochistan adalah yang terbesar dari empat provinsi yang ada di Pakistan. Wilayah ini berbatasan dengan Iran dan Afghanistan. Banyak penduduk Balochistan telah lama mengeluh karena merasa tidak menerima bagian yang adil dari kekayaan mineralnya.
Pakistan menuduh negara tetangganya, India, mendanai dan mempersenjatai separatis Baloch, dan menargetkan proyek-proyek pembangunan di provinsi itu.
|
0 komentar:
Posting Komentar