Bakal calon wakil presiden periode 2019-2024 Sandiaga Uno meminta agar pernyataannya terkait kabar pemberian mahar politik untuk parpol pendukung Prabowo Subianto tak diubah.
Pemberitaan salah satu media menyebutkan Sandi mengaku telah memberikan mahar kepada dua partai politik yakni PKS dan PAN, masing-masing Rp500 miliar.
Namun, Sandi langsung pemberitaan tersebut. Dia menyebut pernyataannya dapat dibuktikan melalui rekaman dan transkrip wawancara yang ia miliki.
"Sangat benar. Lihat saja transkripnya. Saya enggak perlu ngulangin," kata Sandi kepada awak media usai menghadiri pembukaan Festival Jakarta Great Sale 2018 di One Belpark Mall, Jakarta, Minggu (12/8).
Menurut Sandi, pemberitaan tersebut memelintir pernyataan yang ia sampaikan. Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu lalu meminta pernyataannya tak lagi diganti-ganti.
"Ya, kalau mau belok-belok kiri kanan boleh, tapi jangan lari dari transkrip. Saya enggak pernah ngomong gitu. Tapi, saya bilang sudahlah, ini kan pilpres yang mempersatukan. Let's be friends, let's unite," tutur Sandi.
Kabar mahar ini santer beredar lantaran politikus Partai Demokrat Andi Arief mengungkap kronologi Sandi membeli partai politik dengan menggelontorkan uang sebesar Rp500 miliar.
Andi Arief menyatakan dirinya siap dipolisikan terkait cuitannya mengenai dugaan mahar Rp500 miliar yang disebutnya digelontorkan Sandiaga Uno untuk 'membeli' PKS dan PAN.
Dia memberikan penjelasan bahwa tudingan Jenderal 'Kardus' dalam cuitannya terdahulu adalah berdasarkan pertemuan para petinggi koalisi dengan Gerindra pada 8 Agustus.
Andi menuturkan masalah mahar itu diperolehnya dari tim kecil Gerindra, yakni Fadli Zon, Sufi Dasco Ahmad dan Prasetyo Hadi.
0 komentar:
Posting Komentar