Film Panas, Cerita Panas, Berita Viral, Artis Seksi, Cewek Montok, Video Montok, Bola, Olahraga, Politik, Peristiwa, Otomotif, Bandar Bola, Terbaik, Agen Poker Teraman, Situs Casino, Togel, Bandar Online Terpercaya

Android4d Bo Togel Bonafit Terbaik Terpercaya Terjamin Aman   Wine4d Bandar Casino Togel Sgp Hk Sydney Australia Terpercaya Terbaik
Birtoto Bandar Togel Hk Sgp Sydney Turkey Teraman Terpercaya   Birtoto2 Togel Wap Terbaik Agen Toto Mesir Singapore Sydney Hk
Rajajp Bandar Togel Agen Togel Online   Diva4d Bandar Togel Situs Togel Agen Togel
kafetoto Bandar Togel Togel Online   Pasang Iklan Anda DISINI
Birasia Bandar Bola, Poker, Casino, Terpercaya Dan Teraman   Birpoker Agen Poker Indonesia Terbaik
Divapoker Agen Poker Online   Flamingo4d Situs Togel Terpercaya

Senin, 05 Agustus 2019

Permainan Panas Dengan Ibu Dosen

Permainan Panas Dengan Ibu Dosen

Permainan Panas Dengan Ibu Dosen


Cerita ini berawal pada waktu itu saya lagi kuliah di semester V di salah satu PTN di Bandung (tepatnya Kampus yang di Sumedang). Ceritanya ketika itu saya lagi putus dengan pacarku dan memang ia tak tahu diri, telah dicintai malahan bertindak, alhasil dari cerita cintaku hanya berumur 2 tahun saja. Waktu itu saya tinggal berlima dengan sahabat satu kuliah juga, kita tinggal serumah atau ngontrak satu rumah untuk berlima. Kebetulan di rumah itu cuma saya yang laki-laki. Awalnya saya bilang sama kakak perempuanku, “Telah, saya pisah rumah saja atau kos di daerah”, tetapi kakakku ini saking sayangnya padaku, ya aku tak dibolehkan pisah rumah. Kita malahan tinggal serumah dengan tiga sahabat wanita kakakku.

Ada satu diantara mereka telah jadi dosen tetapi di Universitas lain di sekitar kampusku, Ibu Yuli namanya. Kita seluruh memanggilnya Ibu maklum telah usia 40 tahun tetapi belum juga menikah. Ibu Yuli menanya, “Eh, lu belakangan ni kok suka banget ngelamun sih, hayo ngaku ngelamun apa? Jangan-jangan kamu ngelamun hal itu..”
“Itu apanya Bu?” tanyaku.

Memang dalam kesehari-harianku, Ibu Yuli tahu sebab saya acap kali juga curhat sama ia sebab ia telah kuanggap lebih tua dan tahu banyak hal. Saya mulai cerita,
“Tahu nggak persoalan yang kuhadapi? Kini saya baru putus sama pacarku”, kataku.
“Oh.. gitu ceritanya, pantesan aja dari pekan kemarin murung aja dan acap kali ngalamun sendiri”, kata Ibu Yuli.




Itu dekatnya saya sama Ibu Yuli hingga suatu waktu saya mengalami kejadian ini. Entah mengapa saya tak sengaja telah mulai ada perhatian sama Ibu Yuli. Waktu itu tepatnya siang-siang semuanya pada kuliah, saya sedang sakit kepala jadinya saya tidak hadir dari kuliah. Siang itu pas jam 11:00 siang ketika saya bangun, eh agak sedikit heran kok masih ada orang di rumah, lazimnya bila siang-siang bolong demikian ini telah pada nggak ada orang di rumah tetapi kok hari ini kayaknya ada sahabat di rumah nih. Saya pergi ke arah dapur.

“Eh Ibu Yuli, nggak ngajar Bu?” tanyaku.
“Kau kok nggak kuliah?” tanya ia.
“Habis sakit Bu”, kataku.
“Sakit apa sakit?” goda Ibu Yuli.
“Ah.. Ibu Yuli dapat aja”, kataku.
“Telah makan belum?” tanyanya.
“Belum Bu”, kataku.
“Telah Ibu Masakin aja sekaligus sama kau ya”, katanya.

Dengan cekatan Ibu Yuli memasak, kita malahan seketika makan berdua sambil ngobrol ngalor ngidul hingga-hingga kita membahas cerita yang agak beraroma seks. Kukira Ibu Yuli nggak menyukai yang namanya cerita seks, eh tau-taunya ia membalas dengan cerita yang lebih hot lagi. Kita malahan telah kian jauh ngomongnya. Pas ketika itu saya ngomongin perihal perempuan yang telah lama nggak menikmati kekerabatan dengan lain jenisnya.

“Apa masih ada gitu kemauannya untuk itu?” tanyaku.
“Nikmat aja, emangnya nafsu itu ngenal umur gitu”, katanya.
“Oh bila gitu Ibu Yuli masih punya harapan dong untuk ngerasain bagaimana kekerabatan dengan lain variasi”, kataku.  PREDIKSI TOGEL JITU  SEMUA PASARAN
“So pasti dong”, katanya.
“Lalu bersama siapa Ibu untuk itu, Ibu kan belum menikah”, kataku sambil merasakan enaknya nyeletuk.
“Aku bakal setuju kok”, kataku kembali dengan sikap acuh tak acuh sambil kulihat wajahnya. Ibu Yuli agak merah pudar entah apa yang membawa keberanianku kian membludak dan entah kapan mulainya saya mulai membatasi tangannya. Dengan sedikit agak gugup Ibu Yuli linglung sambil menarik kembali tangannya, dengan sedikit usaha saya seharusnya merayu terus hingga ia benar-benar bersedia mengerjakannya.
“Okey, sorry ya Bu, saya telah terlalu lancang kepada Ibu Yuli”, kataku.
“Nggak, saya kok yang salah mengawalinya dengan meladenimu bicara soal itu”, katanya.

Dengan hatiku yang begitu gembira, kupegang lagi tangannya yang lembut sambil mendekatkannya. Dengan lembut kukecup keningnya. Ibu Yuli terbawa dengan kondisi yang kubuat, ia menutup matanya dengan lembut. Juga kukecup sedikit di bawah telinganya dengan lembut sambil kubisikkan, “Saya sayang kau, Ibu Yuli”, tetapi ia tak menjawab sedikitpun.

Dengan agak ragu, kudekati bibirku ke bibirnya. Cup.. dengan seperti itu lembutnya saya merasa kelembutan bibir itu. Aduh lembutnya, dengan cekatan saya telah menarik tubuhnya ke rangkulanku, dengan sedikit agak bernafsu kukecup lagi bibirnya. Dengan sedikit terbuka bibirnya menyambut dengan lembut. Kukecup bibir bawahnya, eh.. tanpa kuduga ia balas kecupanku. Kans itu tak kusia-siakan. Kutelusuri rongga mulutnya dengan sedikit kukulum lidahnya. Kukecup, “Aah.. cup.. cup.. cup..” ia juga mulai dengan nafsunya yang membara membalas kecupanku, ada sekitar 10 menitan kami mengerjakannya, tetapi kali ini ia telah dengan mata terbuka. Dengan sedikit ngos-ngosan kayak habis kerja keras saja.  PREDIKSI TOGEL JITU  SEMUA PASARAN

“Aah.. jangan panggil Ibu, panggil Yuli aja ya!
Kubujuk Ibu Yuli, “Yuli, yuk main ke kamarku!”.

Dengan sedikit agak terkejut juga tetapi tanpa konfrontasi yang berarti kutuntun ia ke kamarku. Kuajak ia duduk di tepi daerah tidurku. Saya telah tak bendung lagi, ini saatnya yang kutunggu-tunggu. Dengan pelan kubuka kacing pakaiannya satu persatu, dengan lahapnya kupandangi tubuhnya. Ala mak.. cantiknya tubuh ini, kok nggak ada sih laki-laki yang kepengin untuk mencicipinya. Dengan sedikit membungkuk kujilati dengan telaten. Pertama-tama belahan gunung kembarnya. “Ahh.. sshh.. teruskan Ji”, kata Ibu Yuli yang sudah tak tahan lagi, BH-nya kulepaskan dan terbentanglah dua buah kembar yang sintal ukuran 34 B. Kukecup ganti-gantian, “Aah.. ssh..” dengan sedikit agak ke bawah kutelusuri sebab ketika itu ia pas mengaplikasikan celana pendek yang kainnya agak tipis dan celananya juga tipis, kuelus dengan lembut, “Aah.. saya juga telah mulai terstimulasi.

Kusikapkan celana pendeknya hingga terlepas sekalian dengan celana dalamnya, hu.. menawannya gundukan yang mengembang. Dengan lembut kuelus-elus gundukan itu, “Aah.. uh.. ssh.. Biji kau kok trampil sih, saya juga telah nggak bendung lagi”, sesungguhnya memang ini ialah pemula bagi saya, eh ternyata Yuli juga telah kepengin membuka celanaku dengan sekali tarik aja terlepas telah celana pendek sekalian celana dalamku. “Oh.. besar benar-benar”, katanya. Kaprah-kaprah 18 cm dengan diameter 2 cm, dengan lembut ia mengelus zakarku, “Uuh.. uh.. shh..” dengan akurat saya berubah posisi 69, kupandangi sebentar gundukannya dengan pasti dan lembut. Saya mulai menciumi dari pusarnya terus turun ke bawah, kulumat kewanitaannya dengan lembut, saya berupaya memasukkan lidahku ke dalam lubang alat kelaminnya, “Aah.. uh.. ssh.. terus Biji”, Yuli mengerang. “Saya juga nikmat Yuli”, kataku.





Dengan lembut di gilas habis kepala kemaluanku, di jilati dengan lembut, “Assh.. oh.. ah.. Yuli terus sayang”, dengan lahap juga kusapu seluruh dinding lubang alat kelaminnya, “Aahk.. uh.. ssh..” sekitar 15 menit kami mengerjakan posisi 69, telah kepengin mencoba yang namanya bersetubuh. Kurubah posisi, kembali memanggut bibirnya.

Telah terasa kepala kemaluanku mencari sangkarnya. Dengan dibantu tangannya, diberi tuntunan ke lubang kewanitaannya. Perlahan-lahan kusorong bokongku, “Aahh.. sshh.. -pelan-pelan Biji, aku masih gadis”, katanya. “Haa..” saya terkejut, benar rupa-ternyata ia masih suci. Dengan sekali dorong lagi telah terasa licin. Blesst, “Aahk..” teriak Yuli, kudiamkan sejenak untuk menghilangkan rasa sakitnya, sesudah 2 menitan lamanya kumulai menarik lagi batang kemaluanku dari dalam, terus kumaju mundurkan. Mungkin sebab baru pertama kali cuma dengan waktu 7 menit Yuli.. “Aakh.. ushh.. ussh.. ahhkk.. saya berkeinginan keluar Biji”, katanya. “Tunggu, saya juga telah berkeinginan keluar akh..” kataku. Tiba-tiba menegang telah lubang alat kelaminnya menjepit batang kemaluanku dan terasa kepala batang kemaluanku disiram sama air surganya, membuatku tak kuat lagi memuntahkan.. PREDIKSI TOGEL JITU  SEMUA PASARAN

“Crot.. crot..” spermaku banyak muncrat di dalam vagina. “Aakh..” saya lemas habis, saya tergolek di sampingnya. Dengan lembut ia kecup bibirku, “Kau menyesal Biji?” tanyanya. “Ah nggak, kitakan sama-sama berkeinginan.” Kami kencang-kencang berberes-beres agar tak ada kecurigaan, dan semenjak kejadian itu saya acap kali bermain cinta dengan Ibu Yuli hal ini tentu saja kami lakukan jikalau di rumah sedang sepi, atau di daerah penginapan kalau kami telah sedang kebelet dan di rumah sedang ramai. semenjak kejadian itu pada diri kami berdua mulai bersemi bibit-bibit cinta, dan sekarang Ibu Yuli menjadi pacar gelapku.
Baca Juga:

https://linktr.ee/daftartoto






Share:

Bercumbu Dengan Guru Ditengah Hujan

Bercumbu Dengan Guru Ditengah Hujan

Bercumbu Dengan Guru Ditengah Hujan


Namaku Bambang & umum dalam panggil raka Bams sama istri serta juga sahabat-temanku. Dikala ini aku sudah menikah dan pertama berbuat 8 bulanan belum seluruh satu tahun dan abdi belum mempunyai si kecil asuh olehkarena itu istriku masih berkeinginan berasa pacaran katanya, & saya menyanjung-nyanjung permintaaanya beserta jalan mendiamkan ia menggunakan instrumen kontrasepsi apalagi aku waras jika kami berpacaran seharga sepanjang 5 kalendar.

Akan tapi pas memastikan untuk mengikat ternyata mengapa tapi saya memang menghindari timbul ketimbang permaianan adegan sebagaimana di kecek seks 17 tahun pada luar terkocok. Usiaku baru menginjak 25 tahun tetapi istriku 24 tahun kamipun berprofesi di daerah yang serupa, dan kadang selama itu kami ketemuan dalam daerah kerja hal yang demikian. Karena hal yang demikian banyak fren pangkalan kami yang telah umum mengenal bahwa kami benar-benar selaras daerah hati.

Sekarang aku tinggal pada rumah Melalui istriku bertepatan dengan ke-2 orang-orang tuanya dan wahid orang ari perempuannya Tia namanya. Ia masih seorang mahasiswi SMA dan telah famili 3, Tya seorang putri yang pendiam juga dilihat dari wajahnya ia memang semakin menawan ketimbang kakaknya merupakan istriku. Corak kulitnya aja Melalui rontok dengan Tya yang punya corak risa putih berseri.

Berbeda dengan istriku mempunyai kulit asfar langsat turun dari risa ayahnya, meski Tya nurun ketimbang mamanya. Ke-2 mertuaku mempunyai sebuah minimarket yang semestinya jauh dari rumah, mereka berdua menyuruh otonom daerah usaha itu. Oleh karena itu pulangnya senantiasa padu malam, sebab itu itu meminta saya dengan Dengan tinggal bersama mereka agar dapat positif dalam keluarganya.





Sebagaimana halnya menyiapkan alas perut karena kadang keluarga mertuaku bukan memakai jasa budak. Seperti layaknya mempelai baru kamipun acap kali melakukan adegan diantaranya dalam cerita seks 17 tahun jika ada ruang, cantik itu sepulang ketimbang kantor ataupun baru dari pola kencang. Apalagi kalau silam hari tak ada waktu yang terdepak bagi aku dan pula istriku Melalui ia konsisten menuruti vitalitas sexku yang benar-benar gede.

Terlintas walhasil tatkala mengambil usia 4 bulan perkanikahan kita istriku perih, entah mengapa ia senantiasa menanggung pendarahan yang berlangsung sanksi daur haid yag tak tertib, kami sudah temu muka di dalam dokter serta akibatnya istriku seharusnya turun main lebih-lebih dahulu. Walhasil agenda bukan ingin saya kudu dingin lepas dari berperilaku kaul sex bersamanya.

Melainkan serupa laki2 yang benar-benar menjulung daya seksualitasnya, akupun acap berkeinginan menjalankannya namun secara sapa saya sendiri tak tahu. Sampai pada uni tarikh dikala berada di wisma bertepatan hari hal yang demikian perian ahad dan aku berpunya dalam rumah beserta Tya adik iparku. Walaupun Dengan menolong mertuaku memelihara minimarket hal yang demikian, hakekatnya Tya juga kerap kali menolong namun tatkala ini ia sejumlah kalau hendak jalan membarengkan temannnya.   PREDIKSI TOGEL JITU  SEMUA PASARAN


Tetapi sebelum ia sirna abdi berada pada pokok belakang, saya lumayan merespons kalkun yang saya pelihara seperti Tya yang saaat itu sedang melenyapkan sepatunya. Saya bajunya yang mini dan super tertib membikin pipih tubuhnya seperti itu terang tampil, hingga-hingga aku merasa kontolku turut turun di dalam serawal dalamku dan akupun acap kali menggondol ranggul padanya.

Ia observasi Tya berdiri akupun lekas memeperhatikan burungku, & tanpa saya sadari suku kami baku sangkut. Tyapun rontok tewas pas di atas tubuhku, dengan cocok aku lantas memeluk tubuhnya “OOouuwww… maaf mas…” Ia nampak segan tetapi uniform berada dalam atas tubuhku olehkarena itu tanganku seperti itu memasuki memeluknya, seperti umum kontolkupun tiru berdaya upaya di dalam celana.

Saat saya cuma menggunakan celana bebas jadilah kontolku seperti itu mendetail dirasa oleh paha Tya yang menumpang pada selangkanganku. Dan entah siapa yang mengawali kamipun saling beradu tanding di dasar selasar satu hari setelah hari ini itu, aku dekap erat leher tamat Tya jadi ia bukan dapat bergerak saya patah bibirnya dengan lembut khususnya saya mainkan lidahku pada rongga mulutnya.

Dikala hal yang demikian juga saya mengamati Tya mendesah “OOoouugghh.. mas.. Braaam.. jaaangaaan… aaaahhhhh… aaaaaaaahhh…. ” Tanganku mulai dari berani menekan toketnya pun tanktop yang ia membubuhkan membikin toketnya seakan menanggapi untuk langsung saya meremas, Tyapun bergelinjangan dengan sekutil gerakan luar biasa tubuhnya ketimbang dekapan eratku. Kini waktu ini bukan cuma tanganku kakiku juga turut membendung tubuhnya.




Mungkin sebab menikmati nikmatnya kuluman bibirku sekarang Tya membalas ciumanku dengan ramah juga “OOoouuuuugghh… aaaaaggghh.. sayaaang.. kitaaa.. pindaah yaaaa.. ” Kataku berbisik pada Tya dan ia tak menentang, tetapi aku lihat ia seperti itu berserah padaku secara pelan saya bangun lalu saya panggul tubuh Tya dan membawanya masuk kedalam kamarnya.

Dalam sana kita masih hidup dan aku lepas pekaian Tya beserta lembut saya dorong tubuhnya dengan menggantungkan bibirku pada bibirnya. Saya ia tiduran di terhadap kasurnya saat itulah aku menindihnya “OOOOOUUUgghh… maaas…. aaaggggghh… saaakit….. aaaaagggghhh…. aaaaaaaagggghhhhh…. aaaaaagggghh.. ” Erangannya sambil menjenggut rambutku.

Renek akupun turun di bagi tubuhnya demikian kontolku mampu menerobos keperawanannya. Memek Tya mulai memunculkan darah baru dan saya tahu ia masih putri.

Sekarang ia tak lagi mengerang tetapi mendesah dengan penuh kesenangan “OOOOOuuuuuuggghhhh… aaaaggggghh… aaaggghh.. niiikmmaaaat.. maaas… aaaaggggghhh…”  tersenyum mendengarnya kemudian saya cium bibirnya.   PREDIKSI TOGEL JITU  SEMUA PASARAN


Lambat kami mengerjakan gerakan sebagaimana dalam kecek seks hingga walhasil kontolku menegang di memek redut Tya. & tak buatan laa lalu akupun mengerang panjang “Aaaaaggghh...aaaaggggghhh...aaaaaaagggghhhhh…. aaaaaaagggghhhhh… aaaaaaagggghhhhh…… aaaaaaggggg.. ” kontolku akhirnya mengeluarkan sperma yang memenuhi lubang tempik Tya.

Akupun menyikap erat tubuhnya dan aku kecup kerap kali Tya. Tya pun membalas pelukanku sembari menangis “Gimana nich mas.. Tya belum pernah lakukan hal ini.. sehabis Tyaaa… ” tidak menunggu hingga Tya selesai bicara, aku langsung memeluknya untuk menenangkan. Datang walhasil Tya terdiam dan kemudian ia balik menciumku, mulai itulah abdi kerap kali melakukan adegan cerita seks itu di graha malah kami kerap kali pula sewa lubang hotel.
Baca Juga:

https://linktr.ee/daftartoto






Share:

Janda Muda Penuh Nafsu

Janda Muda Penuh Nafsu

Janda Muda Penuh Nafsu


Memang hari itu saya sedang munjur sebab duduk ku disamping pak kusir yang jalannya tuk tik tidak tik tuk lho malahan kayak nyanyian buah hati buah hati aja hehehe, melainkan ini benar kejadiannya dimana kisah kongkret ini terjadi di dalam minibus yang saya tumpangi, tiap paginya saya bila berangkat ke kantor menerapkan tranposrtasi biasa, dimana dikala di dalam bis saya duduk bersampingan dengan seorang wanita yang menerapkan hijab.

Wajah yang indah, body yang ramping serta kulitnya juga putih tampak dari telapak tangannya, bila di dalam bis awam saya kerap kali tertidur sebab memang bila malam saya senantiasa lembur di rumah, lha pada waktu ada wanita indah di sebelahku yang mulanya mata ngantuk kini sirna dikala wanita itu memainkan HPnya dan menelepon sesorang.

Tersingkap pahanya dikala ia jegang benar-benar membekas membikin gairah lelakiku timbul, terus saya berdaya upaya gimana caranya saya dapat mengawali diskusi dengannya, dan mungkin telah naluriku sebagai pegombal sesudah ia selesai menelepon saya berucap

”Wachhh… hobinya sama juga yach !”.

Sebentar ia memandangku linglung, mungkin berdaya upaya orang ini sok akrab banget sich.

”Hobi apaan ?” tanyanya.

“Itu nitip tidak datang”, sahutku dan ia ngakak kecil.

“Tau aja kau. Dasar tukang nguping”, sahutnya. Kesudahannya obrolan bergulir.

Selama percakapan saya tak menanyakan nama, profesi ataupun teleponnya, melainkan lebih banyak cerita lucu.

Hingga walhasil ia ngomong “kau lucu juga yach.., nggak kaya cowok yang laen.”

”Maksud kau ?” tanyaku lagi.




”Umumnya mereka baru ngobrol sejenak udah nanya nama terus meminta nomor telepon.” Sesudah itu kami saling berkenalan. Perempuan muda berhijab bernama Rina.

Obrolan terus berlanjut sampe ia turun di Thamrin dan saya terus ke kota. Dua hari kemudian saya berjumpa ia lagi. Cewek manis berhijab itu menghampiriku dan duduk disebelahku sambil bercerita bahwa sahabat-sahabatnya penasaran sebab ia hari itu punya banyak cerita konyol.

Pagi itu kami menjadi lebih akrab. Sambil berkelakar tiba- tiba ia berkata :

”Kau pasti menyenangi maen cewek yach, soalnya kau terampil ngobrol banget. Pasti banyak cewek di bus ini yang kau pacarin.”Sumpah mati saya terkejut sekali denger omongan ia.

Kayanya maksud saya buat kencan ama ia udah ketauan. Kesudahannya sebab udah nanggung saya ceritain aja ke ia kalo saya telah beristri dan punya buah hati. Ech terbukti ia awam aja, justru saya yang jadi terkejut sebab rupanya ia telah nggak perawan lagi sebab pernah NBA waktu lulus sekolah dahulu.

Kini ia telah bercerai. Wuichhh, nggak nyangka banget kalo doi rupanya janda muda.

Berikutnya telah dapat diterka. Obrolan telah lebih ringan arahnya. Sayapun mulai mengarahkan pembicaraan ke sex. Keakraban dan keterbukaan ke arah sex telah di depan mata. Hingga suatu petang sesudah dua bulan perkenalan, kami janjian pulang bareng.

Hari itu ia mengenakan hijab merah muda sewarna dengan hem dan rok panjangnya. Posisi duduk kami telah akrab dan merekat. Malahan Rina tak sungkan lagi mencubit saya tiap ia membendung tawa atau tak bendung saya goda.

Sebagian kali saat ia mencubit saya bendung tangannya dan ia tampaknya tak keberatan saat walhasil tangan kirinya saya tumpangkan di pahaku dan saya elus-elus lengannya yang tertutup hem lengan panjangnya sambil terus ngobrol.

Kesudahannya ia sadar dan berbisik, “Wachh, kok betah banget ngelus tanganku, entar lengan bajuku jadi kusut lho.

“Habis gemes ngeliat muka manis kau, apalagi bibir tipis kau,” sahutku sambil nyengir.

“Dasar sinting kau,” katanya sambil menyubit pahaku.Serrrrrr…, pahaku berdesir dan si junior seketika bergerak memanjang.

Saya lihat tempat duduk sekelilingku telah kosong sementara suasana gelap malam membikin suasana di dalam bus agak remang-remang. Saya angkat tangan kirinya dan saya cium lembut punggung jarinya. Janda muda berhijab itu cuma tersenyum dan mempererat genggaman tangannya.

Akhhhhh… telah ada lampu hijau pikirku. Kesudahannya saya teruskan kecupan pada punggung jarinya menjadi gigitan kecil dan hisapan lembut dan kuat pada ujung jarinya. Tampaknya ia merasakan sensasi hisapan di jarinya.

Wajahnya yang dihiasi hijab itu kelihatan sendu tampak indah sekali. Dan walhasil ia menyender ke samping pundakku. Saat bus menjelang jalan tol, kegiatan kami meningkat. Tangan kananku telah mengusap payudaranya yang putih berukuran 36 B dari luar kemeja merah mudanya. Terasa padat dan kenyal.  PREDIKSI TOGEL JITU  SEMUA PASARAN

Lalu pelan jemariku membuka kancing kemejanya satu persatu dan menyusup kedalam BH miliknya. Putingnya kian lama kian mengeras dan terasa bertambah panjang sebagian mili. Sementara itu tangannya juga tak tinggal membisu mulai mengelus-ngelus kontolku dari luar.

Sesudah sebagian menit kemudian tiba-tiba sikapnya berubah menjadi liar dan agresif. Ia tarik ritsletingku dan terus merogoh dan meremas kontolku yang telah tegang. Tanganku yang lagi di dadanya ditarik dan diarahkan ke vaginanya.

Saya tak bisa bertingkah banyak sebab posisinya tak menguntungkan sehingga cuma dapat mengelus paha dari luar rok panjangnya saja. Aktifitas kami terhenti kala hampir tiba di tujuan. Dan dengan napas yang masih tersengal-sengal membendung daya seksualitas kami menata baju masing-masing.

Turun dari bus saya bilang ingin anter ia hingga dekat rumahnya. Saya tau kita bakal melalui pinggir jalan tol. Tempat itu sepi dan saya telah merencanakan untuk menyalurkan hasratku di tempat itu.


Tampaknya janda muda berhijab itu juga mempunyai impian yang sama. Saat berjalan, tangan kirikuku merangkul sambil mengelus payudaranya dari luar hem merah muda lengan panjang yang dikenakannya.

Dan saat kita melalui jalan yang sepi hal yang demikian secepat kilat tangan kananku meraih kepalanya yang dibalut hijab merah muda teladan modis dan seketika mengecup dan menggilas bibir tipisnya itu. Dengan kencang pula cewek berhijab itu menyambut bibirku, menghisap dan menyedotnya.

Tangannya seketika beraksi menurunkan ritsleting celanaku dan saya sendiri seketika mengangkat rok panjang teladan ketat miliknya. Rrrretttttt… saya tarik kasar cdnya…, jariku seketika menyelusup masuk ke memeknya terasa hangat dan licin. Ternyata ia benar-benar terstimulasi semenjak di bus tadi. Di tengah deru napasnya Rina berdesah :

“Ayo mas… masukin aja… saya kepengen banget nech. Hhhhhh…”

”Sejenak sayang”, sahutku,

“Kita cari daerah yang aman.”Saya tarik ia melalui pagar pengaman tol dan ditengah rimbun pohon saya senderkan ia dan sesudah menarik rok panjang teladan ketatnya itu hingga sepinggang Lalu buru-buru kuloloskan celana dalamnya kemudian kuangkat kaki kanannya.

Sengaja celana dalamnya kusangkutkan di pergelangan kaki kanan yang kuangkat itu biar celana dalamnya tak dekil meraba tanah. Dengan bernafsu saya buka celanaku dan membimbing kontolku ke memeknya melainkan cukup susah juga.

Kesudahannya ia menasehati kontolku menjelang memeknya. ? Emmhhh…!?, kepala janda muda berhijab merah muda itu mendongak sembari melenguh tatkala ujung kontolku mulai penetrasi kedalam memeknya.  PREDIKSI TOGEL JITU  SEMUA PASARAN

Luar awam, itulah sensasi yang saya rasakan saat kontolku mulai menyeruak menjelang memeknya yang telah dibasahi cairan nafsu. Ditengah deru kendaraan beroda empat yang melintasi jalan tol saya memompa pantatku dengan gerakan perlahan dan menghentak pada dikala menempuh pangkal kontolku. Rina menyambut dengan menggigit pundakku tiap saya menghentak kontolku masuk kedalam memeknya.

“Ooochhhh… auchhhh… Masssss… oochhh…”, desahnya. Libido dan ketegangan bercampur aduk dalam hatiku saat terdengar bunyi orang melintasi jalan dibalik pagar. Tetapi lokasi kami cukup aman sebab gelapnya malam dan terlindung pohon yang cukup lebat.

Malahan mungkin orang yang berjalan itu tak akan berdaya upaya ada sepasang manusia yang cukup sinting untuk ber cinta di pinggir jalan tol hal yang demikian.

“Gantian mas… saya cape”, katanya. Saya langsung duduk menyandar dan perempuan muda berhijab merah muda itu mengendalikan rok panjang yang kusingkap tadi supaya tak jatuh kebawah.

Kemudian Rina mulai berjongkok membimbing memeknya. Saat kontolku kembali menyeruak diantara daging lembut memeknya yang telah licin, sensasi itu kembali menerpa diriku. Sambil mengendalikan bahuku, ia mulai menekan bokongnya dan menggerakan pinggulnya dengan sistem menggesek pelan, maju mundur sambil kadang-kadang memutar.

Kenikmatan itu kembali mendera dan kian tinggi intensitasnya saat saya menolong dengan menekan keatas pinggulku sambil menarik bokongnya.

Desahan suaranya makin keras tiap kali alat vital kami bergesekan, “uchhhhh… ssshhh… uchhhhh…”. Mataku sendiri terpejam merasakan rasa yang tercipta dari friksi bulu alat vital kami sambil terus menggerakkan pinggul mengimbangi gerakannya.




”Terus sayang… ayo terus”, desahku. Peluh telah membasahi punggungnya dan gerakan kami telah mulai melambat tetapi tekanan kian ditingkatkan untuk mengimbangi rasa sedap yang menjalar disekujur tubuh kami dan terus bergerak ke arah pinggul kami, berkumpul dan berpusar di ujung alat vital kami.

Berdetak dan ujung kontolku mulai siap meledak, sementara perempuan berhijab ini mulai mengerang sambil menjepitkan memeknya lebih keras lagi.

“ahhhhh… ahhhhh… ahhhhh… lanjut mas… sorong… sorong terussss… mas… aagghhh… sorong… terus… terussss… ahhhh”, dengan desahan panjang sambil melengak kepalanya yang ditutup hijabnya.

Tia menekan dan menjepit keradds kontolku sementara memeknya terus berdetak-detak. ? Mass…mmhh…oouuccchh…?, pekiknya terbendung sembari menundukkan kepalanya yang berhijab itu tatkala menempuh puncaknya. Saya cuma dapat terdiam sambil memeluk tubuhnya menunggu ia selesai orgasme.  PREDIKSI TOGEL JITU  SEMUA PASARAN

Saat jepitannya mulai mengendur saya seketika bereaksi meneruskan rasa yang tertunda itu, tanpa basa basi rasa sedap itu mulai menghempas kembali, berkumpul dan meledak menyemburkan cairan kenikmatanku ke dalam memeknya.

Saya sodokan kontolku sambil menekan pinggulnya sementara kakiku mengejang merasakan aliran rasa yang menghempas keluar dari tubuhku itu. Sesudah beristirahat sebagian menit kami saling mengamati… walhasil tersenyum dan ngakak.

”Kau memang bener-bener sinting, melainkan jujur saya benar-benar suka bercumbu dengan sistem seperti ini.

Saya belum pernah senikmat ini bercumbu.” akunya. “Hi.. hi.. hi.. cocok donk”, kataku sembari mencium bibir tipis janda muda itu selagi kontolku mulai melembek di dalam memeknya.

Sesudah itu kami menata baju masing dan berkomitmen untuk mengarungi kenikmatan seks ini untuk hari-hari akan datang.
Baca Juga:

https://linktr.ee/daftartoto





Share:

Tante Dewi Yang Penuh Nafsu

Tante Dewi Yang Penuh Nafsu

Tante Dewi Yang Penuh Nafsu


Aku ialah seorang pegawai swasta yang bergerak dalam bidang komputer. Sebagian pekan yang lalu aku ditelpon lewat HP untuk mengkoreksi komputer pada salah satu pelanggan yang belum aku ketahui yang terang suaranya seorang wanita, aku perkirakan berumur 25 tahunan sebab suaranya amat manja dan dewasa.

Pada waktu yang ditetapkan aku datangi, rumahnya tidak terlalu luas tetapi cukup apik pembenahan taman, aku pencet bel, yang keluar seorang wanita separuh tua dengan penampilan yang memikat, dengan kulit bersih tanpa make up dan bibirnya yang sensual sampai membikin buyar fokus. Sesudah sebagian ketika menunggu di ruang tetamu aku dipersilakan masuk ke ruang kerja, dimana komputer hal yang demikian berada. Sebagian waktu berjeda selesai profesi aku, sebelum pamit aku memerintah mencoba komputer hal yang demikian apa telah bagus atau masih ada yang ketinggalan.

Bermula dari coba mencoba hasilnya aku jadi akrab untuk berbincang-bincang dengan wanita separuh baya, yang mengaku bernama Dewi (nama samaran). Tidak rupanya seorang istri yang senantiasa ditinggal oleh suaminya yang sinting kerja. Waktu suaminya cuma tersita oleh profesi, memang soal materi senantiasa diberi dengan amat cukup tetapi soal batin yang tidak pernah terpikirkan oleh suaminya kepada istrinya, aku pikir hal ini situasi sulit klise belaka, melainkan imbasnya amat berarti bagi kehidupan berumah tangga.

Sesudah terasa waktu berjalan terus seiring dengan konsultasi Dewi kepada aku perihal situasi sulit rumah tangganya, katanya aku bisa berbincang-bincang seperti konsultan rumah tangga, hal ini memang aku akui suatu kelebihan aku jika menghadapi wanita yang sedang dirundung petaka, tetapi bukan sebagai kedok untuk berperilaku yang tak-tak.

Sesudah selesai aku pamit dan memberikan No. HP aku dengan pesan jika terjadi sesuatu dan membutuhkan aku hubungi aku.





Sebagian hari kemudian aku ditelpon untuk berjumpa disuatu daerah yang berdasarkan aku sebagai daerah yang amat romantis bagi dua insan yang sedang kasmaran namanya (ada aja).
“Mas, aku amat berterima beri atas konsultasinya waktu lalu”, ujar Dewi dengan mata yang sendu dan bibir tergetar halus.
“Aku cuma orang awam yang cuma bisa berbincang-bincang untuk mencari jalan keluar”, jawab aku sesanggupnya sebab dengan tatapan matanya aku bisa menikmati getaran libido yang amat besar.
“Aku mau Mas temani aku untuk berbagi rasa dengan perasaan Mas yang hakekatnya”
Wah mati saya, hasilnya aku bimbing kedalam daerah yang nyaman dan privacy. Seperti pasangaj kekasih, aku dimanjakan di ranjangnya yang sangat empuk dan nyaman.

Saya Puaskan Tante Dewi - Aku libas bibirnya dengan penuh perasaan dan aku genggam kedua telapak tangannya sehingga kami menikmati kebersamaan yang bergelora. Lidahnya terus bergerak di mulutku dan aku juga membalasnya . Lama kami ber kecupan mesra, kurengkuh lehernya dengan jilatan halus yang merindingkan bulu kuduknya, Dewi melenguh.
“Mas terus Mas jangan kecewakan aku” sejenak-bentar tangannya bergreliya ke dada dan selangkangan aku, tidak tinggal membisu dengan gaya yang meyakinkan aku cium putingnya dengan sedotan-sedotan kecil dan gigitan mesra, bibir aku meluncur kebawah menuju pusar, aku mainkan lidah aku dibundaran pusarnya wah wangi farfumnya meraba libido aku. Tangannya merengkuh alat pitas aku yang telah tegang, Dewi terkejut, mass kok besar sekali, aku bisikan, jangan takut pasti muat. Memang Dewi belum dikaruniai buah hati, jadi masih seperti perawan, apalagi punya suaminya tidak terlalu besar.

Aku jilat permukaan vaginanya, Dewi bergelinjang menarik bokongnya sampai menjauhi bibir aku, aku terperanjat, mengapa?
“Mass aku belum pernah seperti itu, maaf yah”, aku cuma tersenyum dan meneruskan permainan bibir kebagian betis dan segala paha.
Sebagian waktu berjeda tangannya mendekap kepala aku dengan amat pesat seolah-olah tidak berharap dilepaskan, sesak nafas aku. aku tau Dewi telah klimaks tetapi dalam dalam benak aku ini baru awal. Sesudah dekapannya melemah aku baringkan celentang, terhamparlah padang rumput dan pegunungan yang menawan seindah tubuhnya tanpa sehelai benangpun. Dengan gaya konpensional aku mulai melakukan tugas aku sebagai seorang lelaki, aku selipkan punya aku disela-jeda bibir alat vitalnya sampai ambles kepalanya, Dewi menjerit kecil.
“Mass, bendung Mass ngiluu Mas terlalu besar”.

Memang aku sadar dan tidak seketika main tancap, aku tarik dan tekan secara pelan-lahan, sesudah vaginanya teradaptasi Dewi berubah dengan gaya yang agresip ditekan bokongnya ke atas sampai punya aku ambles seluruh, aku imbangi dengan gerak-gerakan yang atraktif, aku balikkan tubuhnya, aku dibawah dan Dewi di atas dengan demikian Dewi lebih leluasa untuk mengekspresikan libidonya yang selama ini terbendung. Benar adanya dengan gerakan yang dahsyat Dewi bergerak naik turun sambil berdesis-desis sampai aku linglung membedakan antara desisan bibir bawah dengan bibir atas. Sebagian ketika kemudian Dewi mengejan dan menegang sambil menggigit dada aku, sesudah itu aku tidak berharap kehilangan peristiwa aku lakukan penyerangan dengan gaya profesional atas, bawah, depan, belakan, kiri dan kanan, cuma satu yang tidak berharap aku paksakan merupakan mengoral punya aku, karna aku tau Dewi nanti stress, aku pikir jika nanti pada satnya tiba mungkin bukan batangnya yang dilibas tetapi sekaligus bijinya dan sangkarnya.
“Dewwii aku berharap hingga nihh. aku keluarin dimanaa?”
“Mas di luar saja dahulu yah”.   PREDIKSI TOGEL JITU  SEMUA PASARAN

Dengan secepat kilat aku tarik alat kelamin aku dan aku keluarkan di dadanya sampai sebagian semprotan protein meleleh diantara dua bukit dan sedikit terciprat ke dagu. Sesudah semprotan terakhir keluar, matanya terbuka dan tangannya menggenggam alat kelamin aku, tanpa aku sadari dikulumnya alat kelamin aku, sampai aku terperajat dan tidak yakin, yah mungkin inilah yang dinamakan puncak dari libido kaum hawa yang telah menempuh batas ambang sehingga tidak berlaku lagi rasa malu, jijik, dan kumal yang ada cuma nafsu dan nafsu.

Tanpa rehat alat kelamin aku bangun kembali sehingga menegang hingga kuluman mulut Dewi terasa sempit dan rongga mulutnyapun membesar. Gerakan maju mundur mengakibatkan aku bergelinjang kekanan dan kekiri sambil kadang kala mencengram rambutnya yang terurai lepas. Konsentrasiku hampir terganggu dengan gerakannya yang kencang hampir klimaks aku dibuatnya, tetapi sebelum itu aku lepaskan untuk mengurangi ketegangan aku, aku balik menyerang dengan jari jemari berdansa-nari diseputar liang vaginanya dan kadang kala menggesekkan ke zona G-Aku wanitanya sehingga Dewi merancau tidak karuan, tangannya menarik sprei sampai terlepas dari sangkutannya. kian lama kian dahsyat pergolakan libido aku dan Dewi, aku rasakan aliran cairan hanggat membasahi jari aku dan tidak berharap tertinggal moment yang menawan ini aku balikan tubuhnya sehingga telungkup dan aku tekan dengan alat kelamin aku dari arah belakang, Dewi meringis.
“Mas perlahan-perlahan, ngilu”

Saya Puaskan Tante Dewi  - Aku atur melodi sehingga lama kelamaan menjadi asyik dan Dewipun melaksanakan gerakan yang membuatnya bertambah assyik dan masyukk. Dadaku bergetar saat impian itu akan menempuh puncak, ku tarik kemaluanku dan kusemprotkan ke atas punggungnya dangan kedua tangan ku mencengram kedua bongkah bokongnya yang masih pesat untuk ukuran Dewi. Dan lubang duburnya masih bersih tidak ada pertanda-pertanda bekas friksi atau luka atau penyakit sembelit, nafsu aku memandangnya tetapi impian itu aku pendam, mungkin (dalam benak aku) lain waktu Dewi minta untuk di setubuhi duburnya sebab memang jika nafsu telah datang birahipun memuncak yang pada hasilnya dunia terasa amat-amat menawan melayang-layang dan sukar diutarakan yang ada cuma dinikmati. Pikiran ngeres aku rupanya terbaca oleh Dewi, dengan sedikit mesra tangannya menarik kepalaku dan membisikan sesuatu.
“Mas, coba dong masukin dari belakang, Dewi mau coba sekali aja tetapi perlahan-perlahan yah”.

Antara sadar dan tidak sadar aku anggukan kepala pertanda sepakat. Aku badan aku amat lelah aku rehat sejenak dan membersikan sisa-sisa mani yang melekat pada kaki dan perut. Aku minum sebagian teguk minuman yang dihidangkan dikamar tetamu, sesudah rilek aku kembali kekamar, rupanya Dewi masih tergeletak diatas daerah tidur dalam posisi telungkup, wah inilah yang dinamakan lubang surga, berlokasi cuma kurang lebih tujuh centimeter antara lubang organ intim wanita dengan lubang dubur. Aku berfikir mana yang lebih sempit, wah yang pasti lubang dubur yang lebih sempit, tanpa basa-basi aku mainkan jari aku dengan sedikit air liur untuk pelicin kesekitar permukaan duburnya, Dewi terbangun dan menikmati adanya sesuatu yang lain dari pada yang lain, dan jariku terus menikam nusuk lubang duburnya, aku tak merasa jijik sebab memang dubur Dewi bersih dan terawat.   PREDIKSI TOGEL JITU  SEMUA PASARAN

Dengan hati-hati aku masukkan kejantanan aku kedalam duburnya, sulit sekali masukinnya sebab memang punya aku besar dibagian kepalanya sedang Dewi duburnya masih amat rapat, aku nggak abis akan aku ludahin supaya licin, lama-lama kepala alat kelamin aku masuk kedalam duburnya, Dewi menjerit kecil, aku bendung sebagian ketika kemudia dengan rileks aku tekan separuh dan tarik kembali, seperti itu terus-enerus sehingga Dewi menikmati sensasi yang luar awam.
“Mas kok nikmat sih, lain gitu dengan lewat organ intim wanita”.
Aku malahan waktu itu baru menikmati lubang dubur tuh seperti itu, menyedot dan hangat, hampir-hampir aku tak kontrol untuk kencang-kencang keluar, dengan tarik napas secara pelan aku dapat kendalikan emosionil aku sehingga permainan berjalan dengan waktu yang panjang, Dewi meringis dan bola matanya sejenak-bentar putih seluruh menggambarkan libido yang amat dahsyat.

Aku aku kian tegang dan berdetak tanpa memberi tahu terhadap Dewi aku semprotkan mani aku kedalam liang duburnya, Dewi terkejut dan mengejan sehingga alat kelamin aku seakan-akan disedot oleh jetpump energi besar. aku terkapar diatas punggungnya sambil memeluk perutnya yang menawan, padahal ada sedikir kerutan, sebab memabg usia tak dapat dikibuli, aku dan Dewi tertidur sebentar seakan melayang-layang di dunia lain. Kami bersetubuh dengan kemesraan sampai dua jam separuh sebanyak tiga ronde dipihak aku.




Aku lihat tatapan matanya mengandung kepuasan yang amat dahsyat seperti itu pula aku sehingga membikin semangat aku untuk bersetubuh dengan wanita-wanita separuh baya yang memang memerlukan siraman biologis, sebab wanita separuh baya secara teori sedang dalam puncak-puncaknya mengidamkan kepuasan libido yang tinggi, istilahnya sedang mengalami fase puber kedua, apalagi jika sang suami tidak memberikannya. Aku memang lebih menyenangi wanita separuh baya dari pada ABG, sebab wanita separuh baya memiliki naluri kewanitaan yang besar sehingga dalam bersetubuh bisa saling memberikan tanggapan yang amat artistik jika dilaksanakan dengan mesra.   PREDIKSI TOGEL JITU  SEMUA PASARAN

Sesudah kami mandi kamipun bergegas untuk kembali pada tugas masing-masing, dari akhir diskusi aku dengannya, aku dipesankan supaya merahasiakan kekerabatan ini, sesudah itu aku diselipkan sehelai cek untuk konsultasi katanya. tanpa kwitansi dan pertanda terima seperti lazimnya jika terjadi transaksi. Sesudah aku tidak tega mengambil cek hal yang demikian, sebab apa yang aku lakukan dengannya ialah sama-sama iklas sehingga kekerabatan menjadi amat amat amat asyik masyuk, tetapi aku pikir uang buat Dewi nggak permasalahan sebab memang untuk tarif pengeluaran lebih kecil dari pada yang diterima dari suaminya, kecuali itu aku juga sedang membutuhkan tarif untuk mengkoreksi kendaraan aku yang secara kebetulan pada waktu itu sedang mengalami pembenaran mesin.

Sesudah momen itu aku masih terus dihubungi jika Dewi perlu, dan pernah aku dipersembahkan dengan rekan-rekan yang senasib dan aku pernah dihubungi oleh sahabat-temanya dengan saling menjaga rahasia satu sama lain, tetapi ceritanya tidak jauh beda, yang terang aku akan rahasiakan hingga akhir hayat.

*****

Oke aku pikir cerita ini bukanlah membuka rahasia tetapi cuma membagi pengalaman dalam dunia maya, dan lagi nama dan daerah ialah fiktif belaka, jika ada rekan-rekan yang beratensi konsultasi dengan aku aku siapkan waktu, hubungi aku, berikutnya terserah anda. Dan semboyan aku, kerahasiaan ialah segalanya buat hidup aku.
Baca Juga:

https://linktr.ee/daftartoto





Share:

Sabtu, 03 Agustus 2019

Permainan Panas Murid Dan Guru

Permainan Panas Murid Dan Guru

Permainan Panas Murid Dan Guru

aku menghela nafas sejenak sambil berpikir menimbang-nimbang permintaan Rendy. Sebenarnya aku tidak begitu rugi apabila aku menginap di rumah bu Diana. Aku bisa menghemat uang kosku selama setengah bulan kalau aku menginap di rumah bu Diana. Lagipula aku akan lebih bisa mengawasi Rendy untuk belajar menghadapi ujian semesternya yang kian mendekat, dengan begitu, aku bisa mendapat kesempatan untuk mengamankan pekerjaanku. Sebenarnya yang perlu kulakukan hanyalah memastikan kalau Rendy tidak “mengerjaiku” lebih parah dari kemarin.

“Baiklah, kakak setuju. Tapi kamu juga harus berjanji, kamu harus belajar yang rajin selama kakak tinggal di rumahmu.” Anggukku sambil memberinya penawaran.

“Berees, kak! Asal kakak mau menurutiku selama itu, aku pasti belajar!” jawabnya dengan bersemangat.

“Iya, iya..” balasku dengan perasaan agak lega

Kami lalu segera beranjak ke kamar Rendy dan aku pun mulai mengajarinya. Tapi hari ini ada yang berbeda dari Rendy. Ia tampak lebih serius dan bersemangat dalam menyimak penjelasanku. Kurasa dia sudah cukup senang saat mendengar aku akan menginap di rumahnya 2 hari lagi. Tak lama kemudian, kudengar suara bu Diana di lantai bawah.

“Nah, Mami sudah pulang! Kakak tunggu sebentar ya! Aku mau bicara dulu dengan Mami!”

Rendy segera beranjak dari kursinya dan keluar dari kamarnya tanpa menghiraukanku. Sayup-sayup kudengar suara percakapan Rendy dengan bu Diana, namun aku tidak dapat mendengar dengan jelas apa yang mereka katakan. Sambil menunggu Rendy, aku mempersiapkan soal-soal latihan yang akan kuberikan untuknya nanti. Sekitar 5 menit kemudian, Rendy kembali ke kamarnya bersama bu Diana.

“Halo, Erina. Rendy meminta saya untuk mengizinkanmu tinggal di rumah ini selama saya tidak di rumah.”

“Eh? I.. iya, bu Diana! Rendy memberitahu saya kalau ia ingin mendapat les tambahan dari saya selama bu Diana tidak dirumah.. Katanya.. untuk persiapan ujian semester..” ujarku dengan agak gugup.

“Wah, kebetulan sekali kalau begitu! Soalnya tante Rendy juga akan ikut ke Jerman. Makanya tadi saya sempat mengajak Rendy untuk ikut. Tapi karena ada ulangannya yang penting, Saya jadi ragu-ragu.”

“Jadi?” tanyaku

“Kalau kamu mau, Saya memperbolehkan kamu tinggal disini selama saya tidak dirumah. Tapi saya juga meminta kamu untuk mengurus Rendy selama itu. Sebagai gantinya, saya akan berikan tambahan bonus untukmu di akhir bulan ini. Bagaimana?” Jawab bu Diana memberikan tawaran.

“Baik, bu Diana. Saya setuju!” anggukku sambil tersenyum. Sekarang aku mendapat tambahan keuntungan dengan menerima tawaran Rendy. Dengan bonus yang disediakan bu Diana dan penghematan uang kosku selama setengah bulan, aku bisa menambah uang tabunganku sekaligus membiayai sebagian keperluanku bulan depan.

“Baguslah! Kalau begitu, Erina, tolong kamu siapkan barang-barangmu yang akan kamu bawa untuk tinggal disini. Lusa nanti saya akan menjemputmu sebelum kamu mengajar Rendy.” Ujar bu Diana.

“Iya, bu Diana!” aku mengiyakan permintaan bu Diana.



Setelah menyelesaikan tugasku hari itu, aku segera bergegas pulang untuk mulai mengemas barang-barangku. Untunglah aku tidak memiliki banyak barang selain pakaian dan perlengkapan-perlengkapan kecil milikku. Aku juga memberitahu pemilik rumah kosku bahwa aku akan pindah selama setengah bulan. Syukurlah mereka mau mengerti dan bersedia menyimpankan kamar bagiku apabila aku kembali.

2 hari kemudian, bu Diana dan Rendy pun datang menjemputku sebelum aku mengajar Rendy. Aku lalu diantar ke rumah mereka. Aku diizinkan untuk tidur di kamar tamu di lantai bawah. Malam harinya, aku diberitahu bu Diana tugas-tugasku di rumah itu selama bu Diana di luar negeri. Aku diminta untuk mengerjakan beberapa pekerjaan rumah tangga seperti memasak, mencuci dan membersihkan rumah. Aku sudah terbiasa memasak dan mencuci sendiri sejak kecil, maka tugas ini tidak lagi sesulit yang kubayangkan. Lagipula untuk keperluan sehari-hari, bu Diana sudah menyuruh anak buahnya untuk mengantar bahan makanan dan supir studio untuk mengantar-jemput kami. Apabila ada hal lainnya yang diperlukan, aku hanya perlu menelepon studio untuk meminta bantuan mereka. Esok harinya, bu Diana sudah berangkat saat aku pulang dari kuliah.

Sehingga hanya ada aku dan Rendy sendiri di rumah. Aku segera menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhku. Seusai mandi, aku benar-benar terkejut saat melihat semua pakaian milikku menghilang. Hanya ada satu pelaku yang dapat melakukan hal ini! Aku lalu menutupi tubuhku dengan selembar handuk yang untungnya, tidak sempat diambil oleh “pencuri” itu. Aku segera naik ke lantai atas untuk mengambil kembali pakaian milikku.

“Rendy! Reendyy!! Buka pintunya!” Seruku sambil menggedor kamar Rendy. Pintu kamar itu sedikit dibuka dan wajah Rendy muncul dari sela-sela pintu kamar itu.

“Ya, ada apa kak?!” tanyanya padaku. Namun matanya segera melirik tubuhku yang hanya berbalutkan sebuah handuk dan ia tersenyum cengengesan melihat keadaanku.

“Wah, waah.. Kakak sudah tidak sabaran ya?” tanyanya sambil tertawa kecil.

“Huuh! Dasar usiil!! Ayo, kembalikan baju kakak!!” gerutuku.

“Lhooo.. memangnya baju kakak kuambil? Apa ada buktinya?”

“Kalau bukan kamu siapa lagii? Sudah, ayo cepat kembalikan baju kakak!”

“Kak, kalau menuduh orang tanpa bukti itu tidak baik lho! Hukumannya, aku tidak mau memberitahu dimana kusembunyikan baju kakak, Hehehe..” Rendy tersenyum mengejekku dan menutup dan mengunci pintu kamarnya dihadapanku.

“Aah! Hei, Rendy! Tunggu duluu..” protesku, tapi Rendy sudah keburu menutup pintu kamarnya sambil mengejekku dibalik pintu. PREDIKSI TOGEL JITU  SEMUA PASARAN

Aku pun terpaksa menggigil kedinginan, suhu di rumah itu dingin sekali karena dipasangi AC, ditambah lagi aku baru saja mandi dan sekarang tubuhku hanya ditutupi oleh selembar handuk saja. Selama beberapa menit aku terus menggedor pintu kamar Rendy dan berusaha membujuknya, namun ia sama sekali tidak menggubrisku.

“HATSYII..!!!” Karena tidak biasa, aku pun bersin akibat pilek karena suhu dingin itu.

“Kak! Kakak pilek, ya?” tiba-tiba terdengar suara Rendy dari balik pintu.

“I.. iya.. Rendy, tolong kembalikan pakaian kakak.. disini dingin sekali.. kakak tidak tahan..”

“Oke deh, tapi kakak harus mau memakai pakaian yang kuberikan ya!”

“Iya.. iya.. cepat doong. Kakak kedinginan disini..” pintaku pada Rendy

Rendy kembali keluar dari kamarnya. Ia melihat sekujur tubuhku yang menggigil kedinginan. Anehnya, raut wajahnya tampak berubah, ia tidak lagi tampak senang ataupun puas mengerjaiku. Kini ia tampak agak gelisah.

“Haa.. HATSYII!!!” kembali aku bersin dihadapannya. Kulihat raut wajahnya semakin cemas saja melihat keadaanku.

“Ayo Kak, ikut denganku!” pinta Rendy padaku yang segera kuturuti saja.

Rendy menuntunku ke ruang disebelah kamarnya. Pintu ruang itu dikunci, namun Rendy segera membuka pintu itu dengan sebuah kunci di tangannya. Begitu aku masuk, aku takjub melihat puluhan helai gaun pengantin putih dalam berbagai ukuran dan model yang tergantung rapi di kamar itu. Berbagai aksesoris pengantin wanita juga tertata rapi bersama gaun-gaun itu. Rupanya kamar itu adalah kamar desain bu Diana sekaligus tempatnya menyimpan hasil rancangannya yang belum dikirim ke studio.

“Kak, aku minta kakak memakai baju itu.” ujar Rendy seraya menunjuk ke arah sehelai gaun pengantin putih yang dipasang di sebuah mannequin.

“Apaa?! Kenapa kakak harus memakai baju seperti itu? Memangnya kakak mau menikah, apa?!” jawabku setengah tak percaya, setengah kebingungan.

“Ya, sudah! Kalau kakak tidak mau, kakak boleh memakai handuk itu saja kok!” balas Rendy.

“Iyaa! Dasar!! Kamu mintanya yang aneh-aneh saja!!” ujarku agak kesal. Terpaksa kuturuti permintaan Rendy, daripada pilekku semakin parah.

“Oh iya Kak!”

“Apa lagii?”

“Pakaiannya yang lengkap ya, Kak! Soalnya baju itu sudah 1 set dengan aksesorisnya!” pinta Rendy.

“Jangan lupa juga untuk merias diri dengan kosmetik Mami ya Kak! Sudah kusiapkan lhoo..” imbuhnya.

Aku menghela nafas dan menutup pintu kamar itu. Memang kulihat gaun itu dilengkapi dengan mahkota, sarung tangan, bahkan stocking dan sepatu yang semuanya berwarna putih susu. Luar biasa! Sejenak aku kagum dengan kepandaian bu Diana dalam merancang gaun itu, komposisi yang disusunnya benar-benar serasi. Aku lalu menuruti perintah Rendy untuk memakai semua pakaian itu dengan lengkap. Berat bagiku memang, karena aku belum pernah memakai gaun pengantin sebelumnya. Setelahnya, aku pun merias diriku dengan kosmetik milik bu Diana. Kulihat semua kosmetik itu buatan luar negeri.

Aku sendiri agak canggung untuk memakai kosmetik-kosmetik itu, mengingat harganya yang selangit bagi mahasiswi sepertiku. Tapi setidaknya, aku mendapat sebuah kesempatan untuk mencoba kosmetik-kosmetik itu, maka aku berusaha untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Setelah beberapa lama, aku akhirnya selesai mempengantinkan diriku. Kubuka pintu kamar itu dan seperti yang sudah kuduga, Rendy sedari tadi sudah menungguku di depan pintu.

Ia tampak amat terpana melihatku yang berbusana pengantin itu. Busana pengantinku berupa sebuah gaun pengantin putih yang indah sekali. Atasan gaun memiliki sepasang puff bahu yang terikat dengan sepasang sarung tangan satin dengan panjang selengan di kedua tanganku yang kini menutupi jari-jariku yang lentik. Di bagian perut dan dada gaunku bertaburan kristal-kristal imitasi yang samar-samar membentuk sebuah pola hati.

Bagian pinggang gaun itu memiliki hiasan kembang-kembang sutra yang melingkari bagian pinggang gaun itu seperti sebuah ikat pinggang yang seolah menghubungkan atasan gaunku dengan rok gaun polos yang dihiasi manik-manik membentuk hiasan bunga-bunga yang bertebaran disekeliling rok gaunku. Pinggulku dipasangi pita putih besar. Aku juga memakaikan rok petticoat di pinggangku agar rok gaunku tampak mengembang. Rendy sendiri tampak kagum melihat cantiknya wajahku yang sudah kurias sendiri; kelopak mataku kurias dengan eye-shadow berwarna pink dan alsiku yang kurapikan dengan eye-pencil. Sementara lipstick yang berwarna pink lembut kupilih untuk melapisi bibirku yang tampak serasi dengan riasan bedak make-upku.

Riasan mahkota bunga putih tampak serasi dengan rambut hitam-sebahuku yang kubiarkan tergerai bebas. Aku telah memasang stocking sutra berwarna putih yang lembut di kakiku yang dilengkapi dengan sepasang sepatu hak tinggi berwarna putih yang tampak serasi seperti gaun pengantinku. Tubuhku juga kuberi parfum melati milik bu Diana sehingga sekujur tubuhku memancarkan aroma melati yang amat wangi.  PREDIKSI TOGEL JITU  SEMUA PASARAN

“Nah, bagaimana?” ujarku pada Rendy yang masih melongo melihat penampilanku.

“Hei! Kok malah bengong sih?!” seruku, yang segera menyadarkan Rendy dari lamunannya.

“E.. eh.. ccantik sekali Kak!” jawab Rendy tergagap-gagap, aku tertawa kecil melihat tingkahnya yang kebingungan.

“Kak, ini.. buat kakak..” Rendy mengulurkan setangkai mawar merah kepadaku. Mawar merah yang indah itu tampak segar berkilauan.

“Waah, terima kasih ya!!” otomatis aku mencium bunga itu untuk menghirup aromanya. Sejenak aroma yang menyengat memasuki hidungku aku pun langsung merasa pandanganku tiba-tiba kabur dan tubuhku terasa lemas.

Cerita Ngentot Memek | Aku pun ambruk tidak sadarkan diri. Sayup-sayup kulihat senyuman Rendy, aku berusaha untuk tetap sadarkan diri, namun mataku terasa berat sekali dan akhirnya aku menutup kelopak mataku. Entah apa yang terjadi pada tubuhku, namun saat aku sadar, aku melihat diriku sudah terbaring mengangkang di sebuah ranjang canopy dalam keadaan berbusana pengantin lengkap.

Kedua tanganku terikat di belakang punggungku sementara kakiku terikat erat di sisi kanan-kiri tiang ranjang itu sehingga posisi tubuhku mengangkang lebar. Aku merasa amat geli di daerah kewanitaanku, seperti ada sebuah daging lunak hangat yang menyapu-nyapu daerah kewanitaanku, terkadang daging itu menusuk-nusuk seolah hendak membuka bibir kewanitaanku melewati celah vaginaku. Aku juga merasa daerah disekitar vaginaku amat becek akibat gerakan daging itu.

“Aahh.. oohhh..” Aku pun mendesah pelan menikmati sensasi di kewanitaanku itu. Rasanya vaginaku seolah diceboki, namun gerakan daging itu yang seolah berputar-putar mempermainkan vaginaku menimbulkan sensasi nikmat disekujur tubuhku. Aku merasa tubuhku diairi listrik tegangan rendah saat daging itu membelah bibir kewanitaanku dan menyentuh lubang pipisku.

“Eh! Kakak sudah bangun rupanya!!” tiba-tiba kudengar suara Rendy dibalik gaunku. Aku berusaha mendongak dan kulihat wajah Rendy sedang berada tepat di depan selangkanganku yang terbuka lebar. Sadarlah aku kalau “daging” tadi tak lain adalah lidah Rendy yang sedang menjilati vaginaku. Aku berusaha berontak, namun untuk menutup kedua pahaku yang sedang terbuka lebar saja amat sulit. Tubuhku terasa amat lemas tanpa tenaga. Saat aku melihat sekitarku, aku baru sadar kalau aku kini berada di dalam kamar bu Diana.

“Badan kakak masih belum bisa digerakkan, soalnya pengaruh obat tidur Mami masih tersisa.” Jelas Rendy sambil berjalan ke sampingku.

Sekejap aku merasa amat panik dan berusaha mengerahkan seluruh tenagaku untuk kabur, tapi sia-sia saja. Tubuhku tidak mau bergerak sedikitpun. Astaga! Bagaimana aku bisa sebodoh itu mencium aroma bunga yang ditaburi obat bius?! Niatku untuk menjaga jarak dari Rendy kini sia-sia saja. Sekarang malah kesucianku terpampang jelas di hadapannya, aku dalam keadaan terjepit dan tidak bisa kabur lagi.

“Kakak tenang saja, dijamin enak kok! Hehehe..” tawa Rendy terkekeh-kekeh.

“Jangan, Rendy.. Jangan.. kakak mohon!!” pintaku berderai air mata saat melihat Rendy berbalik berjalan menuju arah selangkanganku.

Namun sia-sia saja, Rendy sama sekali tidak mau mendengar permohonanku. Aku pun semakin panik dan cemas. Air mataku kembali meleleh membasahi mataku, namun apa dayaku? Tubuhku kini amat sulit digerakkan karena ikatan itu ditambah rasa lemas disekujur tubuhku karena pengaruh obat bius yang tersisa. Kini aku hanya bisa pasrah membiarkan Rendy menyantap kewanitaanku. Jantungku berdegup semakin kencang dan wajahku merah merona saat Rendy semakin mendekati selangkanganku. Rendy lalu memegang kedua pahaku yang mulus. Ia mulai mengendusi paha kananku sementara paha kiriku dibelai-belai dengan tangannya.

“Essh..” aku mendesis sesaat setelah bibir Rendy mencium bibir kemaluanku. Hembusan nafas Rendy di pahaku membuat tubuhku sedikit mengigil kegelian. Saat bibir kemaluanku bertemu dengan bibir Rendy, Rendy mulai menjulurkan lidahnya. Seperti lidah ular yang menari-nari, bibir kemaluanku dijilati olehnya. Kembali bibir kewanitaanku dibelah oleh lidah Rendy, yang kembali menarikan lidahnya menceboki liang vaginaku perlahan-lahan. Aku berusaha sekuat mungkin untuk menahan gejolak birahi yang kini mulai melanda diriku, namun tetap saja suara desahan-desahanku yang tertahan sesekali terdengar keluar dari bibirku karena rasa nikmat yang menjuluri tubuhku apalagi belaian lembut Rendy di pahaku semakin terasa geli akibat stocking sutra yang kupakai.

“Haaa?! Aakh..!!” Sontak aku menjerit terkejut saat merasakan sensasi rasa geli dan nikmat yang tiba-tiba melanda tubuhku. Rupanya Rendy menjilati klitorisku. Sesekali ia menyentil klitorisku dengan lembut sehingga sekujur tubuhku seperti dialiri listrik dan bulu kudukku berdiri. Rendy menyadari bahwa aku mulai dikuasai oleh gejolak birahiku. Ia terus melancarkan serangannya ke klitorisku. Berulang kali permohonanku yang disertai dengan desahan kusampaikan ke Rendy, namun ia malah tampak kian bersemangat mengerjaiku. Kesadaranku pun semakin menghilang tergantikan dengan rasa nikmat dan hasrat seksual yang semakin merasuki tubuhku.

“Bagaimana kak? Enak tidak?” tanya Rendy padaku.

“Rendyy.. stoop.. auhhh.. jangaan..”

“Ah masaa? Bukannya kakak mendesah keenakan tuh? Yakin nih, nggak mau lagi?” ejeknya sambil menjauhkan wajahnya dari kemaluanku. Namun secara refleks, aku malah mengangkat pinggangku kehadapan wajah Rendy, seolah menawarkannya untuk kembali mencicipi liang vaginaku.

“Tuh, kan?! Malu-malu mau, nih cewek!” kembali Rendy menghinaku. Dipeganginya kedua bongkahan pantatku dengan telapak tangannya dan dtegadahkannya tangannya, sehingga kini pinggangku ikut terangkat tepat dihadapan wajah Rendy.

“Aww.. aww.. aaahh..” kembali aku merintih saat Rendy mengecup dan mengisap-isap daging klitorisku. Sesekali aku merasa sentuhan giginya pada klitorisku dan hisapannya membuatku kini hanya berusaha untuk mengejar kenikmatan seksualku semata.

SLURP.. SLURP.. Sesekali terdengar suara Rendy yang menyeruput cairan cintaku yang sudah banyak keluar dari vaginaku, seolah hendak melepas dahaganya dengan cairan cintaku.

“AAHH.. AAHHH.. AAA..” Desahanku semakin keras. Aku merasa ada sebuah tekanan luar biasa di vaginaku yang sebentar lagi hendak meledak dari dalam tubuhku. Otot-otot tubuhku secara otomatis mulai menegang sendirinya.

“HYAA.. AAAKH!!!” jeritku bersamaan dengan meledaknya tekanan dalam tubuhku. Tanpa bisa kutahan, pinggangku menggelepar liar, bahkan Rendy terlontar mundur akibat dorongan tubuhku. Aku bisa merasakan vaginaku memuncratkan cairan cintaku dalam jumlah yang banyak. Seluruh simpul sarafku terasa tegang dan kaku saat sensasi geli dan nikmat yang luar biasa itu menjalari tubuhku, dan akhirnya muncul perasaan lega yang nyaman setelahnya. Aku pun terkapar kelelahan, nafasku tersengal-sengal. Tenaga di tubuhku seolah lenyap seketika. Aku sadar, baru saja aku mengalami orgasme yang luar biasa!

“Wah, waah.. Rupanya galak juga nih, kalau orgasme!” ejek Rendy yang kini terduduk di hadapan selagkanganku.  PREDIKSI TOGEL JITU  SEMUA PASARAN

Ia mendekati vaginaku dan kembali ia menyeruput cairan cintaku yang masih tersaji di vaginaku setelah ledakan orgasmeku barusan. Aku pun hanya mendesah kecil tanpa memberontak. Kepalaku serasa kosong dan aku membiarkan Rendy menikmati cairan cintaku sesuka hatinya. Setelah puas meminum cairan cintaku, Rendy berdiri di hadapanku dan melepas pakaiannya sehingga ia telanjang bulat dihadapanku. Bisa kulihat penisnya yang panjangnya sekitar 14 cm sudah menegang keras melihat keadaanku yang mengangkang lebar, memamerkan kewanitaanku di depannya. Rendy berjalan melewati tubuhku hingga akhirnya ia tiba didepan kepalaku. Rendy lalu berlutut di hadapan wajahku sambil mengocok penisnya.

“Kak, tadi rasa memek kakak enak sekali loh! Nah sekarang giliran kakak ya, ngerasain punya Rendy?” seloroh Rendy. Aku yang menyadari kalau Rendy akan mengoral penisnya dengan mulutku, mulai menjerit meminta pertolongan.

“TOL.. uumph!!” jeritanku terhenti karena Rendy langsung menyumpalkan penisnya didalam mulutku. Walaupun ukuran penisnya tidak begitu besar, namun batang penisnya sudah cukup memenuhi rongga mulutku yang mungil.

“Hhmmphh.. hmph..” suaraku teredam oleh penis Rendy.

Cerita Ngentot Memek | Aku berusaha memuntahkan penis itu, namun Rendy memajukan pantatnya sehingga penisnya tetap masuk didalam mulutku hingga menyentuh kerongkonganku. Rendy menjambak poni rambutku dan mulai menggerakkan kepalaku maju mundur. Rasa sakit di ubun-ubunku karena poni rambutku dijambak sudah cukup untuk membuatku tidak berontak lebih jauh, aku mengikuti gerakan tangan Rendy yang sedang memaksaku mengulum dan mempermainkan penisnya dalam mulutku.

“Aahh.. Enaak..” desah Rendy saat penisnya keluar masuk dari mulutku.

“Hmmp.. mpp.. phh..” aku berusaha mengambil nafas untuk menyesuaikan gerakan penis Rendy dalam mulutku. Kocokan mulutku masih belum berhenti, namun aku merasa agak mual karena rasa dalam mulutku saat ini. Sementara leherku juga pegal karena dipaksa naik-turun oleh Rendy.

Beberapa saat kemudian, Rendy berhenti manjambak poniku, aku pun segera merebahkan kepalaku yang pegal-pegal keatas bantal yang lembut untuk melepas penat. Namun rupanya penderitaanku belum juga berakhir. Rendy belum mau melepaskan kenikmatannya dioral olehku.

Belum sempat penisnya keluar dari mulutku, sekarang ia malah menekan selangkangannya ke wajahku dan menggoyang-goyangkan pantatnya sehingga penisnya kembali masuk kedalam rongga mulutku. Aku bisa merasakan buah zakarnya yang tergantung menampar-nampar daguku berulang kali bersamaan dengan gerakan pantatnya yang maju mundur dihadapan wajahku yang kini tertekan oleh bantal, aku pun berulang kali tersedak karena penis Rendy dalam mulutku bergerak dengan amat cepat.

“Oke, kak! Sekarang giliran kakak yang main! Ayo kulum dan mainin pakai lidah kakak!” perintah Rendy sambil menghentikan gerakannya. Aku sendiri sudah mati kutu, kepalaku terjepit diantara selangkangan Rendy dan bantalku, sehingga aku tidak bisa bergerak bebas.

“Ayo, Kak! Atau mau kugerakkan sendiri dimulut kakak seperti barusan?” ancamnya padaku. Aku pun tidak punya pilihan lain selain menuruti perintah Rendy, setidaknya aku akan lebih leluasa bernafas apabila aku yang bergerak sendiri. Aku pun menggerakkan lidahku membelai-belai batang penisnya yang masuk hingga rongga mulutku. Sesekali lidahku juga bersentuhan dengan kepala penisnya. Sebenarnya aku agak jijik juga karena tercium bau agak pesing dari ujung penis Rendy, namun apa dayaku? Lebih baik kuturuti perintah anak ini supaya siksaanku cepat selesai. Aku pun berusaha untuk tidak begitu mempedulikan bau itu. Penis Rendy kuanggap saja seperti permen yang luar biasa tidak enak. Aku pun terus mengemut penis Rendy itu.

“Ayo, kak! Terus! Jago juga nih, nyepongnya! Enak bangeet!”

“Mmphh..” erangku.

“Isapin juga kak! Seperti ngisap permen!” kembali Rendy memberi perintah padaku, yang langsung saja kuturuti.





Kuhisap penisnya dengan pelan dan lembut dengan harapan anak ini bisa segera menghentikan aksinya dan aku bisa terbebas dari siksaan ini. Herannya, selama beberapa menit kuoral, Rendy masih saja tidak puas. Aku pun mulai kelelahan mempermainkan penisnya dalam mulutku, walaupun aku mulai terbiasa dengan situasiku sekarang.

Entah setan apa yang merasukiku, namun saat aku mengingat bahwa aku sedang mengoral penis anak kecil yang tak lain adalah muridku, aku merasa hasrat seksualku kembali meninggi dalam tubuhku. Aku ingin sekali mencapai orgasme sekali lagi dan aku ingin mencoba sesuatu yang lebih hebat lagi bersama Rendy. Pikiran itupun membuatku memainkan penis Rendy sebaik mungkin dalam mulutku agar Rendy mencapai kepuasannya.

“Ookh..” Aku mendengar suara erangan panjang keluar dari mulut Rendy dan saat itulah, aku merasa mulutku disembur oleh cairan kental berbau amis. Aku menyadari bahwa Rendy baru saja berejakulasi dalam mulutku, dan kini mulutku dipenuhi spermanya. Rendy kembali menekankan selangkangannya ke wajahku.

“Telan kak! Jangan sampai bersisa!”

Aku pun menuruti perintah Rendy, kutelan semua sperma dalam mulutku, sekaligus kuhisap-hisap penis Rendy agar spermanya tidak bersisa. Rendy hanya mengerang keenakan saat penisnya kubersihkan dengan mulutku.

“Woow.. enaak.. lebih enak dari onanii” seloroh Rendy. Namun aku tidak peduli, aku terus menghisap-hisap penisnya itu hingga aku yakin tidak ada lagi sperma yang tersisa. Setelah selesai, Rendy mengeluarkan penisnya dari dalam mulutku.

“Waah.. Kakak jago banget lho! Enak sekali kak!”

“Rendy, kamu jahaat..” protesku.

“Lho kenapa? Bukannya kakak sekarang sudah jadi pengantinku?” balasnya.

“You may kiss your briide!!” sorak Rendy tiba-tiba.

Tanpa basa-basi, Rendy segera mencium bibirku. Bibirku diemut-emut dengan lembut dan sesekali bibirku juga dijilati oleh lidahnya. Aku hanya membiarkannya mempermainkan bibirku sesuka hatinya. Pelan-pelan lidah Rendy membelah bibirku dan lidahnya menyusup kedalam rongga mulutku. Aku pun merespon dengan menghisap lidah Rendy dengan lembut. Sesekali juga kujulurkan lidahku, sehingga giliran Rendy yang menghisap air ludahku yang menyelimuti lidahku. Gairah seksualku sekarang benar-benar menguasai tubuhku, semakin kuingat bahwa Rendy yang saat ini sedang bercinta denganku, semakin aku tenggelam dalam hasratku. Selama beberapa menit kami terlibat dalam French kiss itu, sebelum akhirnya Rendy menghentikan ciumannya di bibirku. Aku pun tampak kecewa saat Rendy menjauhkan wajahnya.

“Kenapa kak? Enak kan rasanya? Masih mau lagi?” tanyanya.

Pertanyaan Rendy itu seketika memancing gairah seksualku yang meningkat. Aku merasa ini adalah sebuah kesempatan bagiku, namun sebelum aku sempat menjawab, tiba-tiba Rendy mengambil sehelai celana dalam putih berenda yang tadi kupakai dan menjejalkannya ke mulutku hingga celana dalamku memenuhi seluruh rongga mulutku. Belum puas, Rendy juga melakban mulutku sehingga celana dalamku itu tersumpal sempurna di dalam mulutku.

“Mmfff.” Protesku pada Rendy. Namun suaraku terhalang oleh celana dalam yang menyumbat mulutku.

“Jangan dijawab dulu, Kak. Nanti ya, Rendy mau istirahat dulu!”

“Oh, Kakak juga boleh istirahat kok! Nah, daripada bosan, bagaimana kalau kakak nonton saja dulu?” lanjut Rendy. Aku bisa mendengar suara televisi yang dinyalakan dan suara pemutar DVD yang dibuka oleh Rendy. Setelah selesai, Rendy lalu mendatangiku yang masih terbaring mengangkang di ranjang.

“Jangan berontak ya, Kak! Kalau macam-macam, video kakak kusebarkan!” ancamnya. Rendy lalu melepaskan ikatan kakiku di kedua tiang ranjang itu. Aku disandarkan ke kepala ranjang dan Rendy menyandarkan sebuah bantal di punggungku dan juga sebuah bantal kecil di pantatku untuk kududuki agar aku merasa nyaman. Tali yang tadi dipakai untuk mengikat kakiku kini digunakan untuk mengikat sikut tanganku yang masih terikat di punggungku pada kedua tiang bagian atas ranjang canopy itu agar aku tidak kabur.

“Oke deh! Rasanya sudah cukup!! Nah, kakak santai saja ya? Nikmati saja filmnya!” Rendy lalu memutar DVD itu.

“Mmff!!” Aku berteriak terkejut saat melihat adegan percintaan seorang wanita berambut pirang di layar televisi itu, rupanya Rendy menyetelkan DVD porno untuk kutonton..

“Kakak pelajari gayanya dulu, ya! Supaya nanti siap main dengan Rendy! OK?!” Rendy tersenyum dan beranjak pergi, meninggalkanku sendiri terikat di ranjang sambil berusaha menahan gejolak birahiku yang semakin mendera karena suguhan adegan panas dihadapanku.

Aku pun terpaksa menonton film porno itu sekitar 2 jam. Yah, aku memang pernah melihat sekilas film porno di handphone teman-teman SMUku, namun mungkin karena ini pengalaman pertamaku melihat film porno selama itu, muncul keinginanku agar vaginaku dimasuki oleh penis seperti wanita bule yang ada di film porno itu. Pikiranku bergejolak, aku sadar bahwa aku akan kehilangan keperawananku apabila vaginaku dimasuki penis Rendy, namun di sisi lain, aku penasaran akan rasa nikmat yang tampaknya melanda wanita di film itu saat vaginanya dimasuki oleh penis. Aku juga ingin merasakan kenikmatan itu. Apakah aku juga akan merasa senikmat itu apabila vaginaku dimasuki oleh penis? Aku masih bisa mengingat dengan jelas rasa nikmat saat vaginaku dijilati dan dipermainkan oleh Rendy sebelumnya. Tentunya aku akan merasa lebih nikmat lagi apabila vaginaku dipermainkan oleh penis Rendy. Lagipula, setidaknya aku tidak perlu khawatir akan hamil sebab masa suburku baru saja terlewati minggu lalu. Akhirnya rasa penasaran dan gairah seksualku mengalahkan perasaanku. Sudah kuputuskan, aku akan melayani Rendy sepenuh hatiku. Aku sudah tidak peduli lagi akan statusku sebagai gurunya ataupun perbedaan usia kami, yang kini kuinginkan hanyalah mengejar kenikmatan seksualku semata. Bahkan status dan perbedaan usia kami malah menjadi sumber gejolak gairah seksualku. Detik dan menit berlalu, namun bagiku yang kini dikuasai gairah seksualku, serasa menunggu selama berhari-hari. Cairan cintaku sudah semakin banyak keluar dari vaginaku sehingga aku bisa merasakan bantal yang kududuki semakin basah. Akhirnya, pintu kamar itu terbuka juga dan masuklah Rendy kedalam kamar itu.

“Bagaimana kak? Sudah puas nontonnya?”

“Sudah tahu kan bagaimana gaya-gayanya?” lanjutnya. Aku hanya mengangguk pelan dengan wajah memelas.

“Bagus, bagus!! Kakak emang pintar!” ujarnya sambil membelai kepalaku dengan pelan, seolah memuji anak kecil.

“Hff..” jawabku.

“Nah, kalau begitu kakak mau tidak kalau aku setubuhi seperti di film?” muncullah pertanyaan yang sedari tadi kutunggu. Tanpa pikir panjang, aku langsung mengangguk sambil melihat wajah Rendy. Namun Rendy malah pura-pura tidak melihat sambil mematikan DVD playernya.

“Apaa? Rendy nggak bisa dengar nih!”

“Mmff!!” Aku berusaha untuk meminta Rendy melepaskan sumbatan mulutku agar aku bisa berbicara, namun Rendy malah melepas ikatan di kedua sikutku sehingga aku terbebas dari ranjang canopy itu. namun tanganku masih terikat kencang di punggungku. Aku lalu dituntun turun dari ranjang. Rendy tidak lagi mengawasiku dengan ketat. Ia tahu bahwa aku sekarang sudah tidak ingin kabur lagi.

“Waah, udah gede masih ngompol yah, Kak?” ejek Rendy saat melihat bekas cairan cintaku di bantal yang tadi kududuki.

Aku hanya menggeleng pelan, namun kurasa Rendy juga tahu bahwa itu adalah cairan cintaku yang meluber karena aku terangsang sedari tadi. Rendy lalu menarikku kehadapan sebuah papan tulis putih di kamar itu yang ditempeli berbagai rancangan bu Diana. Rendy melepas semua rancangan itu agar papan tulis itu bersih. Rendy juga memposisikan tubuhku agar terjepit diantara sebuah meja dihadapanku dan papan tulis itu dibelakangku. Aku terkejut saat Rendy dengan sigap menundukkan tubuhku di meja itu sehingga posisiku kini menungging kearah papan tulis itu. Rendy juga menaikkan rok gaun dan petticoatku bagian belakang dan mengaitkannya di pita putih gaunku yang ada di pinggangku, sehingga kini pantatku terpampang jelas menungging didepan papan tulis itu.

“Nah, gimana kalau kakak tulis saja apa yang kakak mau? Soalnya kakak nggak bisa ngomong sekarang” ujarnya dari belakang. Aku pun semakin heran, bagaimana caraku menulis dengan tangan terikat dan posisi tubuh menungging seperti ini? Aku hendak berdiri, namun punggungku ditekan ke meja itu oleh Rendy.

“Tahan sebentar ya, Kak” ujar Rendy sambil membuka celah pantatku. Rendy lalu menuangkan lotion ke jari telunjuknya dan mengusapkan lotion itu ke lubang pantatku. Sesaat aku merasakan jari Rendy yang menempel dilubang pantatku bergerak pelan mengoleskan lotion itu dan aku bisa merasakan rasa dingin dan licin akibat lotion itu di pantatku.

Setelah lubang pantatku selesai dilumuri lotion, aku merasa ada sesuatu di lubang pantatku, aku tahu benda itu bukanlah jari Rendy karena benda itu terasa lebih besar dan keras dari jari Rendy.

“HMMFF!!” jeritku saat tiba-tiba aku merasakan rasa sakit yang luar biasa di lubang pantatku. Suatu benda yang panjang dan keras menekan memasuki lubang pantatku. Aku menoleh ke belakang dan melihat Rendy memaksakan untuk memasukkan benda itu ke dalam anusku. Benda itu diputarnya perlahan masuk ke dalam pantatku seperti sekrup. Air mataku meleleh saat merasakan rasa perih yang amat sangat saat Rendy memperawani anusku dengan benda itu. Lubang pantatku serasa tersayat-sayat dan rasa perihnya tak terkira.

“Wuiih.. lubang pantatnya seret banget! Padahal sudah dikasih lotion! Pasti masih perawan, nih!” komentar Rendy yang terus memutar benda itu masuk kedalam anusku. Aku hanya bisa menggeleng-geleng keras memohon agar Rendy menghentikan aksinya itu. Namun Rendy terus memaksakan benda itu untuk masuk kedalam pantatku.

“Oke! Selesai deh!” seru Rendy. Aku menoleh kebelakang, aku amat panik saat menyadari sebuah spidol berukuran besar kini tertanam didalam pantatku. Spidol itu tampak mengacung tegak kearah papan tulis karena posisi tubuhku yang menungging.

“Oops, tenang saja, Kak! Spidolnya sudah kumasukkan dengan baik, kok! Kakak tahan saja spidolnya dengan otot pantat kakak supaya tidak jatuh!” ujar Rendy. Kata-kata Rendy sama sekali tidak menenangkanku apalagi saat merasakan spidol besar yang sedang tertanam dalam pantatku.

“Nah, ayo tulis apa yang kakak mau!”

“MMFF!!” aku menggeleng memprotes Rendy. Ide anak ini benar-benar gila! Aku yakin dia pasti mempelajari cara ini lewat film-film pornonya untuk mempermalukanku.

“Ayoo, kalau tidak, kakak nanti kubiarkan seperti ini, lho! Spidolnya tidak akan kucabut kalau kakak tidak mau menurut!” ancamnya.

“Mmm..” aku memelas mendengar ancaman Rendy. Aku tahu kalau sedari awal aku tidak memiliki posisi menawar melawan Rendy dengan kondisi seperti ini.

“Nah! Ayo, tulis di papan tulis kak! Seperti waktu kita belajar! Sekarang, aku mau kakak mengajariku menulis!” ujar Rendy sambil beranjak duduk dihadapanku, seolah sedang mendengarkan pelajaran di kelas.

Aku berusaha tetap tenang dan mulai menggerakkan pantatku di papan tulis itu.

“Mmf!” aku menjerit kecil dan mataku membelalak saat ujung spidol di pantatku menyentuh permukaan papan tulis.

Cerita Ngentot Memek | Pantatku terasa geli dan sedikit perih akibat tekanan spidol itu. Rendy tampak senang melihat ekspresi wajahku yang dipenuhi rasa panik, malu dan bingung akan keadaanku sekarang. Perlahan-lahan aku berusaha untuk menulis dengan pantatku di papan tulis itu. Kaki dan pahaku ikut bergerak menaik-turunkan tubuhku yang menungging. Aku selalu merintih setiap kali satu goresan kutulis di papan tulis itu karena sensasi yang ditimbulkan spidol itu dalam pantatku, yang entah bagaimana semakin membangkitkan gairah seksualku.

“Hati-hati lho, kak. Kalau terlalu ditekan, spidolnya bisa tergelincir masuk kedalam pantat kakak. Nanti tidak bisa keluar lagi lhoo..” sorak Rendy.

Dasar badung! Pikirku. Memangnya salah siapa kalau nanti spidol ini malah terselip masuk kedalam pantatku?! Malah sekarang aku yang harus berusaha keras menangkal resiko yang diciptakan oleh anak ini untuk tubuhku! Aku pun mulai kehilangan ketenanganku akibat sorakan Rendy itu. Apalagi sesekali aku merasa spidol itu semakin masuk kedalam pantatku saat aku menulis. Namun aku tetap berusaha keras dan hasilnya, 5 huruf yang acak-acakan tertulis di papan tulis itu. Aku menghela nafas lega saat aku melihat hasil tulisanku itu. Sulit untuk dibaca memang, bahkan aku yakin tulisan anak SD pasti jauh lebih mudah dibaca dari tulisanku; namun aku yakin telah menulis huruf P-E-N-I-S di papan tulis itu.
Baca Juga:

https://linktr.ee/daftartoto

 






 

Share:


BANDAR TOGEL ONLINE TERAMAN & TERPERCAYA


NAMA BO PASARAN TUTUP RESULT MINIMAL DP&WD TEMPAT DAFTAR
WINE4D Singapore
Hongkong
Sydney
+7Pasaran
17:15
22:00
12:45
WIB
17:45
23:00
14:00
WIB
DP:50rb
WD:50rb
Klik Disini
BIRTOTO Singapore
Hongkong
Sydney
+7Pasaran
17:15
22:00
12:45
WIB
17:45
23:00
14:00
WIB
DP:50rb
WD:50rb
Klik Disini
BIRTOTO2 Singapore
Hongkong
Sydney
+7Pasaran
17:15
22:00
12:45
WIB
17:45
23:00
14:00
WIB
DP:50rb
WD:50rb
Klik Disini
KAFETOTO Singapore
Hongkong
Sydney
+5Pasaran
17:15
22:00
12:45
WIB
17:45
23:00
14:00
WIB
DP:50rb
WD:50rb
Klik Disini
ANDROID4D Singapore
Hongkong
Sydney
+7Pasaran
17:15
22:00
12:45
WIB
17:45
23:00
14:00
WIB
DP:50rb
WD:50rb
Klik Disini
RAJAJP Singapore
Hongkong
Sydney
+5Pasaran
17:15
22:00
12:45
WIB
17:45
23:00
14:00
WIB
DP:50rb
WD:50rb
Klik Disini
DIVA4D Singapore
Hongkong
Sydney
+4Pasaran
17:15
22:00
12:45
WIB
17:45
23:00
14:00
WIB
DP:50rb
WD:50rb
Klik Disini
FLAMINGO4D Singapore
Hongkong
Sydney
+1Pasaran
17:15
22:00
12:45
WIB
17:45
23:00
14:00
WIB
DP:50rb
WD:50rb
Klik Disini

Copyright © Film Panas, Cerita Panas, Berita Viral, Artis Seksi, Cewek Montok, Video Bokep, | Blogger Design by Rio Ferdinand |