Film Panas, Cerita Panas, Berita Viral, Artis Seksi, Cewek Montok, Video Montok, Bola, Olahraga, Politik, Peristiwa, Otomotif, Bandar Bola, Terbaik, Agen Poker Teraman, Situs Casino, Togel, Bandar Online Terpercaya

Android4d Bo Togel Bonafit Terbaik Terpercaya Terjamin Aman   Wine4d Bandar Casino Togel Sgp Hk Sydney Australia Terpercaya Terbaik
Birtoto Bandar Togel Hk Sgp Sydney Turkey Teraman Terpercaya   Birtoto2 Togel Wap Terbaik Agen Toto Mesir Singapore Sydney Hk
Rajajp Bandar Togel Agen Togel Online   Diva4d Bandar Togel Situs Togel Agen Togel
kafetoto Bandar Togel Togel Online   Pasang Iklan Anda DISINI
Birasia Bandar Bola, Poker, Casino, Terpercaya Dan Teraman   Birpoker Agen Poker Indonesia Terbaik
Divapoker Agen Poker Online   Flamingo4d Situs Togel Terpercaya

Senin, 03 Juni 2019

Cerita Dewasa Pramugari yang Seksi

Cerita Dewasa Pramugari yang Seksi

Cerita Dewasa Pramugari yang Seksi


Cerita ini bermula saat aku kuliah di Jakarta, dimana saat itu aku masi berusia 20 tahun dan sebut saja namaku Aji. Aku tinggal disebuah kost-kostan yang tidak jauh dari tempatku kuliah hanya sebuah kamar dan lansung kamar mandi didalam. Dimana cewek dan cowok diterima ngekost disini.karena yang tinggal rata2 para pekerja shif kadang aku jarang berjumpa dengan mereka. Ada 1 cewek yang kerjanya office hour tinggal disebelah kamarku sebut saja namanya Tari yang usianya saat itu kira-kira 26 tahun dengan tinggi 165 cm dan berkulit kuning langsat mempunyai body yang sangat bagus dan dadanya lumayan besar untuk ukuran gadis Indonesia. Seperti biasa tiap aku pulang kuliah sebelum mandi aku duduk didepan kamar hanya dengan memakai handuk dan kaos dalam, menghabiskan sebatang rokok dan menunggu mba Tari lewat pulang kerja. Dari jauh aku melihat dia berjalan kearah depan kamarku karena memang kamarnya terletak paling pojok setelah kamarku. â€Å“Sore mba Tari,baru pulang kerja mba ?” tanyaku ramah. â€Å“Iya Aji” jawabnya juga ramah sambil tersenyum padaku. â€Å“koq keliatannya cape banget mba ? lagi banyak kerja ya ?” â€Å“iya nih aku lagi dikejar deadline kerjanya banyak banget,badannya pada pegel” â€Å“Mmmh, ntar mau beli makan bareng ga mba?” â€Å“Engga kayanya Aji, aku boleh nitip aja ya?” â€Å“Ya boleh mba, apa sih yang ga buat mba hehehee..” Sebelum masuk kekamarnya mba Tari memberiku uang duapuluhribuan dan nitip makanan untuk nanti malam. Sehabis mandi aku beli makanan dan lansung kekamarnya ngetok pintu tok tok tok â€Å“Mba Tari…..” Karena ga ada jawaban aku lansung buka pintu dan mendapati mba Tari terbaring ditempat tidur yang kepalanya masi dililitkan handuk kayanya habis mandi mungkin dia menunggu rambutnya kering tapi malah ketiduran dan kakinya masi belum dinaikin kekasur. Tanpa pikir panjang aku masuk dan menutup pintu lalu meletakkan makanan yang baru kubeli. Kuangkat kakinya dan kunaikan ditempat tidur. Perlahan mba Tari membuka matanya dan tersenyum padaku â€Å“Kamu baik banget Aji”katanya dengan nada pelan. ”Ah gapapa mba,kasian aja mba nya kecapean, kalo mba mau aku pijitin kakinya ya ?” â€Å“Ga usah, nanti ngerepotin kamu Aji” Aku ga dengerin omongannya, seketika aku mengambil lotion dan mulai memijit kakinya, memang saat itu dia udah memakai celana pendek longgarselutu dan baju kaos rumahan. Aku mulai pijit jari-jari kaki mba Tari sampai ketumit. Baru sebentar kayanya mba Tari udah ketiduran pulas banget dan ada kayanya setengah jam aku terus memijitnya sampai dia terbangun lagi. â€Å“Aduh Aji maaf ya mba ketiduran pijitan kamu enak banget” katanya aga malu. â€Å“hehehee iya donk,kan aku udah bersertifikat dari departemen pijit-memijit” candaku padanya. â€Å“iihh kamu bisa aja,ada loh 30 menit aku ketiduran tapi kamu mijitin aku terus ya?” â€Å“iya mba biar mba bangunnya nanti seger kasian lagi banyak kerja,kalo mba mau aku pijitin betisnya sekalian ya?” Tanya ku pada mba Tari. â€Å“Kamu yakin gapapa ?” â€Å“iya mba gapapa aku seneng bisa bantuin mijitin mba, lagian mba Tari juga enak mijitnya kulitnya halus banget” Mba Tari hanya tersenyum dan lansung membalikkan badannya tengkurap sambil memeluk bantal, dan aku pun mulai memijit betisnya yang sangat indah itu. Saat itu aku ga tau mba Tari memasukkan tanganya kebelakang baju meraba punggungnya sendiri, sekilas aku lihat dia kayanya membuka pengait branya, dan mulai tengkurap lagi. Aku berfikir kayanya mba Tari udah ngasi lampu hijau buatku untuk memijit punggungnya dan saat itu terlintas aja dalam otak ku seandainya itu terjadi aku bisa dengan laluasa menyentuh kulitnya yang sangat terawat itu. Baru aja kepikiran kayanya dalam celanaku ada yang merespon dan lansung aja seketika celanaku menjadi sempit karena siotong udah berdiri duluan. 



â€Å“kamu bisa mijitin punggung sama pinggangku juga ga Aji ?” Seketika aja aku jadi kaget dia ngomong gitu, baru aja aku menghayal malah uda dikabulkan. â€Å“ Eh oH iya iya bisa mba Tari” jawabku gelagapan. â€Å“Pinggangku nyeri semua duduk seharian dikantor nih” katanya lagi. â€Å“iya mba Tari aku pijitin sekalian aku juga tau titik-titik syaraf biar bisa aku acupressure juga” Aku duduk menyamping disebelah mba Tari. Pertama aku deg-degan juga coba menaikan baju mba Tari keatas dan aku tertegun melihat punggungnya secara lansung karena sangat putih mulus dan tanpa cacat sedikit pun. Mulai aku usap pinggangnya pelan-pelan naik keatas kepunggung dan benar aja dugaanku tadi dia udah membuka pengait bra nya. Saat aku mijit punggungnya kadang dekat pangkal lengannya jariku menyentuh pinggiran payudaranya dan saat aku mau memijit pundak dan belakang lehernya mba Tari seperti tau kalo bajunya menghalangi tanganku dan seketika dia malah mambuka bajunya sambil tengkurap dan tetap memeluk bantal dan mengempitkan payudaranya yang besar itu. Aku udah bener-bener ga tahan rasanya karena siotong dalam celanaku udah keras dari tadi. Karena udah seperti ini aku memberanikan diri naik duduk diatas pantat mba Tari yang bohai seperti orang menunggang kuda Aku mulai acupressure punggung mba Tari dengan menekan kedua jempolku dititik syarafnya. Tanpa aku sadari rupanya penisku tepat berada ditengah-tengah pantatnya dan menekan sangat kencang. Bukannya marah mba Tari mulai memutar-mutarkan pantatnya supaya bergesekan terus dengan penisku. Aku tau dia udah mulai teransang dengan mengeluarkan erangan-erangan erotis dari mulutnya. â€Å“mmmh oohhh enak Aji terusss ditekan lagiiii” Seketika mba Tari membalikkan badannya sehingga aku yang tadi memegang punggungnya kini malah memegang kudua payudaranya yang besar montok dan mengacung keatas. Tanpa banyak omong kedua tangannya menarik kepalaku dan mencium bibirku aku pun membalasnya.kamipun berciuman. Tanganku yang tadi memegang payudaranya sekarang mulai meremas-remas dan memelintir kedua putingnya. â€Å“Aji aku mau kamu mijitin aku sampai tuntas malam ini sayang” katanya sambil membuka celana dan celana dalamnya. â€Å“Iya mba Tariku sayang” kataku juga sambil membuka semua pakaianku. Penisku yang dari tadi tertahan dicelana sekarang bebas berdiri dengan kerasnya. Mba Tari keliatan senang dengan ukuran penisku yang lumayan besar panjang 17 cm dan diameter 4 cm. Kami pun mulai berciuman lagi dengan posisi mba Tari masi dibawah, aku menciumnya dengan lembut tangan kiriku meremas kedua payudaranya bergantian dan kadang memelintir putingnya, tangan kananku mulai menjamah perutnya dan turun kepusar kebawah dan aku rasakan bulu halus diatas vaginanya lalu aku merasakan itilnya yang udah basah dengan lendir kewanitaanya, itilnya aku putar dan aku tekan dengan lembut. â€Å“ooouuhhh oouuhhh ssshhhh nikmat banget sayang” desah mba Tari. Ciumanku mulai turun menjalar kelehernya dan terus kebelahan dadanya aku mengecup putingnya yg kecil bewarna kemerahan itu lalu menghisapnya dengan rakus bergantian kiri dan kanan. Seketika bulu romanya berdiri dan dia menggelinjang merasakan hisapanku diputingnya. Setelah itu ciumanku turun kebawah lagi kepusarnya dan tanganku berusaha melebarkan kakinya selebar mungkin dan terpampanglah pemandangan indah mba Tari yang bertubuh bahenol itu sedang mengangkang pasrah dengan vagina yang hanya ditumbuhi bulu-bulu halus dan bibir vagina yang bewarna kemerahan. Bibirku mendekat kevaginanya aku kecup itilnya dan lidahku mulai menjilati benda kecil itu aku hisap dan aku pelintir dengan mulutku.mba Tari tidak kuasa menahan nikmat yang aku berikan, badannya terus bergerak dan pantatnya terus diputar-putar, mulutnya mengoceh tidak karuan. Tangan kiriku meremas-remas payudaranya dan tangan kananku mulai memasukkan jari kedalam liang vaginanya yang terus basah, mba Tari menekan kepalaku sangat kuat kearah vaginanya dan menjepit kepalaku dengan pahanya. â€Å“oouhhh oouuhh mmmmmhhhh eeaaahhhhh” satu desahan panjang diiringi menyemburnya cairan vaginanya mba Tari orgasme tepat dimulutku. 



Baca Juga : Cerita Misteri Aneh Rumah Bordil Super Mewah Di Indonesia

Sekarang mba Tari mendorong badanku berdiri disisi tempat tidur dia berjongkok menghadap kearah ku dan tangannya mulai mengelus dan meremas-remas penisku setelah itu dia mulai menjilati penisku dari pangkal hinga ujungnya. Tangan kirinya membelai kedua buah zakarku dengan lembut dan yang kanan memegang batang kejantananku, saat mba Tari mulai memasukkan penisku kemulutnya terasa sangat nikmat sekali, tangannya mengocok batang penisku pelan-pelan dan mulutnya terus menghisap dan menjilati kepala penisku dengan rakus. Dia coba memasukkan penisku kedalam mulutnya tapi cuma setengah karena mentok dikerongkongannya. Saat yang dinanti datang mba Tari duduk mengangkang dipinggir tempat tidur tepat didepanku yang masi berdiri dia mengarahkan penisku kelobang vaginanya, aku mulai memasukkan kepala penisku kevaginanya pelan-pelan terasa masih sempit dan peret. Saat baru kepala penisku masuk aku menariknya keluar lagi sampe 3 kali biar terbiasa, tapi mba Tari yang ga sabaran malah mengunci pantatku dengan melingkarkan kedua kakinya dipantatku dan mau penisku dimasukkan semua. Mba Tari meremas kedua bahuku gemas karena seperti aku mempermainkannya, aku coba menekan lagi pelan-pelan dan penisku udah masuk setengah mba Tari mendongak keatas menahan nikmat, aku mulai menggoyangkan pantatku maju mundur dan dengan satu tekanan kuat bleess penisku masuk semua sampai kepangkalnya, saat itu juga mba Tari berteriak kecil â€Å“Ooouucchhh” dengan mata terpejam. Dimulailah permainan kami,aku menggenjot vagina mba Tari kadang pelan dan kadang kaya orang kesetanan, aku memaju-mundurkan pantatku diiringi irama penisku yang bergesekan dengan liang kewanitaannya, cairan vaginanya yang sebelumnya keluar jadi pelicin dan menimbulkan bunyi yang sangat erotis.kami berdua bermandikan keringat memacu birahi yang udah sama-sama memuncak. Mba Tari mengusap dadaku dan meraba perutku yang rata. â€Å“Badan kamu bagus sayang, pasti stamina kamu kuat” katanya. â€Å“Iya donk sayang, aku kan rajin nimba air tiap pagi heheee” jawabku centil. â€Å“puasin aku sayang” â€Å“pasti sayangku, sepuas yang kamu mau sayang” mba Tari mencengkram bahuku kuat yang aku tau dia mau nyampe lagi dan aku lebih mempercepat ritme goyanganku. â€Å“ooouchhh uuuhhhh ooouuchhh yeaaahhhh” erangan keluar dari mulut mba Tari disertai lagi dengan orgasme keduanya. Aku mencabut penisku dari vagina mba Tari yang lagi-lagi udah basah sama cairan orgasmenya dan meminta dia balik badan menungging kearahku. Mba Tari udah agak lemas kayanya tapi dengan senang dia menuruti kemauanku dari belakang dengan posisi menungging aku lebih bernafsu lagi melihat tubuhnya yang sintal ditambah dengan pantatnya yang besar basah oleh keringat, lipatan vagina yang sangat sempurna menyembunyikan itil nya didalam.aku arahkan kepala penisku kevaginanya dan mulai memasukkan kepala penisku pelan-pelan. Sambil memaju mundurkan pantatku aku mencengkram kuat kedua pinggang mba Tari membuat dia merintih dan mendesah membuatku semakin kencang memompa vaginanya dari belakang. â€Å“oouuchhh ooouuchhhh mmmhhh enaakkkk sayyaaaanngggggg” katanya. Lumayan lama dengan posisi menungging dan kayanya mba Tari udah mau keluar lagi dia mau ganti posisi dan memintaku berbaring lurus ditempat tidur dengan gaya women on top. 

Aku menurutinya sambil berbaring dan mba Tari lansung berjongkok diatas tubuhku sambil mengarahkan kepala penisku kevaginanya dan dengan satu tekanan blessss amblaslah penisku masuk semua kevaginanya, dia naik turun menghujamkan penisku keluar masuk di vaginanya, goyangannya sangat erotis dengan sekalian memutar pantatnya kepenisku. Rasanya sangat nikmat penisku bagai diurut dari ujung sampe pangkalnya. Tak lama akupun rasa udah mau keluar aku mempercepat gerakanku kevaginanya. â€Å“Oouuucchhh mbaaa aahhhh akuuu mauuu kekekeluaarrr jugaaaa” kataku terbata-bata. â€Å“iya sayang ooouuchhh aku juga mau keluarr lalalagiii ooouuuuccchhhhh” kata mba Tari. Diiringi teriakan kita berdua aku menekan penisku sekuat-kuatnya kelobang vagina mba Tari dan croott crooott croott croottt……. Spermaku tumpah semua didalam vaginanya dan mba Tari pun juga orgasme, cairannya keluar membasahi penisku. Seketika mba Tari lemas dan merebahkan tubuhnya diatas tubuhku dan aku menerimanya dalam pelukanku aku mengecup lama keningnya, tampak dia memejamkan mata dan puas sekali. â€Å“Terimakasih banyak sayangku, aku puas banget malam ini” kataku pada mba Tari. â€Å“Aku yang seharusnya terimakasih sayangku, kamu udah memenuhi keinginan ku minta dipijit sampai tuntas sama kamu, bukan itu aja kamu gentle banget setelah main lansung memelukku, mengecup keningku dan berterimakasih aku sangat bahagia” kata mba Tari. â€Å“Wanita secantik mba pantas mendapatkan yang terbaik, dan aku sebagai lelaki wajib memberikannya” â€Å“Ooohh Aji ku sayang, beruntung banget wanita yang nanti mendapatkan kamu, ga kaya cowok aku dulu main 2 menit udah KO duluan dan lansung tidur” â€Å“Ah mba, ga perlu repot-repot mencari wanita itu, karena dia sekarang ada dalam pelukanku” Mba Tari hanya tersenyum dan memelukku erat kita berciuman lagi sampai akhirnya tertidur. Saat bangun pagi kita mengulang permainan lagi. Setiap ada kesempatan kita main lagi tidak tau tempat tidak tau waktu, lagi dan lagi.




Share:

Cerita Dewasa Bercinta Sehabis Pulang Dari Ladang


Cerita Dewasa Pacar Binal Yang Ingin ML Sambil Ditonton


 Aku punya pacar namanya Cynthia. Terus terang saja, seumur hidup aku belum pernah ketemu wanita yang lebih cantik daripada Cynthia. Semua orang yang kenal dia mengakui kalau dia itu yang paling cantik, pokoknya kecantikannya absolut. Selama pacaran aku dengan Cynthia sudah peluk-pelukan, cium-ciuman baik pipi maupun bibir, nonton, ke pesta, semua sudah kecuali satu, aku belum pernah melihat kemaluannya. Terus terang seumur hidup (waktu itu lho) aku belum pernah melihat kemaluan cewek itu seperti gimana, gambar sama film porno tidak pernah aku lihat, apalagi yang aslinya. Suatu kali Cynthia merayakan ulang tahunnya sama teman-temannya di villanya yang mewah di Puncak, tentu saja Aku diundang. Dengar punya dengar, ternyata Cynthia ini ditaksir sama laki-laki sekelasnya. 

Sialan nih anak, pikirku, apa dia nggak kasih pengumuman kalau aku ini pacarnya? sudah gitu dia itu ngenalin aku ke teman-temennya sebagai â€Å“kakak”-nya. Aku omongin hal ini ke Cynthia saat di pesta itu juga, tentu saja pas lagi berdua di kamar ganti pakaian, Cynthia merasa bersalah tapi eh…, rupanya dia sudah punya rencana untuk memproklamasikan kalau aku itu pacarnya, sekaligus bikin cemburu teman-teman sekelasnya he.., he.., he…, ada-ada juga nih cewek. Ketika aku temui di kamar ganti dia memakai pakaian mirip piyama.

 Aku belum sempat tanya-tanya Cynthia menyuruhku memakai pakaian yang serupa, tentunya versi laki-laki sambil memesan kalau di balik pakaian itu jangan pakai apa-apa lagi (jangan pakai pakaian dalam), katanya dalam rangka â€Å“proklamasi” percintaan kita ke anak-anak…, hehehe.. Aku buru-buru pakai â€Å“piyama” (sebut saja demikian yah…, soalnya nggak tahu namanya) itu tanpa tanya-tanya lagi dan segera menghampiri Cynthia yang sudah siap di depan lilin dengan semua anak lain pada acara tiup lilin. 




Aku berdiri di belakangnya, Cynthia mengalungi kedua tanganku ke dadanya…, ya ampun…, rupanya dia tidak memakai pakaian dalam juga, pikirku. Pelan-pelan aku ereksi sudah nggak tahu Cynthianya merasakan nggak, habis begitu dia tiup lilin, pada tepuk tangan, singkat cerita, dia memberi â€Å“sambutan singkat”. â€Å“Sambutan”-nya itu antara lain Cynthia mengucapkan terima kasih ke teman-teman yang sudah memberi perhatian kepadanya, tapi pada akhirnya dia memilihku (Andri) sebagai kekasihnya. Wow…, ereksi berat deh aku… tapi jangan khawatir, katanya, buat teman-teman yang sudah memberi perhatian, Cynthia punya â€Å“sesuatu yang lain” buat mereka. Habis itu dia mengundang tiga teman laki-laki sama tiga teman wanitanya ini kebetulan saja tiga sama tiga. Aku diberi tahu bahwa tiga teman prianya itu adalah yang sudah terang-terangan â€Å“menyatakan cinta” kepadanya, dan tiga teman cewek itu adalah sohib-sohib terbaiknya. Sebenarnya banyak juga sih teman-teman yang lain yang suka kepadanya, cuma mereka tidak berani atau belum menyatakan.

 Cynthia mengajak aku dan enam temannya itu ke kamar tidur, menutup pintu dan dia mengajak aku berbaring di sana, di depan keenam temannya itu. Aku dasar orangnya â€Å“to the point” tidak banyak tanya atau protes, Aku disuruh memeluk dan mencium bibirnya, ya aku ikuti saja permintannya. Cynthia si pacar binal merapatkan badannya ke tubuhku sambil â€Å“Ehh… Ehh… Ehh…”, teman-teman ceweknya mukanya sudah pada merah cekikikan semua…, terus tangannya membimbing tanganku masuk ke â€Å“piyama”-nya, membelai-belai dadanya…, turun…, turun…, melepaskan tali â€Å“piyama”-nya…, turun lagi…, astaga…, dia menarik tanganku…, mendekap kemaluannya… Aku langsung kena tegangan tinggi deh waktu itu, piyamanya sudah seperempat terbuka, tanganku sudah di dalam. 

Aku peluk tubuhnya, cium pipinya, antara sadar dan tidak sadar aku teriak, â€Å“Cynthia…, Aku pengin lihat kemaluanmu…, Biarkan aku melihat alat kelaminmu…!!”. Cynthia buru-buru â€Å“menutup” lagi piyamanya, meninggalkan tanganku di dalam, â€Å“terkunci” oleh kedua tangannya. Kulihat teman-teman prianya pada melotot semua mulutnya kebuka, demikian pula teman-teman ceweknya, mukanya pada merah pada ketawa cekikikan malu. Kaki Cynthia si pacar binal digerak-gerakan ke depan, dibimbingnya tanganku mendekap dan menggosok-nggosok kemaluannya lagi yang sudah basah, kaki dan badannya menggelinjang ke sana ke mari keenakan. Semakin aku berusaha membuka piayamanya semakin dia â€Å“mengunci”-nya rapat-rapat. 




Akhirnya tanganku berhasil â€Å“melepaskan diri” dari tangannya…, tapi masih di dalam, aku berusaha kuat membuka piyamanya, kalau perlu sampai robek, sampai akhirnya dia â€Å“kalah” dan kebuka deh tubuh kewanitaannya lengkap dengan buah dadanya yang ranum itu dan tentu saja… kemaluannya!!! Teman-temannya pada teriak semua…, aduh…, baru sekali itu sudah aku melihat tubuh wanita lengkap dengan alat kelaminnya…, Cynthia menggelepar di sana…, â€Å“ditangkap”-nya badanku, dilepasnya tali piyamaku, dimasukkannya tangannya ke dalam piyamaku dan…, di kocok-kocoknya alat kelaminku (dia sudah â€Å“mengerti”). â€Å“Aduhh…, Enak banget…” pikirku. Teman-temannya pada ketawa semua, akhirnya di keluarkannya alat kelaminku…, teman-teman ceweknya pada teriak semua dan tertawa terpingkal-pingkal…, sedangkan teman-teman prianya semakin melotot, membuka mulutnya lebar-lebar dan menahan nafas, seolah tidak percaya pada apa yang mereka lihat. 

Digosok-gosokkannya kepala alat kelaminku ke permukaan alat kelaminnya…, dibukanya piyamaku dan dipeluknya aku…, aduhh…, Aku tidak tahan lagi deh…, antara sadar dan tidak sadar Aku teriak lagi, â€Å“Cynthia…, Aku pengin bersetubuh denganmu…”. Dikuncinya bibirku rapat-rapat oleh bibirnya, dia melumat-lumat mulutku, aku berontak sebentar buat teriak lagi, â€Å“Cynthia…, Biarkan aku menyetubuhimu…”. Cynthia si pacar binal memasukkan batang kelaminku ke dalam alat kelaminnya. â€Å“Astaga! mereka bersenggama!” teriak salah seorang temannya. Aku sudah di antara dua dunia gitu tidak peduli lagi birahiku menjadi-jadi, bibirku terus dilumat-lumat, badan dan kakinya menggelepar-gelepar kenikmatan, demikian pula dengan kaki dan badanku antara sadar dan tidak sadar aku merasakan seluruh batang kemaluanku sudah terbenam ke dalam tubuhnya. Tubuh Cynthia si pacar binal terus mendekap tubuhku meminta lebih dalam lagi seperti anak singa yang sedang kelaparan meronta-ronta terus menyatukan tubuh kami berdua. 

Akhirnya aku sudah tidak dapat menahan lebih lama lagi, aku teriak, â€Å“Cynthia…, biarkan aku menyemburkan air maniku ke dalam tubuhmu…” belum sempat dia menjawab, akhirnya…, creett…, creett…, creett… tersemburlah semua air maniku ke dalam tubuhnya… Aduh nikmat sekali…, teman-temannya tertawa terpingkal-pingkal…, aduh nikmat…, akhirnya lemaslah tubuhku dan tubuhnya… sebentar kemudian pelan-pelan kucabut kelaminku yang melemas…, air maniku mengalir keluar tubuhnya bersama dengan air wanita dan darah keperawanannya…, nikmat sekali.

 Lama kemudian kami bisa mengatur nafas lagi seperti tidak peduli akan sekeliling kami dia mengajakku ke kamar mandi untuk â€Å“”taking shower” membersihkan tubuh kami dari sisa-sisa sperma, air wanita dan darah keperawanannya. Cynthia si pacar binal menghubungi pembantunya lewat interkom untuk mengganti sprei tempat tidur yang basah, setelah bersih kami berdua keluar dengan â€Å“piyama” yang baru. Keenam temannya itu satu persatu meninggalkan ruangan, sisanya entah tahu atau tidak apa yang terjadi aku tidak terlalu peduli dan kamipun tidur pulas berpelukan dalam kenikmatan capai dan lemas. Akhirnya teman-temannya pamit pulang pada â€Å“ketua panitia” yang menyusun acara itu dan kami tertidur sampai sore dan akhirnya kami berdua pun pulang kembali ke Jakarta. END 




Share:

Cerita Dewasa Ibu Majikan Yang Jago Ngulum

Cerita Dewasa Ibu Majikan Yang Jago Ngulum

Cerita Dewasa Ibu Majikan Yang Jago Ngulum




Aku punya tetangga bernama ibu Dhona Umurnya sekitar 45 tahunan Ia seorang Ibu Rumah Tangga dengan 3 orang anak yang sudah beranjak dewasa semua wajahnya biasa saja, hanya sedap dipandang mata Tubuhnya gemuk engga kurus pun enggak Montok dan sekel Sedangkan kulitnya kuning langsat, Rambutnya agak ikal sebahu lewat dan bibirnya agak lebar tapi tidak terlalu tebal Yang paling kusenangi adalah payudaranya sangat menggoda Anak pertamanya laki-laki, seorang tentara dan berdinas diluar pulau jawa Yang kedua perempuan bekerja sebagai seorang Pengawas Mutu (QC) di sebuah pabrik Yang bungsu sedang menempuh semester 4 di salah satu perguruan tinggi di Jakarta Alhasil, setiap hari bu Dhona tinggal sendirian di rumahnya Awal pertemuanku dengan bu Dhona terjadi pada saat sedang hajatan tetanggaku Ibu Dhona sebagai koordinator Urusan Dapur dan aku koordinator pemuda pemudi yang bertugas sebagai pager ayu dan pager bagus serta petugas kebersihan yang tugasnya ngangkutin piring kotor dan sampah Saat itu sudah jam 10 malam menjelang hajatan, aku sedang mempersiapkan janur yang sudah dirangkai dan siap dipasang Setelah urusan pemasangan janur aku serahkan kepada salah seorang kawanku, aku pun bersiap untuk pulang agar besok badanku segar dan tidak terlalu letih akibat begadang Tia-tiba sang empunya hajat memanggilku dan meminta tolong untuk mengantar Ibu Dhona ke pasar karena ada yang terlupa untuk dibeli Kusanggupi permintaannya dan ku nyalakan skuter tua buatan italiku Tak lama bu Dhona pun nyemplak dibelakang dan kami segera menuju pasar menembus gelapnya malam yang lumayan dingin â€Å“Pelan-pelan aja mas, saya takut!” celetuknya ketika vespaku kugeber agak kencang â€Å“Ga papa kok bu, udah biasa… abs kalo pelan jalannya ga enak!” kataku sekenanya Ia tidak menjawab dan malah mengalungkan tangannya ke perutku â€Å“Tar kalo kenapa-kenapa dijalan kamu tanggung jawab ya…?!?!?” katanya ketus Singkat cerita sampailah kami di pasar dan setelah mendapatkan apa yang dicari kami segera otw pulang Sialnya, ditengah jalan vespaku mogok entah kenapa Kuminta bu Dhona si ibu rumah tangga turun dan kuperiksa mesinnya Sekilas nampak raut kesal di wajah ibu Dhona â€Å“Tau begini tadi pake motor si Hendrik saja?!!” â€Å“Sebentar bu, biasanya kao ngadat begini cuma sebentar kok!” Kataku berupaya meredam kekesalan bu Dhona lalu setelah ku utak utik platinanya sang tunggangan pun kembali menyala Setelah menyala, kuuminta bu Dhona naik dan kami meneruskan perjalanan â€Å“Makanya jangan kenceng-kenceng! marah motor mu tuh!” kata bu Dhona â€Å“Hahahahaha… si ibu bisa aja!, namanya barang ttua ya begini bu , seuka ngadat!” â€Å“Eh belum tentu lho, ada juga barang tua yang ga pernah ngadat…!” sanggahnya â€Å“Emang ada bu? kalo ada saya mau tuh!!” jawabku… â€Å“Udah aha, konsentrasi sm jalan sana! Tar nabrak lagi!” omelnya â€Å“Oke mami siap laksanakan” â€Å“Mami mami, emangnya aku germo!??” jawabnya sambil mencubit perutku pelan â€Å“AOWWW, sakit bu!” dan sepeda motorku sedikit oleng… uppsss, dengan sedikit skill motor kembali dapat kukendalikan â€Å“Udah ah jangan becanda mulu, tar jatoh lagi” Skip story sampe juga kami di alamat semula â€Å“Her, langsung anter aku ke rumah aja, besok aja lah belanjaannya dianterinnya dipakenya juga buat sorenya kok!” bu Dhona memintaku â€Å“ya udah, gapapa” motor ku belokkan ke arah gang bu Dhona si ibu rumah tangga â€Å“Makasih ya, eh km ada nmr hp saya ga? supaya besok gampang buat koordinasi!” kata bu Dhona setibanya di pagar depan rumahnya, kami pun bertukar no hp masing masing Sampe dirumah tiba2 hpku berbunyi SMS dari bu Dhona ‘Her, km bs dateng ke rumha ga? sklian bawa baju yg td disewa saya mau fitting tadi lupa’ Aku berkerut, oh iya tadi sore aku ditugaskan mengambil baju sewaan buat orang2 yang bertugas di pramanan ‘Ok bu saya kesana’ jawabku dan lsg kusambar tas plastik yang berisi baju dan kain sewaan sampai dirumah bu Dhona, baru mau aku ketuk pintu pager bu Dhona sudah muncul dari dalam rumah Aduuhhh… dia pakai baju tidur diatas lutut, menampilkan kakinya yang padat berisi serta pahanya yang mulus, walaupun terlihat masih memakai bra, dadanya yang montok sempat membuatku menelan ludah â€Å“Hey malah bengong ayo masuk, mana bajunya?” aku kaget setengah mateng saat tangannya mengusap wajahku Halus sekali… dan wangi … entah lotion entah parfum… aku pun masuk mengikuti bu Dhona si ibu rumah tangga … Alamak bokongnya sangat menggoda… Setelah didalam, aku dipersilahkan duduk dan basa basi sebentar, â€Å“herna kemana bu?” kataku menyakan anaknya yang bungsu â€Å“Oh, dia lagi ke tempat kawannya Katanya ada tugas kuliah, besok paling dia pulang” setelah ngobrol sedikit, ia pun membawa tas plastik itu kedalam dan agak lama aku menunggu di ruang depan rumahnya Selama penantian itu aku membayangkan sedang bergumul dengannya dikasur dan melepaskan hasratku yang terpendam dengannya Saling mencium, saling menjilat dan saling meraba 15 menit berlalu dan ia kembali ke ruang depan sambil menenteng tasnya â€Å“Aduh maaf ya her, kelamaan eh kamu mau minum ga??? sampe lupaaa… tar ya saya ambilin minum dulu… mau kopi apa kopi susu? Kopi susu aja yah, kopi hitamnya saya lupa udah abis…” katanya nyerocos… ” Ga usah bu… gapapa !” percuma aku menjawab karena bu Dhona si ibu rumah tangga sudah ngeloyor ke belakang Tak lama ia kembali sambil membawa secangkir kopi â€Å“maaf, kopi susunya yang abis, ga taunya adanya kopi item” â€Å“Gapapa kok bu ga usah repot-repot” Sambil menikmati kopi, kami mengobrol ngalor ngidul sampe akhirnya ku tahu suaminya pergi meninggalkan dia saat anaknya yang bungsu masih kelas 2 SD, demi meraih cinta seorang pramugari Diam-diam kuambil gambarnya pake hpku Pembicaraan semakin hangat bahkan mulai menjurus ke hal2 yang berbau XXX â€Å“Kopinya mau nambah ga? tapi kalo mau kopi susu ga ada…” tanya bu Dhona saat melihat isi cangkir yang tinggal setengah â€Å“Gapapa, bu Udah cukup Lagian kopinya juga udah berasa kopi susu kok!” jawabku sambil nyegir â€Å“Lho kok bisa gitu?” bu Dhona kelihatanya bingung dengan jawabanku â€Å“Iya dari tadi udah pake susu… walau hanya pandangan… hehehehe…” â€Å“eeeehhh… kamu… genit ya! berarti kamu dari tadi ngintipin nenen saya ya? dasar genitt ih!” katanya sambil kembali mengusap wajahku Kali ini kutangkap tangannya dan ku cium jarinya Nampak bu Dhona si ibu rumah tangga agak terkejut menerima perlakuanku, tapi hanya sepersekian detik saja Ia hanya diam saja ketika aku mulai menciumi dan menjilati jari tangannya Namun ia kemudian menarik tangannya â€Å“Mmmmaaaffhh… bu… maaaf… saya terbawa suasana… ” kataku mencari pembenaran Bu Dhona tak menjawab dan hanya menarik nafas panjang, tak lama ia ke belakang samb il membawa cangkir kopiku yang sudah habis Aduh, ngambek dia… pikirku Salah sendiri ga pake basa basi pikirku wah kacau ni bisa nanti Beberapa saat kemudian ia kembali ke depan dan aku pun bersiap untuk pamitan â€Å“Her, maksud kamu apa tadi?” Gemet aku ter… â€Å“MMaaafff bu… maaf… kalo ibu tersinggung… maaf sekali lagi Saya terbawa suasana Abis ibu pakeannya bkn sy jelalatan…” â€Å“Gapapa Her, saya cuma kaget aja kamu kok berani begitu sma saya Eh, kamu jangan pasang wajah melas gitu doong… serius her, saya ga marah… â€Å“ â€Å“Beneran bu, ibbu ga marah?” tanyaku lagi â€Å“Enggak, ga marah beneraan… suerr!” Bu Dhona si ibu rumah tangga malah mendekati tempat aku duduk dan memegang bahuku â€Å“Kamu udah buat darah saya berdesir, waktu kamu isapin jari saya Her, saya… saya… ” bu Dhona tidak meneruskan kata-katanya dan malah memeluk saya Saat toket nya menempel, serasa darah ini berkumpul di kepala dan kaget bukan kepalang dengan perlakuan bu Dhona ini Belum selesai kaget ku, bu Dhona lalu memegang kedua pipiku, â€Å“Saya mau lebih dari itu, kamu mau ga??” Sumpah,

 lelaki ****** dan homo saja yang ga mau memberikan lebih dari sekedar mengisap dan menjilati jari wanita seperti bu Dhona ini â€Å“Bu, Ibu serius??” â€Å“Serius, bahkan sejuta rius!!” katanya sambil masih memegangi kedua belah pipiku Baru aku mau ngommong tiba tiba bu Dhona menarik kepalaku dan mengecup bibirku berulang-ulang Lama-lama kecupannya berubah menjadi lumatan di bibirku Mendapat serangan seperti itu, kukalungkan taanganku dilehernya dan balas melumat bibirnya dengan lembut Kami sangat menikmati permainan bibir itu, sampai-sampai bu Dhona kutidurkan di sofa sambil terus melumat bibirnya dengan lembut Perlahan aku turunkan bibirku ke arah dagunya dan semakin turun ke lehernya Bu Dhona hanya bergelinjang dan mendesah-desah nikmat, membuat aku semakin terangsang Ku belas payudaranya yang selama ini hanya kudambakan dalam lamunan pada setiap acara onaniku Bu Dhona si ibu rumah tangga makin menggelinjang dan semakin belingsatan saat ku remas halus payudaranya dari luar Tiba-tiba ia mendorong tubuhku dan mengangkat bagian bawah bajunya, â€Å“liat nih… kamu harus bertanggung jawab…” katanya sambil memnunjukkan celana dalamnya yang kelihatan basah â€Å“Mau dituntaskan bu?” tanyaku sedikit menantang â€Å“Dikamar aja yuk!?” jawabnya akupun hanya mengangguk dan mengikuti bu Dhona yang berjalan ke kamarnya Di kamar, kami melanjutkan acara saling memagut dan melumat bibir â€Å“Her, puasin aku malam ini!” katanya padaku Ia pun berdiri dan melepas bajunya Nampaklah payudaranya yang memang lumayan besar tapi agak kendor Bu Dhona sekarang tinggal memakai bra dan cdnya saja Nampak memeknya yang tembem tertutup celana dalam putih dan depannya basah akibat permainan tadi Lalu bu Dhona naik ke kasur dan menciumi bibirku kembali dengan posisi berlutut Kusambut ciumannya sambil meremas lembut payudaranya Sambil berciuman, kucoba melepas kaitan bra-nya dan setelah berhasil kujilati pentilnya dan kuremas pelan Sambil kuhisap payudaranya yang sebelah kiri, kuremas payudara yang sebelah kanan Bergantian kujilati dan kuhisapi kedua payudara bu Dhona sambil a masih berlutut menghadapku Tak lama ia merapatkan perutnya dan mengoyang-goyangkan memeknya didadaku sambil terus mendesah, dan gak lama ia memeluk tubuhku erat sambil melenguh panjang, â€Å“ooooowwwwwwhhh… aaah… sssssssshhhh emmhhh… aaahh… aaahhh … aaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhh!!!!!” Orgasme rupanya dia â€Å“Her buka pakaianmu… her, pliiisss… puasin aku malem ini her…” wajahnya nampak memelas sekali Segera kulepas semua pakaian dari yang terluar sampai yang terdalam Kontolku yang sudah ngaceng seddari tadi pun tegak terangguk-angguk menanti sasaran tembak Tanpa banyak komentar, bu Dhona si ibu rumah tangga langsung menciumi bijiku dengan lembut sesekali ia mengulum biji pelerku dan menjilatinya 



Baca Juga : 7 Fakta dan cerita unik tentang Bercinta


Setengah mampus aku menahan geli enak dan rasa aneh saat ia mengulum biji pelerku Rasa-rasa ingin kencing, linu dan rada-rada enek… Kubelai rambutnya sambil sebelah tanganku mengusap punggungnya yangg halus Lalu ia mulai menciumi bataang kontolku dan memasukannya kemulut Ahh… aahhh… enak bu enakh… ah…aaaahhh… ssshhh… aaaahhhh… itu yang kukatakan saat kepalanya maju mundur mengulum kontolku Tak tahan melihat pantatnya yang bulat, segera kutarik pahanya keatas, dan dalam sekejap kami sudah berada dalam posisi 69 kujilati memeknya dengan penuh sukacita, kadang kadang-kadang kutekan lidahku di clit-nya sambil terus meremas pantatnya Bu Dhona si ibu rumah tangga nampak terbawa dengan permainan ini dan ia mulai menggoyang-goyangkan pinggulnya dan terkadang menekannya ke mukaku sampai-sampai aku susah bernapas 5 menit berselang ia melepaskan kulumannya pada kontolku dan meremas betisku dengan keras sambil mengejang dan mengerang Bahkan mukaku ditekannya menggunakan memeknya Oooooohhh… aaaarrrrggghhhh… aaaaahhh… ssshhhhhhh… aaaaaahhhhh… dan terasa ada yang mengalir dan membasahi bibir dan mulutku Orgasme lagi dan tercium aroma khas cairan lendir wanita di hidungku dan mengalir menuju mulut dan lidahku Segera kusapu dan kuhisap sambil sesekali menghisap clitnya Bu Dhona menggulinggkan tubuhnya dan tergolek lemas setelah mendapatkan orgaasme keduanya Kuambil insiatif dengan melebarkan pahanya dan mulai kutusuk dia dengan kontolku Kuulek-ulek sedikit permukaan memeknya denga kepala kontolku dan bu Dhona mulai terangsang lagi Perlahan mulai kumasukkan kontolku, sambil terus mengulek permukaan memeknya Blesshhh… cleepppp… perlahan namun pasti kontolku mulai memasuki area persengamaan bu Dhona sambil diikuti erangan dan lenguhan kenikmatan bu Dhona si ibu rumah tangga ooooohhhh… sssshhhhh…… sssshhhhh… terusssshhhh… herrr… mmmmmasssukiiinnn yg dalemmmmhhh ohhhh… Kugenjot memek bu Dhona dengan kecepatan biasa dengan posisi dua kaki bu Dhona berada di bahuku sedangkan aku mengambil posisi berlutut sambil maju mundur menggenjot memek bu Dhona aaahhh… ahhhh…aaahhhh… aaahhh… bu Dhona terus mendesah seperti itu setipa kontolku ku masukkan Tak lama leherku dijepi oleh kedua kaki bu Dhona dan ia mengangkat pantatnya keatas sambil melolong panjang … hhhhhnnnnggggkkkkkkkhhhh ahhh… aaahhh… aaahhh… kembali bu Dhona merasakan orgasmenya Kuturunkan kaki Bu Dhona dan kuarahkan aga bu Dhona si ibu rumah tangga tidur dengan posisi menyamping Ku angkat kaki sebelah kanannya dan kumasukan lagi kontolku ke memeknya dengan posisi menyamping dan menduduki kakinya yang sebelah kiri Perlahan namun pasti, sambbil menggenjot kupegangi kaki kanannya maju mundur, lama kelamaan ku percepat genjotanku sambil memilin2 pentil susu bu Dhona Menerima perlakuanku bu Dhona makin belingsatan dan terus ber ah oh membuat libidoku semakin memuncak Ku percepat kocokanku dan akhirnya sambil menjilati betis bu Dhona kulepaskan pejuhku kedalam memek bu Dhona… Huuuuaaaahhhhh… aaaahhhhh… 

mmmmhhhhh… crrrroooottttt… crroooootttthh… crooooooooottthh… sekitar lima kali kutembak memek bu Dhona si ibu rumah tangga dengan pejuhku Terasa lemas badanku Serasa copot semua persendian badan… akupun melorot dan rebah disambping bu Dhona… kupeluk badannya dan kucium pipi dan bibirnya dengan mesra… makasih sayang… saya senang dan puas melakukan ini sama bu Dhona Ia hanya tersenyum dan mengusap-usap dadaku Kami berpelukan dan berciuman sekitar 2 menitan Lalu bu Dhona berdiri dan mengambil cdnya Ia lalu mengelapi memeknya yang basah Setelah itu, ia pun kemudian mengelapi kontolku yang mulai mengendor usai bertempur Ia lalu mencium bibirku dan berdiri kembali, â€Å“aku ke kamar mandi dulu sayang…” katanya sambil berlalu tanpa busana ke kamar mandi Aku hanya terbaring tersengal2 mengatur napasku Tak lama aku tertidur… bertelanjang bulat di kamar bu Dhona… aku terbangun saat terasa ada yang geli di daerah kontolku Saat kubuka mataku, bu Dhona sedang asyik mengulum kontolku Kubelai lembut rambutnya sambil melenguh menahan nikmat Tak lama setelah kontolku tegak lurus kembali, bu Dhona mengambil posisi duduk membelakangiku 




Dimasukkannya kontolku kedalam memeknya disertai desahan panjang aaaahhhhh… ssshhhhh… lau ia turun naik mengocok kontolku dengan memeknya Sekitar 3 menit kemudian ia kembali mencapai puncak kenikmatannya sambil bersujud dan kontolku kembali dibasahi oleh lendir kenikmatan bu Dhona si ibu rumah tangga Kupegang pantat bu Dhona agar dia tetap dalam posisi bersujud Kosodok lagi dia dan kami lakukan doggy style Crek…ccreeekk…plok … plookkk crek… creeek… hnya suara itu yang terdengar saat kontolku menyodok memek bu Dhona dari belakang Tak lama terasa aku ingin keluar dan kurapatkan paha bu Dhona dan kutembak lagi dengan pejuhku memeknya… oooooouuuughhhh… aaaaaaaaahhhhh… hanya kata itu yang terucap saat kulepaskan pejuhku… bu Dhona lalu berbalik dan menciumi bibirku â€Å“Makasih sayang, kamu udah puasin aku malem ini… Aku mau malem-malem selanjutnya juga kamu bisa puasin aku…” â€Å“sama-sama, ternyata benar… ga semua perabotan tua itu usang Buktinya Bu Dhona si ibu rumah tangga perabottannya masih oke banget… aku suka banget…” kataku… bu Dhona hanya mencibir dan menjulurkan lidahnya… weeek katanya Bu Dhona bangkit menuju kursi di depan meja riasnya sambil nungging ia membersihkan memeknya yang basah kuyup Melihat pemandangan itu, kontolku perlahan mulai naik lagi dan kudekap bu Dhona dari belakng sambbil menciumi bagian belakang lehernya Tak tahan berlama-lama, kuangkat kaki sebelah kanannya dan kusodok lagi memeknya dengan kecepatan sedang Ku sodoki terus memeknya dari belakang sambil memegangi kaki kanannya dan menjilati leher belakangnya sekitar 5 menit ku entot bu Dhona dari belakang dan akhirnya aku pun melepaskan pejuhku untuk yang kesekian kalinya di dalam memeknya yang hangat dan nikmat… â€Å“Udah dong sayang… dengkulku rasa mau copot nih… ” kata bu Dhona si ibu rumah tangga memelas… 

Karena lemas mungkin bu Dhona nggelosor di bawah meja rias kuangkat tubuhnya dengan susah payah dan kurebahkan di kasur… lalu kamipun tertidur berpelukan dengan kondisi lelah dan telanjang bulat Ditambah pula selangkangan yang lengket karena lendir yang belum sempat dibersihkan Pagi harinya kami tersentak kaget karena nampak hari sudah terang Terburu-buru kami menuju kamar mandi dan mandi bareng sambil cekikikan mengingat kejadian tadi malam Selepas mandi, dengan bertelanjang bulat kami menuju kamar bu Dhona dan aku segera mengganti pakaian dengan baju adat Saat kami berpakaian, aku sempat terangsang lagi saat melihat bu Dhona si ibu rumah tangga berdandan sambil telanjang bulat Namun dengan lembut bu Dhona menolak segal uapayaku untuk mengajaknya bercinta â€Å“jangan dulu ah, tar repot… harus mandi dan keramas lagi!!” katanya â€Å“nanti aja selesai hajatan, dan anakku gak pulang lagi Kamu boleh apain aja aku…” Aku tak menjawab hanya mengusap memeknya dengan lembut dan mencium pipinya saja Di tempat hajatan, Bu Dhona tak mau jauh denganku Bahkan dibawah meja tangannya selalu mengusap-usap kontolku dengan pelan dan lembut Saat kontolku tegang ia hanya tertawa cekikikan sambil pergi meninggalkan aku yang bersungut-sungut susah payah menenangkan adekku yang berdiri Sampe sekarang, aku sudah beristri dan beranak pun, kadang-kadang kami masih melakukannya Sekarang bu Dhona si ibu rumah tangga sudah berusia 55 tahun dan memeknya masih gurih dan sedap setiap kali kuentotin. END




Share:

Minggu, 02 Juni 2019

Cerita Dewasa Jerat Nikmat Ibu Kepala Sekolah

Cerita Dewasa  Jerat Nikmat Ibu Kepala Sekolah

Cerita Dewasa  Jerat Nikmat Ibu Kepala Sekolah



Sebelumnya perkenalkan diriku terlebih dahulu namaku Dodi. Ketika kisah ini terjadi aku berumur kira-kira 18 tahun, aku termasuk seorang yang aktif dalam berbagai kegiatan baik di kampus maupun diluar kampus termasuk di didalamnya kegiatan Pramuka yang memang sejak kecil aku suka. Nah karena kegiatan Pramuka inilah terjadilah kisah yang sampai saat ini masih aku kenang. Untuk wajah memang aku nggak jelek-jelek amat malah terbilang agak cakep itu kata temen-temenku. Dan terbukti ada beberapa cewek yang naksir kepadaku. Hingga suatu saat aku mendapat surat yang berisi permintaan batuan untuk ikut menjadi salah satu pembina di SD Negeri di dekat rumahku. Murid-murid SD itu akan melaksanakan perkemahan sabtu minggu atau persami. Merasa mendapat kepercayaan dan hitung-hitung untuk tambahan uang saku maka dengan hati senang aku terima tawaran tersebut.

 Lagipula aku adalah salah satu alumnus dari SD tersebut. Kami berangkat ke lokasi hari sabtu pagi, dan sampai ke lokasi kira-kira jam 10. Setelah sampai lokasi kami mendirikan tenda dan mempersiapkan segala sesuatu untuk keperluan kegiatan persami. Kegiatan demi kegiatan kami lakukan, dan ternyata anak anak terlihat suka padaku karena mungkin dimata mereka aku lucu dan menarik. Itu semua mungkin karena aku aktif di berbagai organisasi sehingga aku pandai mengatur suasana. Permasalahan yang ada adalah air. 

Lokasi kami berkemah agak jauh dari rumah penduduk. Air yang kami dapatkan berasal dari sungai yang mengalir di dekat lokasi. Dan untuk mandi kami harus kerumah penduduk yang ada disekitarnya walaupun agak jauh. Hari semakin sore aku sedang bersantai di tenda pembina sambil mengawasi anak-anak terlihat dari kejauhan sebuah mobil kijang berhenti dan turun seorang wanita paruh baya. Setelah aku perhatikan betul ternyata yang datang adalah Bu Anis, beliau adalah kepala sekolah SD tersebut. Beliau dahulu adalah Ibu guruku, beliau orangnya supel namun kewibawaannya tetap terlihat. Yang aku herankan adalah beliau tetap terlihat cantik diusia yang aku taksir sudah kepala lima. Tubuhnya tetap terawat tidak seperti wanita pada umumnya pada usianya. 

Para guru dan para pembina mendekat untuk menyalami termasuk diriku bergegas berjalan mendekatinya untuk menyalaminya. Aku menyalaminya sambil basa-basi bertanya”Koq cuma sendirian Bu Anis?” â€Å“Eh.. iya Dod bapaknya anak-anak sedang ada acara di Semarang” Jawab Bu Anis. â€Å“Kamu tadi tidak menjemput Bu Anis” Sergah Pak Budi yang berjalan beriringan dengan kami. â€Å“Kan sudah Bu Anis sudah bawa mobil Pak” Aku menjawab sekenanya. Kami berjalan beringan menuju tenda para pembina. Setelah sampai di tenda Bu Anis tampak berbicara serius sambil duduk diatas tikar dengan Pak Budi. Tampaknya hal penting yang perlu dibicarakan mengenai acara persami itu. Aku menjadi agak tidak enak untuk berlama-lama di dekat mereka. Setelah minta ijin aku berjalan menjauh dari mereka. 

Dalam benakku terlintas pengakuan bahwa Bu Anis memang masih menarik walau tampak sedikit keriput di leher namun itu malah membuat Bu Anis tampak lebih anggun. Rambutnya lurus sebahu hitam walau ada beberapa helai yang tampak sudah putih, kulitnya yang putih bersih tampak terawat. Anganku terus mengalir bentuk tubuhnya yang ramping namun padat berisi, bongkahan bokongnya tampak jelas tercetak dibalik rok spannya begitu juga buah dadanya indah. Perutnya memang agak besar namun kencang. Gila.. aku membayangkan orang yang dahulu pernah menjadi guruku. Ini tidak benar. Tapi aku aku tidak bisa memungkiri bahwa Bu Anis memang masih sintal. Pada malam harinya diadakan acara api unggun yang kemudian dilanjutkan dengan acara jurit malam. Aku kebetulan mendapat untuk menjaga semua tenda. Kebetulan sekali sebab aku merasa lelah karena sehari sebelumnya ada kegiatan di kampus. Yang lebih kebetulan adalah ternyata Bu Anis dan 2 guru wanita yang lain nggak ikut acara jurit malam. 

Setelah mngecek semua tenda aku berjalan mendekat kearah Bu Anis yang sedang duduk sendiri di depan tenda pembina. Tampaknya kedua rekannya sudah terkantuk dan tidur didalam tenda. â€Å“Belum ngantuk Bu?” aku memulai pembicaraan sambil duduk berhadapan dengannya. â€Å“Belum Dod.. masa Ibu enak-enakan tidur padahal tadi kan Ibu datang terlambat” Bu Anis menjawab. â€Å“Ya nggak apa-apa, Ibu kan sibuk juga” Aku menyahut. â€Å“Gimana kuliahmu” Tanya Bu Anis. â€Å“Lancar, Bu Anis belum akan pensiun” Aku memancing pertanyaan untuk mengetahui umur sebenarnya. â€Å“Tinggal tiga tahun lagi Dod” Bu Anis menjawab. Pasti wanita ini umurnya lebih dari 50 tahun, namun koq masih menggairahkan. 

Mata sekali-kali mencuri pandang menikmati keindahan tubuhnya. Kami mengobrol agak lama sampai Bu Anis minta diantar ke sungai karena kebelet buang air kecil. Aku bergegas mengantarnya sampai pinggir sungai yang agak curam. Sambil memberikan senter aku berkata, â€Å“Saya tunggu disini ya Bu Anis, ini senternya hati-hati jalannya agak licin” â€Å“Iya.. eh jangan ngintip lho” Katanya sambil bercanda. Ketika akan melangkah Bu Anis terpeleset otomatis tanganku menggapai tangannya tanganku yang satu menggapai badannya menahan agar beliau tidak jatuh.

 Namun tidak disangka tanganku mendarat tepat di salah satu gunung indahnya. Dia kaget aku juga kaget. â€Å“Ma.. af Bu Anis, nggak sengaja” Aku berkata. â€Å“Eh.. nggak apa-apa” Sahutnya juga agak salah tingkah. Sambil berjalan meniti jalan setapak akhirnya dia mencari tempat yang agak tersembunyi. Namun karena sinar rembulan tampak samar-samar gerakan tubuhnya dalam melaksanakan kegiatannya. Tampak dia memelorotkan celana panjangnya kemudian CDnya lalu berjongkok.

 Aku bertanya dalam hati mimpi apa aku semalam sehingga aku memperoleh keuntungan dobel pertama memegang buah dada indah yang kedua bisa melihat bokong dan paha walaupun samar. Tak terasa celanaku semakin sempit karena senjata kesayanganku menggeliat. Tanganku merabanya dan membuat remasan-remasan kecil. Tak puas dengan itu aku mengeluarkan batang penisku sehingga dapat berdiri bebas mengacung. Aku yakin Bu Anis bakalan tidak akan melihat polahku. Sepertinya Bu Anis sudah selesai buang air kecil ketika akan naik ke atas aku ulurkan tanganku dan menariknya. Aku minta Bu Anis berjalan didepan dengan alasan aku mengawal kalau ada apa-apa. Namun bukan karena itu aku bisa membuat bebas kelaminku terjulur keluar dan mengacung. Sensasi ini aku nikmati sampai ke tenda pembina. 

Kami lanjutkan ngobrol sampai akhirnya acara jurit malam selesai. Malam sudah larut bahkan menjelang di hari kami pembina dan guru putra tidur terpisah dengan pembina dan guru wanita. Tetapi bayang-bayang kemolekan wanita paruh baya itu masih mengganggu pikiranku. Mata ini rasanya sulit terpejam. Kemaluanku rasanya juga nggak mau ditidurkan, tapi akhirnya aku sadar bahwa wanita yang menggelorakan hasrat jiwaku adalah mantan guruku yang tak mungkin aku akan melampiaskan kepada beliau. Akhirnya anganku kubawa tidur. Sampai pada pagi harinya aku terbangun oleh suara riuh anak-anak yang sedang melakukan senam pagi. Aku cepat-cepat abngun dan cuci muka kemudian membantu pembina lainnya. Setelah acara pagi selesai aku beres-beres pekerjaan yang lain yang masih harus aku kerjakan. Sementara anak-anakpun juga sibuk mandi di sungai. Pembina dan guru antri mandi di rumah penduduk yang agak berjauhan. 

Tampak Bu Anis juga belum mandi karena beliau juga sibuk mengawasi anak-anak. Sekitar jam 09.00 pagi semua tugas sudah selesai maka aku bergegas mengambil peralatan mandiku. Namun terdengar dari kejauhan suara yang memanggilku. â€Å“Dodo kamu mau mandi ya” Setelah aku toleh ternyata suara itu bersal dari Bu Anis. Langsung saja ku jawab singkat, â€Å“Iya.. Bu Anis” â€Å“Kalau begitu sama-sama dong.. Ibu juga belum mandi” Dia berkata. Bagai disambar petir di siang bolong mendengar tawaran itu tanpa ragu-ragu aku mengiyakan. â€Å“Iya Bu Anis” Karena kamar mandi-kamar mandi yang ada di sekitar rumah penduduk tampak sudah penuh maka aku menawarkan pada Bu Anis sebuah sumur yang ada di tengah kebun penduduk. â€Å“Sebaiknya kita mandi disana saja Bu Anis, tempatnya juga tertutup koq” Aku berharap dia mau karena ada kesempatan untuk berdua. â€Å“Yang benar lho Dod.. tapi ya nggak apa-apa memang tempat yang lain sudah penuh”. Kami berjalam beriringan menuju ketempat pemandian di tengah kebun itu. Sementara yang lainnya persipan untuk kegiatan pagi itu yaitu jalan-jalan berkeliling. Sampailah aku pada tempat yang kami tuju. 



Setelah aku meletakkan perlatan mandiku aku memulai menimba air untuk keperluan kami berdua. Setelah bak terisi penuh maka aku persilahkan beliau untuk mandi dahulu. Tempat mandinya terbuat dari anyaman bambu ada beberapa lobang yang tampak. â€Å“Silahkan Bu Anis anda mandi lebih dahulu” Aku mempersilahkan. â€Å“Kamu tunggu dulu ya.. awas lho jangan.. ngintip” Katanya sambil tersenyum. â€Å“Nggak Bu Anis.. tapi kalau kepepet kan nggak apa-apa” Kataku juga bercanda. â€Å“Nakal kamu” Dia berkata sambil berkata masuk ke kamar mandi. Aku mengamati dari kejauhan dan melihat satu persatu pakaiannya dilepas dan digantungkan diatas anyaman bambu itu. 

Terakhir aku lihat kutang dan CDnya yang berwarna biru muda dan coklat muda tersampir. Hatiku semakin nggak karuan aku membayangkan pasti tubuh molek wanita yang pantas menjadi ibuku itu telanjang bebas, aku dengar suara air yang mengguyur tubuhnya. Aku mencari akal agar aku bisa menikmati 'keindahan tubuhnya. Akhirnya aku mendekat dan berkata, â€Å“Bu Anis airnya kurang nggak” Dari dalam bilik aku dengar suaranya,”Eh.. kamu koq ada disitu.. kurang sedikit Dod” katanya agak kaget. Ya.. kesempatan datang akhirnya aku menimba untuknya lagi dan aku tuangkan ke saluran mengalirkan ke dalam bak yang ada di dalamnnya. Bu Anis masih melanjutkan mandinya maka aku putuskan untuk mandi diluar saja sambil berharap Bu Anis nanti selesai mandi dapat melihatku. Entah pikiran gila sudah memasuki pikiranku. â€Å“Eh.. Dod kamu mandi diluar ya..” Terdengar dari dalam bilik. â€Å“Iya Bu Anis kan bisa menyingkat waktu” Aku beralasan. Sambil melihat sekeliling aku rasa aman maka aku lepaskan semua pakaianku kini tinggal celana dalamku. 

Sambil mengguyur badanku dari timba langsung aku sedikit mencari celah-celah agar aku dapat melihat keindahan tubuhnya. Benar dugaanku aku belum selesai madi dari dalam bilik sudah terdengar suaranya. â€Å“Dod sudah selesai belum?” Dia bertanya. â€Å“Sudah Bu Anis” Aku menjawab walau aku belum selesai mandi. Memang aku sengaja. Dan lihat pintu bilik mulai bergerak terbuka. Darahku terasa mengalir semakin kencang menduga apa yang akan terjadi saat Bu Anis melihat aku hanya memakai celana dalam.â€Å“Ih.. ka.. ta.. nya sudah selesai” Dia melihatku agak terperanjat. Raut mukanya tampak kelihatan merah. Dia agak tersipu setelah melihatku hanya memakai celana dalam. 

Aku bisa melihat dari ujung matanya dia melirik pada selangkanganku yang disitu tampak tercetak jelas penisku yang sudah tegang dari tadi seakan meronta keluar. â€Å“Sana mandi di dalam masih ada airnya kok” Dia menyambung. â€Å“Iya Bu Anis” jawabku sambil masuk ke bilik. Perasaanku puas dapat memperlihatkan kejantananku pada wanita paruh baya ini. Tapi hasratku untuk bertindak lebih jauh semakin berkecamuk. Kebetulan sekali jam tangan Bu Anis tertinggal di dalam bilik bambu ini. â€Å“Bu Anis jam tangan Ibu tertinggal nih.” Aku berkata kepadanya dari dalam bilik. 

Aku menanti Bu Anis masuk ke dalam bilik dan penis celana dalamku semakin tidak bisa memuat penisku yang semakin membesar. â€Å“Tolong ambikan Dod masak aku harus masuk kan kamu sudah telanjang to” Bu Anis berkata dari luar bilik. â€Å“Ah Bu Anis nggak mau saya nggak masuk ndak saya ambilkan” Aku semakin berani menggodanya. â€Å“Ih kamu kok masih nakal to dari dulu” Dia berkata. â€Å“Pakai handuk dulu saya akan masuk” Dia menyambung. Semakin terbuka kesempatan mencari kepuasan hasratku yang semakin menggebu-gebu ini. Aku lepas celan dalam ku hingga aku menjadi telanjang bulat tanpa sehelai benang menanti Bu Anis masuk kedalam bilik. 

Bu Anis masuk kedalam bilik dan langsung setengah menjerit dia berkata, â€Å“Dod.. kamu.. nga.. nga.. pain” Pandangannya terbelalak melihat aku telanjang apalagi melihat penisku mengacung bebas. â€Å“Itu Bu Anis jamnya ambil sendiri ya” Aku mencoba santai. Aku lihat mukanya yang merah padam namun matanya tadi melirik ke arah batang zakarku yang sudah tegang. Dia melangkah menuju kearah jam tangannya yang tertinggal. Pikiran mesumku semakin menjadi-jadi maka dengan cepat aku tutup pintu bilik. Melihat perilaku itu Bu Anis kaget sambil menatapku dia berkata, â€Å“Dod apa-apaan ini”. â€Å“Maaf Bu Anis.. ta.. pi.. Ibu sangat menarik bagi saya” aku semakin berani tanpa memikirkan akibatnya. â€Å“Kamu.. sudah gila ya..” Dia berkata. 

Belum sempat aku menjawab pertanyaannya dia kembali menyahut. â€Å“Aku sudah menduga kamu dari kejadian tadi malam, tapi kamu harus tahu bahwa Ibu sudah bersuami dan lagi Ibu kan sudah tua” Dia mencoba menyadarkan aku. â€Å“Tapi wajah dan tubuh Ibu tidak mencerminkan usia Ibu” Aku beralasan. â€Å“Apa sudah kau pikirkan benar-benar” Dia menyahut. â€Å“Su.. dah Ibu” aku berkata tanpa pikir panjang. â€Å“Da.. sar.. kamu” Dia berkata lagi.




 Aku mendekat dan mencoba mencium bibirnya. Diluar dugaanku di tidak menghindar atau meronta namun sebaliknya dia menyambut ciuman hangatku dan membalasnya. Ciuman kami semakin dalam lidah kami saling bertautan tanganku bergerilya menjamah buah dadanya yang sekal dan meremas-remas bokongnya. Tiba-tiba dia berusaha melepaskan melepaskan pelukan sambil berkata, â€Å“Sabar Dod.. jangan terlalu bernapsu” Dia mendorongku aku terduduk di pinggiran bak semen. Dia masih berdiri sambil tangannya melepaskan satu persatu kancing bajunya. Perlahan dan pasti aku melihat dua bukit kembar yang masih tampah sekal. Kini tinggal beliau hanya mengenakan kutang dan rok aku bangkit namun dia berkata, â€Å“Duduk dulu”. Aku kembali duduk sambil melihat dia melepaskan roknya. 

Setelah roknya terlepas dia melepaskan kutang dan mencopot celana dalamnya. Dan kini terpampang didepanku tubuh sintal yang aku angan-angankan. Aku bangkit lagi namun dia kembali berkata, â€Å“Dod.. aku suka dengan caramu menjeratku tapi ini harus menjadi rahasia kita saja”. Dia berkata sambil meletakkan salah satu kakinya diatas bibir bak semen itu. Dadaku semakin berdegub kencang melihat pemandangan indah ini. Selangkangannya ditumbuhi rambut keriting yang hitam indah sekali. â€Å“Tentu Bu Anis..” Aku menyahut. Aku elus kakinya yang putih aku dekatkan wajahku dan mulai menciumi betisnya sambil menjilatinya merambat naik ke atas. Lidahku menari diatas pahanya dan diselingi dengan sedotan-sedotan kecil. 

Sampailah aku pada hutan yang rimbun itu dan lidahku mencoba menyibak mencari lobang yang paling dicari para lelaki. Bilik bambu di tengah kebun menjadi saksi pergumulan nafsu dua anak manusia yang dipisahkan oleh status dan usia. Aku jilati bibir vaginanya dengan penuh nafsu. Bu Anis mengerang menahan kenikmatan yang melanda dirinya. Aku tak peduli dengan keadaannya aku semakin gila mempermainkan lidahku didalam lobang vaginanya. Tangan Bu Anis memegang erat-erat kepalaku dan menekan ke selangkangannya solah-olah mempersilahkan diriku untuk menelan barang berharga miliknya. â€Å“Dod.. ka.. mu.. ma.. sih.. nakal.. seper.. ti.. dulu.. ah” Dia berkata sambil merintih menahan nikmat. Tampaknya lututnya tidak bisa lagi bertahan. Beliau menarik kepalaku agar aku menghentikan aktivitasku. Aku bangkit dan mendekatkan mukaku ke buah dadanya yang disitu tertempel buah anggur yang berwarna coklat muda tegang menantang. 

Aku sedoti seluruh permukaan payudaranya, aku hisap putingnya yang indah. Bu Anis tampak merem-melek menikmati permainanku ini. Tanganku meremas-remas bokong indahnya dan jariku mencari lobang duburnya, setelah ketemu aku mempermainkan jariku membuat tusukan-tusukan kecil dan mengobok-obok alat buang air besarnya. Bu Anis mengerang-erang dan aku merasakan lobang anusnya meyempit keras seolah ingin menjepit jariku yang tertanam di dalamnya. Tampaknya Bu Anis ingin mengambil inisiatif, dia melepaskan pelukanku. â€Å“Dod.. ber.. baring.. lah.. pa.. kai.. handuk.. mu.. untuk alas” Dia berkata kepadaku dengan nafas tersengal. Bagai kerbau ditusuk hidungnya aku lakukan apa kehendaknya. Aku berbaring dengan beralaskan handukku.

 Bu Anis berdiri mengangkang diatasku dan perlahan jongkok tepat diatas kemaluanku yang mengacung keatas. Tangannya membimbing penisku untuk memasuki lobang kenikmatannya. Dan setelah tepat dia menekan kebawah sehingga.. bles.. keinginanku terlaksana untuk menikmati kehangatan benda yang terdapat di selangkangan wanita paruh baya ini. Aku merasakan dinding kemaluannya keluar cairan yang mempermudah penisku tertanam. Kepala Bu Anis terdongak keatas dan kulihat bibir bawahnya. Tangannya yang satu berpegangan pada pinggiran bak semen. Aku hanya bisa merem melek menahan kenikmatan dari cengkeraman vaginanya. Nafas Bu Anis semakin memburu seiring dengan gerakan erotis yang dilakukannya naik turun diselingi dengan perputaran pantatnya. Aku lihat buah dadanya terguncang-guncang. Pemandangan yang indah sekali. Wanita paruh baya ini ternyata pintar bermain sex. Aku merasakan sensansi yang luar biasa. Rambutnya yang masih basah itu menjadi acak-acakan. Aku mencoba untuk bertahan agar aku tidak kecolongan keluar terlebih dahulu. 




Gerakan erotis Bu Anis semakin cepat. â€Å“Dod.. uh.. Ibu.. ma.. u.. sam.. pai..” Dia berkata tersengal. Aku tidak menjawabnya, gerakannya semakin tidak teratur dan akhirnya aku merasakan cengkeraman erat vaginanya, aku rasakan cairan yang mengalir memenuhi lobang vaginanya. Nafasnya tersengal dan beliau terkulai diatasku. Aku rasakan vaginanya yang masih berdenyut. Aku usap punggung mantan guruku dan aku belai rambutnya yang terurai basah. Tubuhnya yang hangat menempel erat. â€Å“Bagai.. mana.. Bu Anis..” Aku berkata. â€Å“Ka.. mu.. hebat..” Bu Anis menjawab. Mendengar jawabannya aku merasa sebagai seorang lelaki yang perkasa yang dapat membahagiakan seorang wanita. Perlahan beliau turun dari atas tubuhku, beliau tahu bahwa aku belum mencapai puncak. Dia berbaring disampingku, dia tersenyum kearahku. Aku mendekatkan wajahku dan mencium mesra bibirnya. Setelah itu aku bangkit, aku lihat dia sudah mengangkangkan kaki tampaklah kemaluannya yang basah merekah menanti benda tumpul yang aku miliki untuk masuk kedalamnya. Perlahan namun pasti aku arahkan benda kebanggaan para lelaki yang aku miliki. Dan.. bles.. masuklah penisku kedalam vaginanya, aku tekan dalam dalam sampai pangkal kemaluanku.

 Bibir Bu Anis tampak terbuka merasakan kenikmatan yang kedua kalinya, aku tarik perlahan kemudian kemudian aku gerakan naik turun pantatku. Gerakanku semakin aku percepat sehingga menimbulkan suara-sura erotis. Aku kerahkan tenagaku untuk menyodok barang istimewa mantan guruku ini. Oh.. nikmat sekali seakan melayang. Aku rasakan darahku mengumpul di penisku seiring dengan gerakanku yang semakin aku percepat. Buah dadanya yang sekal indah putih terguncang-guncang karena sodokanku. Akhirnya aku tidak dapat lagi menahan dan.. creet.. aku tancapkan dalam-dalam, aku semprotkan spermaku di dalam vaginanya. Melihat aku mencapai puncak Bu Anis melipat kakinya dan menekan pantatku erat-erat. Oh.. seakan aku terbang. Nikmat sekali.. aku rasakan sensasi yang indah sekali. Serasa tulangku terlolosi lemas sekali aku terkulai diatas tubuhnya. 

Dia tersenyum manja kearahku.Aku cium mesra bibirnya. Kami berbaring berdampingan. â€Å“Bu Anis.. Ibu masih hebat.. kapan.. kita.. lakukan lagi” Aku berkata kepadanya. â€Å“Ih..”, Dia mencubit hidungku. â€Å“Nakal.. kamu..” Kami lantas berpakaian kembali karena kami takut nanti perbuatan kami diketahui oleh yang lain. Kami berjalan menuju kembali ke perkemahan kami. ***** Begitulah cerita yang masih aku ingat ketika pertama kali aku bercinta dengan Bu Anis. Kami masih sering melakukannya setiap ada kesempatan. Kami kencan di penginapan-penginapan yang ada di kotaku bahkan pernah kami lakukan di kamar kost temanku. Namun kini Bu Anis telah pergi mengikuti suaminya dinas kelain kota. Aku tenggelam dengan kerinduanku terhadap Bu Anis.



Share:

Cerita Dewasa Ditinggal Main Catur Istriku Goyang Dikasur

Cerita Dewasa Ditinggal Main Catur Istriku Goyang Dikasur



Cerita Dewasa Ditinggal Main Catur Istriku Goyang Dikasur





Cerita Seks yang dilakukan istriku ini adalah cerita yang terjadi ketika terjadi pesta HUT RI di desaku. Aku tak menyangka istriku benar benar melakuan hubungan seks dengan tetanggaku. 

Cerita Panas yang dilakukan istriku membuat diriku menjadi naik pitam. Daripada aku makin marah lebih baik langsung saja cerita yang dialami oleh istriku yang justru bukan denganku. Pesta 17 Agustus kemarin sunguh sukses di kampungku. Namun bagiku kegiatan itu justru meninggalkan luka dan kenangan yang tak pernah kuharapkan. Untuk partisipasi pada panitia yang telah berusaha untuk menggembirakan warganya aku mengikuti lomba catur yang diselenggarakan. Lumayan untuk memperebutkan Piala Lurah Jonggol. Dan sebagai pecatur yang banyak pengalaman aku yakin bahwa Piala Pak Lurah akan menambah koleksi pialaku di rumah.

 Pada malam final aku dipertemukan dengan jagoan catur RW lain dengan dihadiri Pak Lurah sendiri yang membuka acaranya. Dengan disaksikan para tetangga dekat maupun jauh pada sekitar jam 8 malam aku telah duduk semeja menghadapi papan catur dengan lawanku. Diperkirakan pertandingan final ini akan berlangsung sedikitnya 2 jam sejak dimulai. Waktu merangkak semakin malam. Udara Jonggol yang cukup berangin memberikan kesejukan yang nyaman.

 Aku bayangkan alangkah nikmatnya tidur dengan udara sejuk macam begini sesudah beberapa malam kurang tidur dalam upaya memperebutkan malam final ini. Tiba-tiba, belum juga 1 jam pertandingan berlangsung, aku diserang perut mulas dan harus ke belakang buang air. Kepada panitia aku memberi tahu dan minta ijin. Sesudah berunding dengan pemain lawanku, akhirnya aku setengah berlari pulang untuk buang air. Aku pikir salah makan apa hari ini. Sesampai di depan rumah kulihat pintu rumahku telah tertutup dan lampu ruang depan nampak telah dimatikan.




 Kemungkinan istriku telah tidur atau sibuk nonton TV di ruang belakang. Namun aku yang memang siap pulang malam telah membawa kunci cadangan agar tidak perlu membangunkan istriku. Saat aku hendak memasukkan kunci ke lubangnya aku terhenti. Jantungku berdegup kencang. Kulihat di lantai depan pintu kok ada sandal yang sangat aku kenali. Sandal itu milik Pakde Darmo tetangga sebelahku. Kami panggil Pakde karena usianya yang cukup jauh di atas kami. Lebih dari 55 tahunan. Kami memang akrab bertetangga dan sering saling bertandang, Tetapi bukan malam-malam macam sekarang ini, apalagi saat aku tidak berada di rumah. Aku langsung khawatir dan cemas. 

Ada apa Pakde Darmo bertandang ke rumahku malam-malam begini? Dan dimana istriku ? Apa yang mereka lakukan berdua di dalam rumahku ? Aneh, sakit perutku langsung lenyap. Aku penasaran dan aku tunda untuk tidak memasuki rumah. Aku akan ke jendela samping. Ada 2 jendela di samping rumahku. Dari lubang angin diatas jendela pertama aku bisa melihat ruang keluarga dimana istriku biasanya menghabiskan waktunya di depan TV. Dan dari jendela yang kedua aku bisa melihat kamar tidurku. Aku mengendap-endap dirumahku sendiri menuju jendela pertama. Dengan bangku plastik yang selalu ada disana aku naik mengintip lubang anginnya. Ah.. Tak nampak orang disana. 

Aku mulai curiga. Kalau bertamu kenapa tidak di ruang tamu. Pelan-pelan aku turun dan pindah ke jendela ke dua. Belum juga aku naik aku mendengar suara orang ngomong, â€Å“Paling Mas Bas baru pulang nanti sekitar jam 11 malam. Kalau menang khan harus menunggu upacara penyerahan piala dulu,” itu jelas suara Indri istriku. Aku heran kenapa yang semestinya merindukan aku agar cepat pulang malahan mensyukuri aku lambat pulang. â€Å“Hhmm..” sebuah jawaban yang sangat berwibawa. Tanpa kata namun penuh makna. Suara berat macam itu siapa lagi kalau bukan suara Pakde Darmo. Aku penasaran. 

Dengan bangku plastik itu aku melongok ke kamar tidurku. Seperti Saddam Husein yang kena roket pasukan Sekutu aku hampir jatuh telentang saat menyaksikan apa yang telah kusaksikan. Di atas ranjang pengantinku dua orang yang aku cari ini sedang berasyik masyuk, melepaskan hasrat syahwat birahinya. Seperti penampilan hari-harinya Pakde Darmo hanya bersarung dengan kaos singletnya. Perutnya yang buncit tak bisa disembunyikan. Sementara istriku Indri telah setengah bugil. Hanya celana dalam dan BH-nya yang tinggal. Dengan menindih tubuh Indriku mulut Pakde Darmo nyosor mengenyot-enyoti teteknya. Pantesan dia tak bisa ngomong. â€Å“Sarung dan kaos singletnya dibuka dulu Pakde, nanti lecek,” istriku mengeluarkan omongan lagi sambil tangannya meraih menarik lepas sarung dan singlet Pakde Darmo. Kini Pakde sepenuhnya telanjang dan istriku tinggal bercelana dalam dan kutang saja. Dengan perut buncitnya Pakde memeluki istriku dari belakangnya. Nampaknya Pakde suka nembak perempuan dari arah belakangnya. Tangan dan kakinya yang berbulu cukup lebat memeluk tubuh istriku. Bibirnya nyosor terus ke kuduk, ketiak dan buah dadanya. 

Tampak olehku puting susu Indri yang berwarna merah kecoklatan itu sudah berdiri tegak mengacung dengan pongahnya menandakan sudah sangat terangsangnya birahi Indri. Indriku nampak begitu menikmati dan larut dalam ulah Pakde Darmo ini. Rupanya permainan ini sudah cukup jauh. Kini mereka tengah mendaki puncak nikmat hubungan syahwat antar tetangganya. Pakde Darmo adalah tetangga samping kanan rumahku. Dia adalah pensiunan pegawai rendahan sebuah BUMN. Walaupun usianya sudah lebih 55 tahun namun perawakannya masih sangat sehat. Dia tak pernah berhenti joging di pagi hari dan sesekali mengangkat barbel untuk merawat ototnya. Sebagai lelaki Pakde Darmo sesungguhnya tidak tampan. 

Namun dengan perut buncitnya dan bulu-bulu di badannya, Pakde Darmo sering mendapat lirikan para perempuan di kampung. Mungkin istriku, yang usianya 20 tahun lebih muda dari Pakde diam-diam mengimpikan bagaimana tidur dengan lelaki berbulu macam Pakde Darmo ini. Dalam gelinjangnya istriku bangkit berbalik. Bibirnya menjemput bibir Pakde Darmo untuk berpagut sesaat sebelum lumatannya melata ke leher kemudian dada Pakde. Nampaknya istriku begitu keranjingan dengan bulu-bulu Pakde Darmo. 




Dengan penuh gairah lidah dan bibirnya menjilat dan mengenyoti bulu dada Pakde. Aku sangat ‘shock’ menyaksikan apa yang tengah berlangsung ini. Aku sama sekali tidak mengira bahwa Indri istriku selama ini juga terobsesi pada Pakde Darmo. Tetapi yang lebih menampar harga diriku adalah membawanya ke ranjang dimana sehari-hari dia bersamaku. Aku tak mengerti apakah Pakde Darmo yang secara aktif memulai ataukah Indri yang sering menggoda syahwat Pakde. Kini segalanya berubah cepat. 

Pakde sudah mengambil alih kendali. Dia sepenuhnya menindih tubuh Indri yang membuka selangkangannya. Tangan Indri dengan tangkas meraih kemaluan Pakde Darmo yang memang lebih gede dan panjang dari kemaluanku. Mungkin hal ini juga hal yang membuat Indri demikian terobsesi pada Pakde. Dan yang terjadi berikutnya adalah ayunan Pakde dan goyangan istriku yang di bawahnya. penis Pakde nampak begitu kaku dan tegar menembusi nonok Indri yang disekelilingnya ditumbuhi bulu-bulu jembut keriting yang sangat subur menutupi lubang kawinnya. Istriku menjerit kecil dan terus mendesah dan merintih. Kenikmatan birahi begitu menenggelamkan keduanya.

 Nampak cakar-cakar Indri sudah siap menghunjamkan kukunya pada punggung Pakde. Menyaksikan Pakde Darmo dan Indri istriku demikian nikmatnya saling mengayuh syahwat aku jadi terbawa hanyut. penisku jadi ngaceng. Aku pengin mengelusi dan mengocok-ocoknya sambil menyaksikannya bagaimana istriku dilanda nikmat orgasmenya saat dientot Pakde Darmo ini. Dengan dengusnya yang cukup meriuhkan kamarku nampaknya Pakde sedang menjemput puncak nikmatnya. Dia percepat genjotan penisnya. Sementara demikian pula Indri istriku. Nampaknya orgasmenya akan hadir bersama ejakulasi Pakde. Kuperhatikan batang penis Pakde yang berkilatan oleh lendir kawin Indri nampak seperti piston mesin diesel yang keluar masuk ke lubangnya.

 Aku membayangkan betapa nikmat melanda sanubari istriku. Dan.. Aahh.. ttuuhh.. lihaatt.. penis yang terus menggenjot itu nampak membawa begitu banyak lendir dan busa keluar masuk vagina Indri. Indri telah mengeluarkan cadangan lendir birahinya. Dan tubuh istriku nampak menegang dan kemudian berkejat-kejat. Cakarnya menghunjam dan melukai punggung Pakde. Indri mendapatkan orgasmenya yang sangat dahsyat selama, yang dalam pikiran dia, aku sedang bermain catur demi Piala Lurah Jonggol. Dan aku tak mampu menahan diriku. Aku kocok terus penisku sambil menyaksikan betapa sensasionalnya melihati istriku dientot tetanggaku sendiri dan kini melihati peju lelaki itu berserak meleleh dari lubang nonoknya. Pejuku muncrat menembak kaca jendelaku. Aku cepat turun dari bangku plastik. Aku harus cepat balik ke pertandingan sebelum panitia menyusul aku. Malam itu aku pulang dengan Piala Lurah Jonggol bersusun tiga yang kemasan. Tingginya sama dengan tinggi badanku yang 167 cm. Istriku membuka pintu dan menyambut aku dengan bangga. Dia yang menaruh pialaku itu di tempat yang terbaik di ruangan itu.




Share:


BANDAR TOGEL ONLINE TERAMAN & TERPERCAYA


NAMA BO PASARAN TUTUP RESULT MINIMAL DP&WD TEMPAT DAFTAR
WINE4D Singapore
Hongkong
Sydney
+7Pasaran
17:15
22:00
12:45
WIB
17:45
23:00
14:00
WIB
DP:50rb
WD:50rb
Klik Disini
BIRTOTO Singapore
Hongkong
Sydney
+7Pasaran
17:15
22:00
12:45
WIB
17:45
23:00
14:00
WIB
DP:50rb
WD:50rb
Klik Disini
BIRTOTO2 Singapore
Hongkong
Sydney
+7Pasaran
17:15
22:00
12:45
WIB
17:45
23:00
14:00
WIB
DP:50rb
WD:50rb
Klik Disini
KAFETOTO Singapore
Hongkong
Sydney
+5Pasaran
17:15
22:00
12:45
WIB
17:45
23:00
14:00
WIB
DP:50rb
WD:50rb
Klik Disini
ANDROID4D Singapore
Hongkong
Sydney
+7Pasaran
17:15
22:00
12:45
WIB
17:45
23:00
14:00
WIB
DP:50rb
WD:50rb
Klik Disini
RAJAJP Singapore
Hongkong
Sydney
+5Pasaran
17:15
22:00
12:45
WIB
17:45
23:00
14:00
WIB
DP:50rb
WD:50rb
Klik Disini
DIVA4D Singapore
Hongkong
Sydney
+4Pasaran
17:15
22:00
12:45
WIB
17:45
23:00
14:00
WIB
DP:50rb
WD:50rb
Klik Disini
FLAMINGO4D Singapore
Hongkong
Sydney
+1Pasaran
17:15
22:00
12:45
WIB
17:45
23:00
14:00
WIB
DP:50rb
WD:50rb
Klik Disini

Copyright © Film Panas, Cerita Panas, Berita Viral, Artis Seksi, Cewek Montok, Video Bokep, | Blogger Design by Rio Ferdinand |